Di pagi hari yang indah dan disaat mataku hanya ingin terlelap ,mengapa hp ku harus berdering?
Qila menelfonku dan aku mengangkatnya.
"sudah pagi min,bangun..kita berenang yuk!" kata Qila
"berdua aja?" tanyaku
"gak , gue udah ajak Shafa" jawabnya
"yauda gue siap siap dulu ya" balasku lagi.
Jam menunjukkan pukul 8 pagi ,hari yang harus ku awali dengan buru buru ingin ke kolam renang perumahanku.
Ayo semangat Yasmin..awali harimu dengan yang baik ,semoga tuhan memberiku hal yang indah untuk hari ini ,hehe.
Ucapku pada diriku sendiri.
.....
Akhirnya aku tiba di kolam renang kompleks perumahanku ,saat aku masuk kulihat sekeliling ,sama seperti biasa selalu ramai, sampai akhirnya aku melihat Shafa dan Qila yang sudah duduk di kursi tempat menaruh barang .
"hai putri tidur!.." teriak mereka
"hai"balasku
"langsung aja yuk" ajak Qila semangat.
Setelah aku mengganti baju ,aku langsung nyemplung masuk kedalam air kolam renang .
Kita berlomba sampai keujung ,main dorong dorangan ,lomba tahan napas paling lama dan mengobrol ria bersama, hal yang biasa dilakukan kita saat berenang bersama.
Oh iya ,dari antara kita bertiga yang gak bisa berenang cuma Shafa, makanya kita hanya bermain di kolam 150 cm.
"main yang ke 2 meter yuk,males disini gak menantang" ajak Qila
"lah gue gimana Qil?" tanya shafa bingung
"udah lu disini aja dulu ,gue ama
Yasmin aja"
"gue ikut deh, tapi gua sewa papan renang dulu ya"
"serius fa bisa?" tanyaku memastikan
"tenang aja kali min" jawabnya malu.
.....
Setelah itu kita berenang disana ,awalnya si memang lancar tapi saat Shafa sedang lengah papan selucurnya terlepas dari tangannya.
Shafa panik dan reflek megang kepalaku karna kepalaku dekat dia saat dia tenggelam.
Aku tidak bisa bernafas, Shafa menekan kepalaku ke bawah air agar ia tidak tenggelam ,Shafa memang termasuk anak yang panik berlebihan, jadi aku paham pasti dia seperti itu.
"tolong tolong!!!" teriak Shafa panik.
Tidak ada orang yang sadar karna kondisinya memang ramai dan cukup berisik. Qila juga saat itu lagi memesan burger untuk kita jadi dia tidak tahu.
Tiba tiba ada 2 orang cowo yang membantu kita,aku tidak bisa melihat terlalu jelas ,karna aku dalam keadaan setengah sadar .
Lalu kita dibawa ke samping kolam ,aku masih keadaan lemas saat itu karna aku telah meminum banyak air kolam renang .
Intinya aku jauh lebih lemas daripada Shafa.
.....
Aku duduk lemas sambil meminum air putih hangat yang diambilkan Qila. Setelah itu aku kembali sadar 100 %.
Disamping kiriku ada Qila yang sedang membantu mengurut bahu ku,disamping kananku ada Shafa yang terlihat khawatir diraut wajahnya,tapi sepertinya Shafa baik baik saja.
Dan didepanku ada 2 laki laki tampan berbadan tinggi,putih yang hanya memakai celana pendek hitam selutut.,ah shit mereka sempurna..
Tapi tunggu mereka siapa?
"kalian siapa?" tanyaku bingung
"mereka yang tolongin kamu sama Shafa pas tadi tenggelem"jawab Qila.
Apa!? Aku ditolongin sama mereka? Apa aku mimpi sekarang?
Tuhan tolong jangan bangunkan aku sekarang jika aku memang sedang bermimpi...
Tapi kenyataanya tidak ,aku tidak sedang bermpimpi ,aku benar di tolongin sama 2 cowo sempurna itu!
