prologue

91 13 5
                                        

Gadis itu menutup bukunya dan merapihkannya,melirik arloji ditangan kirinya,mengeluarkan benda persegi panjang. Gadis itu menatap benda tersebut dengan kesal.

"Aish,dimana dia?"gadis itu mendesah kesal. Gadis itu mengambil tas nya,dan berjalan keluar dari perpustakaan sekolah.

Setelah keluar dari tempat berilmu tersebut,gadis itu mengeluarkan benda persegi panjang kembali.

Terlihat jelas,gadis tersebut mengetik sesuatu pada benda itu,dan memencet sesuatu disana,lalu meletakkan benda itu ditelinganya dan mulai berbicara.

"Ya!kau dimana?kau tau,aku sudah menunggumu lebih dari satu jam disekolah,"pekik gadis itu memarahi seseorang diseberang sana.

"Ya,ya,bersabarlah hyunji-ah,aku sedang dijalan,"ucap seseorang dari seberang sana.

"Cepatlah!,"setelah itu gadis tersebut mematikan teleponnya.

Pasti seseorang diseberang sana sedang memaki dan mengutuk gadis tersebut karena mematikan teleponnya secara sepihak.

Gadis tersebut memasukkan kembali benda itu kedalam tasnya,dan melangkahkan kakinya melewati lorong sekolah yang tampak sepi juga sedikit gelap,gadis tersebut mempercepat langkahnya.

Setibanya dilantai bawah,gadis tersebut berlari menuju Taman sekolah yang terletak disamping parkiran.

Gadis itu mendudukkan dirinya pada bangku taman yang berada di dekat air mancur.

Mengeluarkan ponselnya dan memasang headset ditelinganya.

Sepertinya gadis itu memiliki janji dengan temannya.

Hyunji Pov

Namaku adalah Hyunji. Lebih lengkapnya Jeon Hyunji.

Dan disinilah aku,ditaman sekolah yang tenang. Aku sedang menunggu temanku. Ia akan mengajakku kesebuah kedai kopi,kami akan meminum kopi dan berbincang sedikit.

Sepertinya temanku terjebak macet dijalan. Kalian tau kan bagaimana sibuknya kota Daegu ini. Yap,aku tinggal didaegu bukan di Seoul. Aku tau,Daegu tidak sesibuk orang orang di Seoul. Sore hari seperti ini,semua orang yang bekerja di kota ini pasti akan pulang kerumah masing masing.

Aku memasang headset ditelingaku untuk mendengarkan lagu romance kesukaanku.

Disaat sedang menggumamkan lagu yang terdengar. Seseorang menepuk pundakku dari belakang,dan mengagetkanku,sontak aku menoleh kebelakang.

"Ya!kau ini apa tidak mendengarku?"ucap seorang gadis berponi itu seraya duduk disampingku.

Aku melepas headset yang terpasang ditelingaku,"Hei!kau mengagetkanku,maafkan aku hanna ..aku tidak mendengarmu tadi."

Hanna mengerucutkan bibirnya,"Ya sudah,tidak apa apa,"hanna mengembangkan senyumnya,"kajja,kita pergi."

Hanna menarik tanganku menjauh dari taman hingga menuju parkiran.

---------------------

Aku memandangi jalanan kota Daegu ini yang mulai terlihat sepi.

"Hanna,sudah lama kita tidak bersama seperti ini,"kataku yang masih memandangi jalan.

"Hmm,maaf hyunji-ah,aku terlalu sibuk sehingga kita tidak ada waktu bersama seperti dulu,"ucap hanna yang masih fokus menyetir mobil.

"Iya tidak apa apa,lagipula sekarang kita sudah bersama."

Setelah Itu keheningan menyelimuti mobil.

"Hyunji-ah,"ucap hanna memecahkan keheningan.

Aku menoleh,"Nee??"

"Aku akan..."hana menggantung kata katanya.

