•selamat membaca•
miera menatap Devan dengan mata yang terlihat amarah yang menggebu-gebu di bawah guyuran hujan , mereka saling memandang.
Wajah miera terlihat rasa kecewa, berbeda dengan Devan yang memandang dengan ekspresi datar tanpa merasa bersalah walaupun Devan telah melakukan kesalahan yang
besar.
"Terkadang aku bingung. Untuk apa kamu ngejar ngejar aku, buat aku jatuh cinta ,dan sekarang? Aku ngerasa aku bukan pacar kamu!"
Devan yang menatap miera dengan Tajam. "Gue emang sayang dan cinta sama lo, tapi lo ga bisa ngekang gue gitu aja! Gue punya dunia gue, dunia gue ga cuma lo!"
miera yang tersenyum getir."oh gitu? Jadi kamu ngerasa terkekang gitu?"
"Lo selalu maksa gue selalu hubungin lo, lo selalu maksa gue buat selalu ada, sadar ga lo!? Sifat lo kekanak kanakan!"
"Iya aku emang kaya anak kecil. Kenapa? Nggak suka?" miera menatap devan "Aku selalu sabar dengan kelakuan kamu itu, sadar ga si? Aku ngerasa kita ga pacaran! kamu selalu mentingin abel abel abel , sebenernya abel atau aku pacar kamu?!"
Devan yang menatap miera dengan jengah.
"Kita putus aja!" Sambung Almiera
"Oke" devan mengangguk "Kita,Putus."
To be continued..
.....🌹.....
17 April 2020
©2019 | all right reserved
YOU ARE READING
reckless
Teen Fictionseorang gadis yang amat ceria dan penyayang ini mengenal cinta , namun bukan kasih sayang yamg ia dapat dari cinta pertama yang ia inginkan ,melainkan sebuah pengkhianatan. gadis itu almiera kirana yang awal ia kira mencintai seorang lelaki yaitu ke...
