one

73 14 31
                                        

Della diana mustika. adalah seorang gadis berusia 24 tahun yang sekarang bekerja menjadi manajer di salah satu kantor perpajakan di Jakarta.

Della tampak sibuk dengan layar monitor di depannya. karena hari ini, hari terakhirnya bekerja karena besok dia akan mengambil cuti untuk pergi berlibur ke negara yang telah lama dia impikan untuk di kunjungi

"Huff, selesai juga pekerjaan ku" ucap della sambil meregangkan badannya dengan meliuk-liuk ke kanan dan kiri " Korea, im coming" ucap della dengan senyuman mengembang di pipinya

Besoknya...

Seoul 14:45 pm

Gadis berumur 24 tahun itu, berjalan menuruni eskalator di Incheon airport dengan koper merah besar di sampingnya dan ransel kecil di punggung nya

"Akhirnyaa, aku sampai di negara ginseng ini" ucap Della yang sudah berdiri di luar bandara sambil melihat taksi yang akan di naikinya

Della melambaikan tangan ke atas, kode untuk supir taksi berhenti. Dia langsung berlari kecil ke arah taksi " ahjjusi, tolong antarkan saya ke hotel ini" ucap Della dalam bahasa Korea sambil memperlihatkan layar ponselnya kepada supir taksi itu

"Ohh, baiklah" ucap supir taksi dan langsung berlalu meninggalkan bandara

Sepanjang perjalanan, della tidak berhenti mengangumi negara empat musim ini. Beruntung dia berkunjung ke sini sedang berlangsung musim semi. Jadi bunga sakura bermekaran di tepi jalan sangat menarik untuk di lihat

"Apakah kau menyukainya?" Tanya supir taksi yang melihat Della dari cermin kecil di depannya

"Ahh, ia. Saya baru kali ini melihat pemandangan ini secara langsung" jawab  della sambil menggaruk tengkuknya

Supir taksi itu mengangguk dan melirik della lagi "Apa tujuan mu datang ke sini? Kenapa kamu memilih Korea kalau hanya untuk mengagumi bunga sakura, bukannya di Jepang lebih indah dari ini?"

Della cukup kaget mendengar penuturan sang supir "sebenarnya, saya juga tidak tahu sekarang sedang berlangsung musim semi. Dan saya ke sini untuk bertemu idola saya" jawab della sedikit malu

Supir itu terkekeh " anda orang pertama yang saya temui yang malu menyebutkan kalau tujuannya ke sini untuk bertemu idolanya"

"Ba-bagaimana bisa?" Tanya Della heran. Ada apa dengan supir taksi ini? Kenapa dia begitu banyak bicara dan terus bertanya?

"Saya sudah beberapa kali mengantarkan penumpang asing yang tujuannya ke sini untuk bertemu idolanya. Tapi mereka semua begitu bersemangat menyebutkannya. Bahkan ada yang bertanya kepada saya, apakah saya mengenali idolnya atau tidak" jawab supir taksi sambil sedikit tertawa

Della tidak menanggapi, dia hanya menyunggingkan senyuman canggung dan beralih menatap ke arah luar lagi. Kira-kira sepuluh menit della sampai di hotel yang telah di pesan sebelumnya

Dia melangkah canggung ke dalam hotel tersebut dan langsung berjalan ke meja resepsionis " annyeong hasimmnikka, ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsionis tersebut

"Saya telah memesan kamar sebelumnya. Apakah bisa di cek nomor berapa kamar saya?"

"Baik, boleh saya melihat kartu identitas anda?"

Della mengambil pasport nya dari dalam tas dan menyerahkannya kepada resepsionis tersebut

"Baik, kamar anda di lantai lima nomor 134. Dan ini kunci kamarnya" ucap resepsionis sambil menyerahkan kunci kamar yang berbentuk kartu plastik  itu

Della langsung pergi setelah dia mengetahui nomor kamarnya. Dia menaiki lift untuk pergi ke lantai lima. Sampai di lobi lantai lima dia berjalan mencari pintu kamar yang bernomor 134 tersebut.