"lu gapapa kan?" tanya salah satu cowo yang bingung melihatku melamun.
"eiya aku gapapa ,makasih ya udah mau bantuin kita" balasku
"iya gapapa ,yang penting kalian berdua ga kenapa napa"
"eh iya gua Adam ini adik gua Dewa"
Ucapnya sambil menjulurkan tangannya kepada kita bertiga
Adiknya pun ikut bersalaman kenal juga.
Mereka mirip! Hanya saja Adam lebih tinggi daripada Dewa.
Tapi tunggu.. Mereka mempunyai bola mata yang sangat indah , alisnya juga tebal ,hidungnya mancung ditambah bibir merah muda yang manis...
Aku tidak kuat melihat mata mereka lama lama.
Sudah cukup, mereka terlalu sempurna untuk aku ,cewe ingusan kelas 3 smp yang terlalu banyak mimpi kalau sedang tidur.
"kalian kelas berapa?" tanya Dewa.
"kita kelas 9,kalian?" tanya Qila balik.
"Adam kelas 11 dan gue kelas 10"
"Ooo kaka kelas, pantesan tinggi banget" jawab Shafa kagum.
"yauda udah jam 10 nih, balik yuk, udah mulai panas juga " ajak Qila
" oke kita bilas dulu ya" balas Dewa.
.....
Selesai bilas kita rapih rapih ,tiba tiba Qila di telfon sama mamanya ,disuruh cepet pulang katanya saudaranya yang dari Aceh datang.
Qila pun terburu buru pulang bareng Shafa, karena rumah mereka sampingan .
"bye Yasmin! thank you for today" kata Qila terburu buru
"oke hati hati ya..." balasku
"sorry for today Yasmin bye!!" teriak Shafa dari kejauhan
"iya iya gapapa hahaha" jawabku.
Tinggalah aku sendiri di depan parkiran kolam renang sambil ingin memesan ojek online untuk pulang kerumah.
Tiba tiba...
"Hai Yasmin" ucap Dewa sambil menepuk bahu ku
"astaga, kaget tau ga!"
"sorry sorry ,emang gua ngagetin banget apa?"
"iya ish"
Dia hanya tertawa melihat wajah ku yang kaget ini, tapi tunggu.. Dia juga memiliki lesung pipit di kedua pipinya sama sepertiku.. shit, manis sekali
"by the way Adam kemana?"
"Adam udah duluan tadi,katanya si ada acara penting"
"oo gitu"
"oiya tadi muka lu lucu banget pas masih setengah sadar ,hahaha"
Aku hanya membalas dengan senyum paksaan.
Wajahnya dekat sekali denganku saat ia tertawa ,ah tuhan tolong bantu aku, jantungku berdegup cepat seperti sedang dikejar hantu..
Tiba tiba ada sedan hitam yang datang .
"mau bareng?" ajaknya
"ngga Dewa,makasih gua udah pesen ojek online" kataku
"yauda duluan ya Yasmin" ucapnya sambil mengacak ngacak rambutku. seketika pipiku memerah saat dia melakukan itu,bagaimana tidak? Ia melakukannya sambil mengeluarkan senyum manisnya.
.....
"Terima kasih semesta, aku bersyukur hari ini masih bisa berbaring dikasur untuk tidur, dan kembali memulai petualangan baru dalam mimpi".
"Terima kasih juga,sudah memperkenalkanku kepada dua sosok baik hati yang berhasil menolongku tadi pagi. Aku tidak tahu lagi jika mereka tidak ada."
"Bolehkah aku meminta sesuatu? Aku ingin dipertemukan lagi dengan dua manusia baik hati itu lagi. setidaknya sekali lagi, atau kalo boleh selamanya".
YASMINIA CALISTA♥
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlit Night
Fiksi RemajaCerita ini dimulai dari kata kehilangan, kehilangan bagiku adalah ketika aku masuk kedalam zona, yang sudah tidak ada lagi rasa untuk mencintai seseorang lain lagi selama bertahun tahun. Sampai akhirnya aku menemukan kata pertemuan, yang menghilangk...
