PROLOG

41.9K 1.5K 10
                                        

Suasana kantin siang itu penuh dan sesak. Bianca mendengus kecil menunggu antrian disalah satu bangku kantin. Matanya menyipit melihat jam dinding yang berada di kantin.

Ck bentar lagi masuk.

Wajah gadis itu semakin masam mengingat pelajaran selanjutnya adalah mtk. Rasanya Bianca makin malas untuk kembali ke kelas. Ia kemudian menoleh melihat di sudut kantin yang tiba tiba rusuh. Dahinya berkerut sebentar, tak lama ia menguap tak peduli saat tau biang kerusuhan itu.

Sekelompok cowok yang hanya mengandalkan tampang untuk mencari perhatian.

Bianca tak tau pasti, ya, selain teman temannya selalu heboh menceritakan ketampanan dan kekurangajaran kakak kelas itu.

Kadang Bianca heran kenapa orang kaya gitu dipuja-puja. Ia kemudian mengangkat bahu tak peduli, toh, itu bukan urusannya.

Saat merasa barisan mulai sepi, Bianca segera bangkit dari duduknya. Memesan sebotol air mineral dan berencana untuk cepat cepat keluar dari suasana yang sesak ini.

Tapi itu tak semudah yang ia pikir.

Jalan gadis itu terhalang saat salah satu dari cowok itu berjalan mendekat kearahnya.

"Heh lo, yang di kuncir! Jadi pacar gue ya!"

Bianca mengerjapkan mata. Ia melirik sekitar, menyakinkan bahwa dia yang ditunjuk. Bianca merasakan tangannya mulai mendingin menyadari seluruh perhatian terpusat padanya.

"Maaf Kak, saya ga bisa." Bianca menjawab mantap.

Cowok itu menggeleng santai, "No no no. Gue ga nerima penolakan. Sekarang kita pacaran!" Ujarnya maju menggenggam tangan Bianca semangat. Bianca mengumpat dalam hati. Apalagi ini? Dia jadi bahan mainan?

"Kak, saya ga mau!" Tegas Bianca berusaha melepaskan tangannya. Ia mendongak menatap cowok itu tajam. Jendra balas menatap Bianca disertai senyuman andalannya.

"Ga usah formal, sekarang lo milik gue!" Jendra menarik Bianca begitu saja.

Bianca membelalakkan matanya.

Dosa apa yang ia lakukan semalam, sampai sampai iblis ini datang padanya?

JENDRABIHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora