Kutulis semua kisahku bersamamu di dalam buku ini. Andai saja, kamu bisa membacanya. Kuharap, Tuhan mempertemukan kita kembali.
—————————
Rintik hujan turun, membasahi tubuh Hana. Setetes demi setetes, air hujan jatuh menembus pakaian Hana.
Hana berfikir sejenak. Apa yang harus aku lakukan? Gumamnya.
Oh iya, aku harus berteduh! Teriak dirinya dalam hati.
Hana berlari dengan tubuhnya yang basah kuyup. Ke kanan dan ke kiri sudah Hana lewati, semua arah sudah ia lewati.
Tanpa terduga, ia menemukan suatu tempat yang bisa ia jadikan menjadi tempat berteduh. Hana berlari ke sana, semakin lama, kecepatan Hana berkurang setelah ia melihat seseorang yang tampak mencurigakan.
Tapi dia tak menanggapinya dan ia berteduh di sebelah orang tersebut.
Hana tampak curiga sebab orang itu tidak bergerak sedikit pun. Hana mendekati nya lalu menepuk pundaknya.
"Hei, kamu kenapa?" tanya Hana sedikit ketakutan.
Orang tersebut tidak menjawab.
Hana menepuk pundak orang itu kembali. "Hei!" nada suara Hana lebih tinggi daripada sebelumnya.
Orang itu menoleh.
"Hai, Ha-na." ucap orang tersebut dengan nada yang menyeramkan.
A-a-apa ini. Gumam Hana terkejut, dia melihat banyak darah di muka orang tersebut dan setengah dari mukanya hampir tidak ada.
Baju orang itu berlumuran darah akibat tetesan dari wajahnya, dan dia memegang seekor kupu-kupu pelangi.
"Kamu masih ingat ini Na?" tanya orang tersebut.
"Nggak!" teriak Hana.
"Ayo ikut aku." ajak orang tersebut sembari mengeluarkan senyuman yang sangat menyeramkan.
"NGGAK!" dengan lantang nya, Hana meninggalkan orang tersebut sendirian.
Kamu nggak bisa kabur Hana. Gumam orang tersebut kesal.
Hana lari dengan cepat meninggalkan orang tersebut. Dia berhasil melarikan diri dari orang yang menyeramkan itu.
Dia sudah tidak ada. Gumam Hana senang dan lega.
Hana melirik ke belakang, tidak ada siapapun disana, lalu ia melirik ke depan lagi. Tiba-tiba muncul kembali orang tersebut dengan tatapan yang lebih menyeramkan.
"Mau kemana kamu?!" orang tersebut memegang erat tangan Hana.
"Tolong! Tolong!" Hana menjerit kesakitan.
"Tolong!" teriak Hana.
"Dek! Bangun!" terdengar teriakan sesosok cewek di telinga Hana yang sedang tidur.
Hana beranjak dari tempat tidur. Perlahan dia membuka matanya, dia melihat kakaknya sedang memegang sebuah kertas.
"Dek! Liat! Sekarang waktunya kamu buat ngasih makan kucing!" ucap kakak Hana sembari menunjukkan selembar kertas yang berisi jadwal harian Hana untuk memberi makan kucing.
"Diem dulu deh, aku lagi dikejar nih." ucap Hana dengan lemas dan mata yang sedikit terbuka.
"Apa sih lu?! Lu ngelindur ya?" kakaknya Hana tertawa.
Kakaknya Hana menepuk Hana.
Hana terbangun. "Ka, tolong deh aku mau tidur. Jangan ganggu."
"Eits, tidak bisa. Cepet kasih makan tuh kucingnya." kakaknya Hana menarik Hana dari tempat tidur nya.
"Iya, iya. Nanti aku kasih makan."
Hana berjalan ke taman yang letaknya lumayan dekat dari kamarnya. Dia melihat banyak sekali kupu-kupu berterbangan di taman. Kupu-kupunya berwarna-warni.
Kupu-kupu. Hana tersenyum.
Andai saja kamu masih ada. Gumam Hana.
Hana memberi makan kucingnya sembari ditemani oleh kupu-kupu yang indah.
Hana masih heran mengapa banyak kupu-kupu di tamannya. Kupu-kupu tersebut seakan-akan sedang memberikan teka-teki kepada Hana.
Salah satu kupu-kupu tersebut hinggap di tangan Hana, kupu-kupu tersebut merupakan kupu-kupu yang paling indah diantara kupu-kupu lainnya. Kupu-kupu tersebut memiliki warna pelangi.
Kupu-kupu ini, meningatkan ku kepada dia. Gumam Hana sedih.
"Aku disini Na." terdengar bisikan seseorang di telinga Hana.
"Siapa itu?!" Hana terkejut. Dia celingukan mencari asal suara. Namun, yang ia temukan hanyalah keheningan.
Tiba-tiba semua kupu-kupu yang ada di tamannya berterbangan dan pergi entah kemana.
"Kalian mau kemana?" teriak Hana pada segerombolan kupu-kupu yang sudah menghilang dari pandangannya itu.
"Selamat tinggal." bisikan tersebut kembali terdengar di telinga Hana. Hana celingukan lagi, namun yang ia temukan hanyalah keheningan lagi dan lagi.
Mungkin, ini tanda kehadiran dia. Bisik Hana tersenyum.
—————————
Gimana nih, ceritanya rame gak?
Cerita ini agak-agak creepy ga sih? Wkwk tau ga? Sampai-sampai aku merinding bikin ceritanya wkwk.
Aku lebay.
Jangan lupa vote and comment ya!!
Share ke temen-temen kalian juga ya!
-Anzeleo_
KAMU SEDANG MEMBACA
Butterfly
Teen Fiction'Seandainya, dunia itu adil' "Kenapa sih, lo tega ninggalin gue?" Bagi Hana kata 'melupakan' itu merupakan kata yang paling menakutkan, mengapa? Karena dia mengalami kejadian yang meninggalkan bekas di hati nya, sehingga dia tidak bisa melupakan kej...
