Arena Louis, anak kedua dari pasangan kaya raya Renand Louis dan Miranda Louis. Rena panggilannya, dia seorang mahasiswi di Harvard University. Rena anaknya manis dan juga sangat percaya diri, orangnya sangat bodo amat sama hal di sekitarnya, termasuk perjodohan yang dilakukan orang tuanya.
"Rena sayang, apa kamu benar-benar mau menerima perjodohan ini." Miranda selalu bertanya tentang hal ini pada Rena.
"Tentu saja bunda, kenapa bunda selalu bertanya padaku? Apa laki-laki itu jelek? Apa dia jahat?" Ujar Rena yang bingung dengan sikap bundanya.
"Bukan begitu sayang, bunda hanya khawatir kamu terpaksa menerima ini. Jika kamu terpaksa tidak apa-apa jika kamu menolaknya." Ujar Miranda.
"Tidak bunda, aku tidak terpaksa, aku yakin pilihan bunda dan ayah itu sangat tepat. Aku pergi dulu Bun, Kaffa sudah menunggu." Rena berdiri dari duduknya dan menyalimi Miranda, dia harus pergi sekarang, karena hari ini adalah hari terakhirnya bertemu sahabat baiknya Kaffa, Kaffa akan meninggalkannya sendirian di sini, Kaffa akan pergi jauh ke London untuk bekerja meneruskan perusahaan ayahnya. Kaffa benar-benar pria yang jahat.
'semoga pilihan bunda dan ayahmu memang tepat Nak.' Miranda bergumam sambil menatap punggung Putrinya hingga menghilang dibalik pintu.
Arena POV
Aku sudah sampai di sebuah Restoran Seafood kesukaanku, berjalan kedalam sambil melihat sekeliling mencari Pria jahat bernama Kaffa Smith. Tega sekali dia meninggalkanku disini sendiri, awas saja jika nanti dia bilang kangen padaku, aku akan mengumpatnya berkali-kali. Ah, akhirnya aku melihatnya, duduk sendirian di pojok ruangan, suka sekali dia di tempat sempit seperti itu, apa tidak takut ada cicak apa? Hiih, membayangkannya saja sudah membuatku merinding.
" Hai jelek." Sapa Kaffa saat aku sampai di mejanya
"Kamu yang jelek, sudah jelek jahat lagi." Ujar ku cemberut lalu duduk di depannya.
"Jangan marah-marah terus, nanti kamu tambah jelek, senyum dong, masa aku mau pergi jauh kamu malah cemberut gini." Kaffa mencubit pipiku yang agak kembul ini, suka sekali mencubit pipiku.
" Kamu jangan mencubit pipiku terus, apa kamu tidak tau kalau ini sakit ha?." Aku mengusap pipiku dengan lembut, berusaha menghilangkan kemerahan akibat dicubit pria jahat ini.
Kaffa hanya tertawa melihatku, dia memang sangat suka membuatku marah, katanya aku cantik jika marah, eh, apaan sih, aku jadi malu.. hehehe..
"Apa kamu benar-benar akan pergi?" Ujar ku lirih, mataku sudah berkaca-kaca.
"Jangan menangis, aku tidak suka melihatmu menangis. Aku harus pergj, aku akan kembali kok, tenang saja, aku akan bawakan oleh-oleh yang banyak untukmu." Kaffa menggenggam tangan ku erat, seolah menenangkan ku.
"Huh, mau aku menangis sejadi-jadinya pun kamu akan tetap pergi kan? Pergilah kemanapun kamu mau, aku tidak peduli." Aku masih tetap tidak terima dengan ini.
"Apa kamu tidak mau makan?" Ujar Kaffa mengalihkan pembicaraan.
"Tentu saja, karena kamu akan pergi aku akan membuatmu bangkrut terlebih dahulu, aku pesan semua makanan yang ada disini."
To be continued
YOU ARE READING
LOST FREEDOM
RomanceJadi tunangan seorang artis papan atas sekaligus pengusaha kaya raya memang impian semua wanita, Sebelum tau gimana rasanya. Itulah yang dirasakan seorang Arena Louis. Menjadi tunangan seorang terkenal dengan paksaan, dikira bakalan mudah ternyata t...
