Seorang perempuan yang baru saja menginjakkan kakinya di tanah Jepang, kini sedang menanti seseorang. Di Bandara, dia mengedarkan pandangannya berharap bertemu dengan orang yang diharapkannya. Dia mulai lelah karena menunggu hampir satu jam, kakinya terasa pegal. Dia memutuskan untuk duduk disalah satu bangku, kemudian kembali menelepon orang itu. Tapi, selalu saja tak tersambung.
"ALENA REVALITA!!"
Alena terperanjat, dia menjauh dari bangku yang ia duduki. Ketika membalikkan badannya, ternyata dibelakangnya ada pria berbadan kekar yang sedang mengacungkan spanduk bertuliskan nama Alena. Siapa dia? Cukup lama Alena memperhatikan pria itu, hingga mata mereka bertemu.
"Are you Alena? Wait---"
Pria itu kemudian mengambil ponselnya dan memperhatikannya cukup lama, memperhatikan ponsel dan Alena secara bergantian. Alena sontak menarik cepat koper-kopernya dan tasnya, menjauh dari pria tersebut.
"Okay, You are Alena. Please follow me, I will pick up you," ujar pria itu sambil berjalan mendekati Alena, Alena memundurkan langkahnya.
"Who are you? And how you know my name?" Tanya Alena.
"I'm Kazuki's friend, he ask me to pick up you. He can't because he's so busy with his homework. Come on, please follow me. I have to go now, let's go."
Alena menggelengkan kepalanya, ia tak percaya dengan orang asing. Terlebih lagi tubuhnya yang kekar dan wajahnya yang garang membuat Alena panik, dia takut diculik.
"No, Kazuki said that he will pick up me, not other people."
Setelah mengatakan itu, Alena membawa semua barang bawaannya. Berjalan cepat menuju taksi, berharap pria kekar tersebut tak mengikutinya. Tapi salah, pria itu berlari sambil berteriak meminta Alena untuk ikut dengannya. Langkah pria itu cukup lebar, hingga tangan Alena berhasil ia dapat.
"I'm sorry if made you affraid, but you have to follow me," ujar pria itu. Alena mengguncangkan tangannya berharap terlepas dari cengkaraman kuat ini, tapi nihil.
"Please leave me or I will scream to all that you will pick up me and kill me!" Bentak Alena.
Setelah mengguncang dengan seluruh tenaganya, akhirnya Alena bisa terlepas dan langsung masuk ke dalam taksi. Barang-barangnya dimasukkan ke bagasi oleh supir taksi, Alena meminta supir itu untuk bergerak lebih cepat. Meski Alena tahu bahwa pria tadi tak lagi mengikutinya, ia meminta supir untuk langsung melajukan taksinya setelah diberi tahu alamatnya. Beruntung ia mencatat alamatnya, ia sedikit tenang sekarang.
'Baru juga dateng ke Jepang, udah kaya gini kejadiannya,' batin Alena.
===================================
Ima-kimi no te o hanaseru you ni.
"Sebelum melepaskan tanganmu sekarang."
I gotta let you know that I need to let you go.
"Aku ingin kau tahu bahwa aku harus (membiarkanmu) pergi."
Hard to say goodbye, demo nigenai.
"Sulit (memang) untuk mengatakan selamat tinggal, tapi aku (juga) tidak bisa lari."
I'm ready to let go.
"(Karena itu) Aku bersedia untuk pergi."
Let Go- BTS.
Translate from Japan.
========================================
LET GO
@Monaee__
Copyright ©2019 Monaee__
Tentunya kalian paham tentang adanya hak cipta.
Dilarang meng- copas cerita ini.
Plagiat, menjauhlah atau gue do'ain supaya cerita lo ga laku.
Selasa, 14 Mei 2019.
@Monaee__
YOU ARE READING
Let Go
General FictionKetika ada yang bertanya, seberapa jauh orang bisa melarikan diri dari masalah? Bagiku, jawabannya adalah sejauh jarak Jakarta-Tokyo. Tokyo tak hanya memberi persembunyian dan perlindungan, tapi juga membuatku kembali memikirkan ulang apa yang telah...
