🎵. Blackpink - Playing With Fire
***
"Sorry tanganku licin." Ucapnya membuka suara sembari tersenyum dengan polos.
Gadis itu hanya terdiam menunduk ditempatnya mulutnya terkatup rapat namun bahasa tubuhnya menjawab jika gadis itu ketakutan dengan tubuh yang bergetar hebat. Wajahnya tampak mendung, dengan air mata yang menggenang mendesak keluar. Diperlakukan seperti ini tidak pernah sekalipun terlintas dalam pikirannya.
Marah bercampur takut menjadi satu. Kesalahannya karena berani mengusik ketenangan cowok itu tapi itu diluar dari kehendaknya. Dia benar-benar tidak sengaja melakukannya, bahkan jika ia bisa memutar waktu ia tidak akan pernah mau berurusan dengan cowok berdarah dingin sepertinya.
"Orang minta maaf tuh dijawab." Sindir JK tersenyum sinis, kali ini ia tampak berjongkok masih menikmati boneka mainannya yang kini sudah basah kuyup dibawah sana.
Bagaimana ia bisa menjawab jika cowok itu begitu menakutkan baginya. Bahkan hanya dengan kehadirannya pun ia merasa terintimidasi.
Melihat tanda-tanda gadis itu tidak akan menjawab membuatnya menghela napas kasar.
"Kenapa diam? Kamu tuli ya? At--"
Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya sesuatu dari arah belakangnya membuat tubuhnya terbang dan terjerembab masuk ke dalam kolam renang.
Pendaratannya tidak mulus ia merasakan kepalanya terbentur lantai keramik lebih dulu. Dengan cepat air memenuhi mulut dan memasuki hidungnya membuat kepalanya seperti tersengat aliran listrik. Sakit dan berdengung. Sialnya karena ketinggian air hanya sebatas dada yang biasanya jika penuh akan sedalam lebih kurang 2 meter.
Itu bukan angin atau sesuatu yang tak terihat oleh mata. Iya merasakan sesuatu ah tidak tapi seseorang dengan sengaja mendorong bagian belakang tubuhnya. Ia mengutuk siapa pun yang berani membuatnya ada dalam keadaan yang mengenaskan ini.
Saat ia berhasil mengusai tubuhnya kembali dan bergerak ke permukaan untuk mengambil udara sebanyak mungkin disaat ia merasakan paru-parunya nyaris kosong. Ia tersedak air hingga terbatuk sekedar untuk menetralisir rasa sakit pada tenggorokannya.
"Sorry lantainya licin saat aku mau lewat."
Oh God!
Telinganya mendengar suara gadis dan benar saja kala ia menatap sepenuhnya gadis itu yang kini tengah memasang tatapan polosnya. Tidak ada rasa bersalah sedikit pun membuat JK menggeram kecil.
Sedangkan Yena masih terkejut dengan tangan menutup mulutnya tak percaya. Ia terlihat bingung dalam situasi ini. Di tempatnya ia hanya bisa diam mematung menatap bergantian antara JK dengan gadis misterius yang entah datang dari mana bak wonder women untuk membantu Yena dalam cengkraman pangeran berdarah dingin.
Oh oke karangannya benar-benar aneh, mana ada wonder woman bertarung dengan pangeran.
Namun itu yang ia tangkap. Meski Yena tidak terlalu yakin gadis itu datang untuk menolongnya. Tapi apa yang dilakukan gadis itu membuat perasaan seperti rasa bahagia muncul begitu saja. Seolah gadis itu telah melakukan balas dendam untuk dirinya. Oke sekarang ia mulai besar kepala.
Yena bisa merasakan air ini semakin terasa dingin setelah kehadiran JK di sampingnya. Ia ingin lari menjauh merasakan aura dingin dan gelap memenuhi sekitar tubuh cowok itu.
Apalagi ketika tatapan mereka saling beradu. Seolah ia bisa merasakan perang dingin tanpa kata. Kerutan pada dahi Yena tampak saat ia mencoba mengingat wajah gadis itu yang terlihat familiar baginya. Tepat saat ia menyerah untuk mengingat siapa gadis itu, disaat itu pula gadis itu memutuskan kontak terlebih dahulu melirik Yena sekilas lalu pergi begitu saja.
ESTÁS LEYENDO
KILL THIS LOVE ✓
FanfictionWarning : Cerita18+, pernikahan, komedi romantis, sad yang menguras emosi dan mengaduk-aduk perasaan. Cerita yang akan membuatmu tidak bisa berhenti dan ketagihan. _______________ "Jika aku memintamu untuk mati apa kau akan melakukannya untukku?" "A...
