CHAPTER 1

884 77 49
                                        

***

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

***

Yuna tahu kalau sikat gigi ungu di tangan kanannya tidak bermaksud jahat dan sama sekali tidak sedang cari masalah, tapi ia tidak bisa berhenti memelototi alat bantu pembersih rongga mulutnya itu.

Oke, bukan itu yang terjadi.

Yuna melotot karena sedang berusaha membuka matanya lebar-lebar. Berharap rasa kantuknya akan hilang, berharap gumpalan kapas imajiner dalam kepalanya akan lenyap hanya dengan ia menggeleng-geleng keras atau menarik-narik rambutnya (meski itu sedikit membantu). Tidak, ini tak akan hilang sebelum ia mengganti jatah tidurnya semalam. Satu jam memang bukan waktu yang cukup untuk istirahat malam bagi Yuna.

Dan ini bukanlah waktu yang tepat untuk tidur. Sama sekali bukan. Bahkan sudah tidak sempat berlama-lama di kamar mandi seperti yang sering dilakukannya. Kurang dari dua jam lagi, ia harus mengikuti ujian praktek remedial, yep, remedial.

"Sekali lagi, ulang sekali lagi," gumam Yuna sambil meletakkan sikat giginya yang sudah ditempeli pasta gigi di depan kaca.

Yuna membuka mulutnya lebar-lebar, memasukkan jari telunjuk kirinya ke dalam mulut, menyusuri pipi kiri bagian dalam, dan mulai mengulang materi hapalan ujian yang sudah mencuri waktu tidurnya yang berharga.

"Blok mandibula." Yuna memulai dengan melafalkan keras-keras sebisa mulutnya sanggup berbicara, karena hampir seluruh tangan kirinya sekarang dalam mulut.

"Pertama-tama telusuri gingiva rahang bawah bagian bukal untuk mendapatkan trigonum retromolar pad," Yuna membatin sambil menggerakkan telunjuknya di sepanjang gusi dekat gigi geraham kirinya mencari cekungan yang dimaksud. Cekungan yang dimaksud terletak sedikit di atas gigi geraham rahang bawah terakhirnya. Cekungan itulah yang akan dimasuki jarum suntik jika ingin membius sebagian rahang bawah.

Yuna menekan sedikit cekungan itu dengan ujung telunjuknya, dan itu memancing reflek muntahnya. Yuna sadar reflek muntahnya rendah. Siapapun yang mendapatkan Yuna sebagai pasien percobaan latihan menyuntik di rongga mulut, kalian akan perlu kesabaran ekstrem.

Lalu Yuna melafalkan lagi semua persarafan yang akan teranestesi jika melakukan anestesi blok di rahang bawah.

"Aku dengar dari asisten Prof Ahn, dia cuma dapat tugas menyiapkan model rahang bawah untuk ujian remedial," Yuna ingat Chaeyeon memberitahunya tiga hari yang lalu.

Asisten Prof Ahn adalah sumber yang valid, dan Prof Ahn terkenal tidak suka memberikan kejutan beberapa jam sebelum ujian. Jadilah selama tiga hari terakhir Yuna hanya memahirkan teknik yang berhubungan dengan bedah mulut untuk rahang bawah. Teknik mencabut gigi di rahang bawah, teknik suturing, teknik membius.

Third MolarStories to obsess over. Discover now