Pertemuan adalah awal dari berjalannya sebuah kisah.
Kringg...
Bunyi bel terdengar nyaring di telinga siswa-siswi SMA Pantura Tiga. ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur semester 1.
Tepat di kelas X-IPA 2 berdirilah Pak Suho, yang tak lain adalah wali kelas X-IPA 2. para siswa-siswi kelas X-IPA menatap pak Suho dengan saksama, ralat bukan pak Suho yang mereka tatap melainkan seorang laki-laki yang terlihat asing berdiri tepat disamping wali kelas nya itu.
Cowok itu mempunyai badan yang tinggi, kulit putih bening, hidung yang sangat mancung, dan terlihat Perfect. melihat secara dia orangnya tampan, dan tidak bad, cowok ini pasti akan menjadi sasaran baru para kaum hawa.
"Selamat pagi anak anak." sapa pak Suho.
"pagi, pak." jawab semua.
"kalian semua akan mendapatkan teman baru dikelas ini,"
"silahkan perkenalkan namamu." sambung pak Suho.
Cowok tersebut berjalan menuju ke depan papan tulis untuk memperkenalkan dirinya di kelas barunya ini.
"Hallo semuanya, perkenalkan nama gue Derren Anthonio Xavier," ujarnya kemudian memberi jeda. "Murid baru dikelas ini, pindahan dari SMA Menteng, jakarta barat." sambung siswa yang bernama Derren itu.
"Yasudah kalau gitu, kamu boleh duduk dibangku yang kosong." kata pak Suho kemudian pergi meninggalkan kelas.
Mengingat hari ini adalah hari pertama masuk setelah libur semester 1, itu artinya semua kelas di SMA Pantura Tiga akan free class. Tentu saja hal ini dimanfaatkan oleh para siswa, untuk tidur misalnya?
Derren mencari-cari bangku yang kosong. Menoleh ke kanan, menoleh ke kiri seperti pemanasan ketika mau senam. Dan....ya! Ia menemukan bangku kosong tepat disebelah cowok dengan raut wajah yang datar.
Derren menaruh tas sembarangan ditempat duduknya. kemudian berniat untuk mengajak kenalan teman sebangku.
"Nama lo siapa?" tanya Derren sambil mengangkat tangan berniat untuk menjabat tangan sosok laki laki yang duduk disebelah nya. laki laki itupun menoleh ke arah Derren sambil tersenyum dan menerima Jabatan tangan dari Derren.
"Raka Panji Diederick, panggil aja Raka" jawab Raka.
Setelah lama bercakap-cakap dengan Raka, Derren menoleh ke kiri dan mendapati seorang cewek yang duduk disebelah bangkunya, sedang sibuk membaca buku. Rasa ingin berkenalan kepada cewek tersebut bagi Derren hilang, setelah ada salah seorang dari teman Derren menyapa gadis itu terlebih dahulu.
"Tamara, pulpen lo masih gue pinjem"
"Oke sip,"
Jadi, namanya Tamara? ucap Derren dalam hati.
***
Bel pulang telah berdering sejak Lima belas menit yang lalu. Tapi Tamara masih duduk di Halte menunggu Abangnya menjemput, Karena kelas dua belas lebih dulu pulang akibat guru kelas dua belas ada rapat.
Tepat didepan halte, sebuah mobil sedan warna hitam berhenti melintas di depan Tamara.
"Ehh, Tamara? Mau bareng sama tante?" sapa seseorang dari dalam mobil Sedan Hitam.
Tante Eulis?
Tante Eulis adalah tetangga Tamara, rumah tante Eulis masih satu komplek dengan rumah Tamara. Dia adalah seorang ibu rumah tangga yang terpisah oleh anaknya.
YOU ARE READING
A struggle [BELUM REVISI]
Teen FictionDia menghilang. Tanpa kabar. Tanpa memberi tahu dimana ia tinggal. Kemudian kembali, membawa lara yang semakin menyayat hati.
![A struggle [BELUM REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/190582200-64-k538372.jpg)