Anak ini memang selalu membuat ku penasaran.

"Apaa?cepat katakan!"kataku penasaran.

"Aku akan.."

"Ada apa hana?"tanyaku,"jangan bilang kau ingin pindah ke luar negeri lagi!"

"Aku akan...."hanna mengambil nafas sejenak,"aku akan bersekolah ditempatmu,"ucap hanna.

"WAH!Jinjja?"kataku bersemangat,"kapan kau mengurus surat pindahmu?"tanyaku.

"Appa ku yang mengurus,dan aku akan bersekolah ditempatmu dua hari lagi."

"Waahh,aku senang sekali hanna."

Hanna menoleh,"Aku juga,akhirnya kita bisa bersama lagi."

Aku tidak percaya ini,akhirnya aku bisa bersama hanna lagi setelah aku sempat berpisah dengannya tiga tahun yang lalu. Dan sekarang hanna kembali dan bersekolah ditempatku.

Setelah lama berbincang,kami pun tak sadar sekarang sudah hampir sampai,dan hanna sedang memarkirkan mobilnya.

Aku turun disusul hanna,aku segera menyusul hanna dan menggandeng tangannya. Aku sangatlah bahagia sekarang.

-------------------

"Jadi bagaimana kabar eomma dan appamu?"tanya hanna basa basi.

"Hmm..,"aku mengembulkan pipiku,"eomma dan appaku sangat baik."

Hanna mengangguk,"ah,baguslah jika seperti itu."

"Lalu bagaimana sekolahmu dijepang?"tanyaku. Lalu,menghisap coklat panasku.

"Ya begitulah.."jawabnya. Lalu,memakan steak pesanannya.

Hanna menelan makanannya sejenak,"apa kau sudah memiliki pacar?"

Aku membulatkan mataku,"tidak,aku tidak memiliki pacar."

"Jangan berbohong,ceritakan padaku bagaimana sifat pacarmu itu?"

"Sudahku bilang! Aku tidak memiliki pacar." Ucapku kesal pada hanna.

Ia terkekeh melihat tingkahku,"ku kira kau sudah memiliki pacar."

Aku mengerucutkan bibirku,"tidak ada."

"Lalu bagaimana dengan pacarmu dijepang?"tanyaku.

"Aku memutuskannya. Aku sudah tidak percaya lagi dengannya. Ia berbohong padaku,ia mengatakan ingin mengantar ibunya ke Tokyo. Dan ternyata ia sedang bersama tunangannya dirumahnya."ucapnya menjelaskan apa yang terjadi dengan pacarnya.

Hanna mulai menintikkan air matanya.Dengan segera aku memeluknya untuk menyalurkan apa yang hanna rasakan sekarang.

"Tenang lah,sangat tidak berguna kau menangisi lelaki brengsek seperti dia."kataku menenangkan hanna.

"itu menyakitkan hyunji...."

Aku mengelus pundaknya supaya hanna merasa lebih tenang.

Setelah hanna merasa lebih tenang ia segera menghapus air matanya dan tersenyum padaku.

"Terimakasih sudah mendengarkannya,hyunji."

Dengan cepat aku menggelengkan kepalaku,"tidak,ini lah makna persahabatan. Disaat sahabat kita sedang membutuhkan,kita harus selalu berada disampingnya untuk memberikan kekuatan padanya."

Hanna tersenyum,lalu bangkit dari duduknya.

"Kau sudah selesai?"tanya hanna. Aku mengangguk,"baiklah,ayo kita pulang."

"Kajja!"seruku.

Setelah membayar,kami langsung pulang kerumah masing masing. Hanna mengantarkanku sekalian mampir kerumahku. Katanya hanna sangat merindukan ibuku.

Hyunji pov end








-To Be Continued-

Gimana prolog nya?
Maaf ye kalo gajelas. Maklum ini cerita pertama.

DREAM ||•KIM TAEHYUNGStories to obsess over. Discover now