satu

463 52 29
                                        

Selamat bertemu kembali dengan tulisan acakadul punya saya pemirsaaa:)
.
.
.
Dukung dengan vote and comentnya ya seyeng:*
.
.
.

Lopyuhhhhhhhh ^_^
.
.
.
.
.
.
.
.
.

***
.
.
.

.
.



Korea Selatan 1804




Di tengah kesunyian hutan yang lebat. Terdengar suara semak-semak dan ranting pepohonan yang saling bergesek dan bergoyang. Bukanlah angin penyebabnya, melainkan sesosok makhluk cantik dengan pakaian putih kebiruan yang tengah berlari. Ia berlari seperti orang yang kesetanan, segala macam halangan di depannya ia tabrak tak pedulia jika ia terluka. Padahal tubuh putih nan mulusnya kini tertutupi beberapa luka goresan dan lebam keunguan yang sangat kontras dengan kulitnya. Peluh yang mengucur dari keningnya perlahan meleleh membasahi surai dan pakaiannya. Wajah cantiknya memucat menunjukan ekspresi ketakutan. Sesekali ia menoleh ke belakang mengawasi situasi.

Seketika langkah kakinya terhenti saat ia hampir jatuh terperosok ke dalam jurang. Jurang yang cukup curam. Jika saja ia sedikit tidak fokus pada langkahnya sudah dapat dipastikan ia akan terkapar tak sadarkan diri di dasar jurang sana.

Semakin gelisah rasanya. Melihat tak ada jalan lagi yang harus di tempuh agar selamat dari maut. Suara semak-semak bergoyang terdengar jelas oleh indranya. Itu pertanda bahwa ada seseorang yang tengah berjalan mendekatinya. Semakin takut saja di buatnya. Semak-semak itu semakin bergerak menuju arahnya. Tak tau harus bagaimana. Ia pasrah jika memang itu adalah seorang yang ia hindari. Menghela nafas panjang, karena sebentar lagi peristiwa yang tak diinginkannya akan terjadi.

Dan benar saja, sesosok makhluk berpakaian serba hitam dan berperawakan tinggi tegap mendekat ke arahnya. Seringai tercetak jelas di wajahnya. Surainya yang berwarna hitam menambah kesan kegelapan dalam dirinya. Tangannya terlihat menggengam tongkat berbentuk aneh berhiaskan ukiran-ukiran yang nampak membingungkan.

"Menyerahlah cantik. Kau nampak sangat kacau. Jangan paksakan kondisimu untuk melawan Bogles sepertiku hahahaha..." tawanya menggelegar. Membisingkan hutan yang sedari tadi nampak sunyi. Bahkan burung-burung kecil yang bertengger di pohon nampak terbang menjauh karena mendengar suara tawa yang amat mengerikan tersebut.

"Jangan mendekat! Atau ku bunuh kau!" jawab lantang dari namja yang di panggil Bogles itu dengan sebutan 'cantik', walaupun jelas sekali ia terlihat gemetaran menahan ketakutannya sendiri.

"Kau mau membunuhku? Kau yakin? Ayolah sebaiknya kau menyerah saja! Aku tak akan membunuhmu aku janji" ejekan terlontar dari bibir bak perpoles lipstik hitam milik makhluk Bogles tersebut.

"Aku tidak takut padamu!"

"Tenanglah. Aku tidak berniat membunuhmu. Aku hanya akan membuatmu terkurung di sini karena kau telah berani menolak cintaku" ujar sang Bogles santai. Bogles sendiri adalah iblis jahat yang bersifat dasarkan seperti Goblin yang memilik kecenderungan untuk melakukan hal yang merugikan dengan cara melakukan kebohongan atau juga pembunuhan.

Pertarungan sengit tak dapat terhindari. Sihir-sihir yang kuat menyelimuti pertarungan itu. Kekuatan magis yang di hasilkan digunakan untuk saling menyerang. Keduanya sama-sama berusaha untuk lebih unggul dari lawan.

"Akkhh"

Tubuh sang namja cantik terhempas ke permukaan tanah yang keras. Sungguh mengenaskan sekali kondisinya. Kulit mulus bak porselen itu di penuhi luka-luka sayatan yang terlihat sangat kontras. Luka lebam melengkapi tubuhnya yang membuktikan bahwa pertarungan itu sungguh mengerikan. Tak jauh berbeda dengan namja cantik, kini makhluk berjenis Bogles yang bernama Jackson itu terlihat sama ironisnya. Tubuhnya penuh luka yang menganga lebar dan mengeluarkan darah. Namun ia masih dapat berdiri kokoh dengan kedua kakinya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 07, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

My Lover is a Fairy ~Minyoon~Stories to obsess over. Discover now