Setelah dia menemukan kamarnya,dia langsung masuk dan langsung merebahkan dirinya di kasur empuk dengan seprai berwarna putih 

"Oppa, besok aku datang" gumam della sambil menatap ke arah jendela besar di kamarnya. Di sana bisa terlihat jelas kota Seoul dengan gedung-gedung tinggi yang menghiasi sebagian besar wilayahnya. Di malam hari, lampu-lampu gedung tersebut akan sangat indah untuk di pandangi. Tidak salah Della memilih hotel ini untuk dia tinggali sementara dia di sini

Gedung fansigh 10:00 am

Della turun dari taksi di depan sebuah gedung yang memiliki halaman yang sangat luas. Disana tampak poster-poster yang di dominasi berwarna merah terpampang dengan wajah cool menghiasi nya

Senyum della mengambang melihat semua yang di saksikannya. Banyak sekali fans-fans seperti dirinya mengantri sambil membawa atribut-atribut yang bertemakan idolanya itu

"Wahh, Daebak. Aku nyata bisa sampai disini" ucap della sambil melangkahkan kakinya menuju tempat antrian. Dia sesekali tersenyum melihat ulah fans yang kadang kocak menurut nya

Karena dia hanya sendiri datang ke sana, dia sedikit canggung melihat orang di sekitarnya yang mempunyai teman. Tidak gampang bagi Della untuk sampai ke sini, dia belajar menguasai bahasa Korea semenjak kelas satu SMA.

Awalnya, Della tak berniat pergi ke negeri ginseng ini sendirian. Tapi karena seseorang yang telah memotivasi nya dari zaman SMA dulu untuk selalu berjalan mencapai puncak, Della akhirnya memutuskan niat untuk menemui motivator nya itu sendirian.

Beberapa waktu kemudian antrian Della untuk memasuki gedung akhirnya selesai. Dia telah memasuki sebuah gedung yang cukup luas, dia duduk di salah satu kursi yang sudah di alasi dengan karpet. Banyak sekali fans yang histeris waktu pertama kali memasuki gedung karena melihat poster idolnya itu terpampang sangat lebar. Dan juga alunan lagu-lagu mereka menghiasi kebisingan yang ada di sana.

Di atas panggung, tepat di depan Della dan fans lainnya duduk, terlihat para staff menyusun meja, kursi, dan air mineral dengan sangat cepat. Tak berselang lama, semua fans sangat histeris melihat tujuh sosok laki-laki tampan yang berjalan elegan menaiki panggung dan duduk di kursi yang di sediakan tadi.

Jantung Della berdetak begitu kencang, orang yang jadi motivator nya selama delapan tahun ini, orang yang sangat dia kagumi selama ini, dan orang yang sangat dia cintai selama ini duduk tepat di depannya dengan senyuman yang sangat jelas terlihat.

Walaupun Della duduk di tengah-tengah para fans lain, itu tidak menghalangi dia terus menatap ke depan. Semua kebisingan, keributan yang di hasilkan oleh jeritan Fangirl ini seperti tuli bagi Della hanya karena melihat tujuh sosok yang dia kagumi selama ini.

Salah satu dari mereka menyapa fans yang sudah sangat antusias. "Annyeong haseo" sapaan singkat itu berhasil membuat jantung Della berdetak dua kali lipat. Dan tanpa dia sadari setetes air bening meluncur dari mata besar nya yang berbinar.

To be continued....

Huaaaa di lanjut tidak ya???

Ini bener2 imjanasi aku, jadi kalau kalian baca cerita ini anggap aja itu diri kalian sendiri, pasti ngena dehh..

Dan nama cast nya nyata lho, aku belum mau publis ini cerita, tapi karena Mak aku maksa alias delapramustika10 aku publish deh hari ini.. semoga kalian sukaaa muahhh...

Is It Possible?Where stories live. Discover now