Gavin Aldevaro

121 7 7
                                        

"Don't judge a book from the cover"


"TERSERAH KAKAK AH"Aletta yang jengah membangunkan kakaknya itu akhirnya memilih turun menghampiri wanita paruh baya Rizka ,ibu dari ketiga anak-anaknya.Meski 1 tahun lagi akan menginjak umur kepala lima,namun cantiknya tak pernah luntur.

"Loh kak Varo nya mana dek?"tanya Rizka melihat putrinya turun dengan wajah cemberut.

"Kak Varo gak mau bangun Mi"Aletta duduk di bangku biasanya, tangannya bergerak mengambil susu yang disiapkan Rizka untuknya dan meneguk pelan-pelan.

"Pagi Mamiku, pagi princess"ucapnya menghampiri mencium pipi Rizka dan Aletta adik kecilnya.

"Kak Rehzo mana oleh-oleh buat Letta?" Aletta meletakkan gelas susunya ke tempat cucian dan menghampiri Rehzo yang duduk di ruang tamu.

"Yah kakak lupa dek"Rehzo menjawab dengan santainya mencoba mengerjai adik kecilnya.

"Beneran kakak lupa?"lirih Aletta menggembungkan pipinya dan matanya berkaca-kaca menatap kakak sulungnya.

Mampus lo Zo! Rehzo yang melihat mata adiknya berkaca-kaca langsung memeluknya.

"Aduuhhh jangan nangis dong dek,kak Rehzo cuman bercanda kok"ucapnya senantiasa mengusap punggung adiknya agar berhenti menangis.

"Jadi kak Rehzo belikan oleh-oleh buat Letta kan?"tanya Aletta dipelukan Rehzo.

"Udah kakak belikan kamu boneka beruang di kamar kamu tuh"ucap Rehzo.Perlahan Aletta menghapus air matanya lalu menatap Rehzo dengan senyuman lebar.

"Yeeahhh berhasil ngerjain kak Rehzo" ucapnya lantang dan berlari ke arah kamarnya.

Rehzo yang menyadari dirinya telah dibodohi adik kecilnya hanya menepuk dahinya pelan sambil menggerutu sebal.Gw dibohongi anak kecil masa huuu sedihnya

"Rehzo bangunin Varo"Rizka sedikit mengeraskan suaranya agar sang empu bisa mendengar suaranya.

"Iya mi" Varo segera bangkit menuju kamar adik pertama,anak kedua setelah dirinya dikeluarga.

Selintas ide muncul di otak tampannya yang melihat adiknya masih bergelut manja dengan pacar kesayangannya itu.

Rehzo mulai melangkah pelan menuju meja kecil yang terletak di pinggir kasur adiknya.Ia mengambil gelas bekas air dan menyiramkan ke wajah adiknya.

"ANJAYY"teriak sang empu yang tersadar.

"KAKAK BICARANYA DIJAGA"suara teriakan Rizka begitu menggelegar hingga menutup telinganya.

Hahahahahahahahahaha.Rehzo tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi adiknya.Namun yang dilihat menggeram kesal hingga suatu benda melayang kearah kepala sang kakak.

Dukk.
"Sialan ya lo" Rehzo meringis mengusap keningnya yang terkena bantal dari sang adik.

"Ngapain lo pulang?"sarkas Varo menatap malas kakaknya.

"Ye harusnya tuh lo bersyukur kakak tertampan ini pulang dengan selamat sentosa mengantarkan kita kedepan...lah salah ngomong kan gw"Rehzo berjalan keluar kamar namun saat sampai di depan kamar adiknya ia berbalik menatap Varo yang sedang menatapnya.

"Cepet mandi ditunggu dibawah"ucapnya lalu melangkah menuju meja makan.

.
.
.

Varo menyambar jaket,tas punggung hitam,serta kunci motornya.Menutup pintu kamar,lalu menuruni tangga untuk bertemu dengan keluarganya yang ia tebak sudah duduk lengkap disana,namun sedikit bingung tidak mendapati Papinya di sana.

ALDEVAROWhere stories live. Discover now