Prolog

58 6 1
                                        

Cermin disudut ruang kesehatan menjadi saksi dari usaha terlihat sempurnanya seorang gadis. Mata kecil itu menelisik setiap inci tubuhnya agar tak nampak sedikitpun cacat dari penampilannya pagi ini. Setelahnya sebuah senyuman manis terbit dari kedua sudut bibirnya.

Namanya Aurora. Gadis berparas menggemaskan dan bertubuh mungil itu adalah seorang anggota ekstrakulikuler PMR. Dan seperti yang tertera di jadwal, hari sabtu adalah hari dimana ia akan mengambil beberapa obat dan alat kesehatan dari ruang guru. Akan tetapi ada alasan lain yang menjadikan ia selalu semangat untuk melakukan rutinitas ini.

"Minggu ini saya hanya butuh asam nitrat dan alkohol 70%, Bu." Jantung Aurora dipaksa bekerja dengan tak wajar hanya karena telinganya menangkap suara dalam khas seorang Orion. Ia lalu memberanikan dirinya untuk membuka pintu ruang guru dengan perlahan.

"Permisi bu, saya mau ambil barang-barang uks." Ucap Aurora yang mana mengalihkan atensi beberapa individu termasuk Orion. Dan dengan sebuah ketidaksengajaan yang indah, kedua pasang netra bertemu. Dan sekali lagi, Aurora jatuh hati hanya dengan sebuah tatapan.

[ M u a r a ]Where stories live. Discover now