1. Sweet Love I

1K 29 3
                                        

Jika hatiku tidak bisa membuatmu menyukaiku, maka kekuasaanlah yang aku gunakan untuk mengikatmu agar terus bersamaku.
~Chris Jhonatan Devan~

Hari ini wanita itu telah diijinkan pulang oleh dokter, mengingat kondisi tubuhnya sudah kembali pulih. Dengan sangat menyesal Chris tidak bisa menjemputnya karena ada pertemuan dengan klien bisnisnya dari Korea, karena ia baru saja membuka cabang perusahaan dibidang teknologi di sana.
Clara bingung harus pulang ke mana? kerumahnya? Atau ke rumah kekasihnya? ia sudah memutuskan untuk pulang ke rumah kekasihnya saja siapa tau bisa langsung bertemu, karena Clara sudah sangat merindukan prianya itu.

Sampai di mansion besar milik Chris, Clara langsung menyelonong masuk, menuju kamar yang kelak akan menjadi kamarnya juga, pikirnya. Melihat tadi sudah ada Mobil sport yang biasa dipakai Chris tengah bertenger di halaman rumah. Chris pasti ada di dalam.

Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Clara membuka pintu kamar lelaki itu.

Refleks ia menjatuhkan koper yang sedari tadi ia geret sambil memegang dadanya yang terasa nyeri akibat melihat pemandangan... Bahwa kekasihnya sedang memegang pinggang seorang wanita! Gadis itu mundur perlahan, Chris yang menyadari kedatangan Clara ingin menyambutnya, namun gadis itu langsung berlari menjauh. Ke arah pintu utama.

"Clara!" Chris mengejar wanitanya dan ingin menjelaskan apa yang Clara lihat bukan seperti yang ada dipikiran gadis itu.

Namun terlambat, sesaat ia kehilangan jejak kekasihnya ketika di perempatan jalan. Persetan dengan wanita yang telah membuat kekasihnya itu salah paham.

Menit berganti jam, Chris masih mencari wanitanya walau matahari sudah mulai menyembunyikan diri. "Ke mana kamu Clara?" desahnya frustasi.

*

Di lain tempat seorang wanita tengah menangis tersedu-sedu di halte bis sambil memeluk kakinya. "Kau pembohong Chris.." ucapnya menangis pilu. Tak peduli lalu lalang orang pejalan kaki di sekitarnya.

Bintang-bintang mulai tertutupi awan tebal, menyembunyikannya bersama bulan di belakangnya. Rintik-rintik hujan mulai membasahi bumi, semakin lama, pun semakin deras. Dan keadaan atmosfer seketika terasa amat dingin, gutur dan petir sedang bersahut paut membenarkan bahwa diri merekalah yang paling hebat. Tanpa mempedulikan bahwa ada seorang gadis yang sangat ketakutan karena perdebatan sengit mereka.
"Aku menemukanmu!" ucap pria itu bangga, tubuhnya kebasahan, mulutnya megeluarkan uap dingin.

"Chris!" Ucap perempuan malang itu langsung memeluk pujaan hatinya karena takut akan suara guntur yang begitu keras lagi memekakan telinga.

Mereka berdua duduk di kursi halte bis, dengan Chris memeluk Clara dari belakang posesif, seakan takut kehilangan wanitanya lagi. Kedua orang itu menikmati nada-nada hujan yang berjatuhan dalam diam, tanpa satu dari mereka yang ingin membuka mulut untuk memecahkan keheningan yang membentang.

Chris membuka tuxedo basah yang membalut tubuh sempurnanya, karena ingin melindungi Clara dari ganasnya angin malam yang bercampur hujan malam itu. "Maaf aku mengecewakanmu, tetapi yang kau pikirkan itu salah, aku tidak melakukan apapun pada wanita itu, aku bersumpah," ucap sang lelaki ingin meluruskan pemahaman Clara yang menurutnya melenceng. Tapi, wanita itu bukan mendengar penjelasannya melainkan telah tertidur sebab kelelahan. Lagipun suasan saat itu memang sangat mendukung.
"Clara?" Panggilnya pelan. Tak lama.. "Hchiii!" bersin lelaki itu mengagetkan gadis yang tengah tertidur dalam pelukannya.

I Will Destroy Them (Psycho's Series) √TERBIT (Lengkap)Stories to obsess over. Discover now