"Baik anak-anak, pelajaran hari ini selesai. Jangan lupa mengerjakan tugas kalian, ibu pamit" . Langkah kaki bertahap dan bunyi pintu tertutup terdengar jelas di telinga Thasya.
Gadis berambut hitam itu menutupi telinganya dengan telunjuk, mendengar informasi yang disalurkan lewat alat pendengar yang menempel di telinga .
"Aku tau siapa pelakunya Thasya, Cafe mourtalla 7 p.m".
Sungguh ia benar-benar kesal dengan temannya satu ini, seolah-olah seorang mata-mata yang menyeramkan.
Thasya berjalan keluar kelasnya, sudah ada mobil hitam yang menunggunya tanpa ada seorang pun yang tau.
"Hello Casey, lama tidak berjumpa dengan dirimu dan ngomong-ngomong, apakah ada hal yang penting? Setahu saya terakhir kita bertemu itu misi yang berat right? Jadi jelaskan " tanya Thasya. Thasya memang sudah curiga dengan kehadiran Casey disini. Belum lagi misi terakhir bersama casey meninggalkan banyak korban.
Casey tersenyum miring. "Andrea gonna married right? "
Andrea, laki-laki yang ia cintai yang harus menikah karna keluarganya, bahkan ayah ibu Andrea mengenal baik Thasya.
"So? Apa hubungannya dengan dia?" Tanya Tasya yang masih bingung .
"Cafe mourtalla, 7 p.m right nyonya Thasya? " Ucap Casey dengan nada mengejek, setelah itu Casey turun dari mobil dan menutup pintu dengan keras.
"Oh shit! Mati saja kau! Oh ayolah, ada apa dengan cafe mourtalla?" Tasya semakin bingung, kenapa tujuan mereka adalah cafe mourtalla? Mencurigakan.
Tiitt~
Oh siapa lagi yang menggangu ketenanganku? Batin Thasya. Sekarang ia sedang sibuk melihat pesan singkat yang masuk di ponsel nya.
"Hai Thasya, aku ingin bertemu denganmu , maaf telah menggangumu, jika saja orangtua ku tidak memaksa ku untukmu hadir aku tidak akan melakukan ini. Hmm, dirumahku pukul 6 p.m okay? See you".
Thasya langsung menutup ponsel nya, dengan nafas yang masih tertahan. Sungguh ia benar-benar merasa sakit, keluarga macam apa yang mengundang mantan pacarnya untuk makan malam, shit!.
Thasya lalu menuju mobil putihnya, dan pergi ke Rumah Andrea.
Sesampai disana, Thasya masih merasa nyaman dirumah ini. Tidak terlalu besar, tapi begitu tenang. Terlalu banyak kenangan disini bukan? Tapi terlalu pahit juga untuk diingat.
"Hey!"panggil seseorang yang membuat Thasya kembali dari lamunannya.
"Oh nyonya Tasya, anda ditunggu diruang makan oleh keluarga Robert" ucap pelayan ini dengan rendah.
Thasya melangkahkan kakinya menuju rumah itu, dan ia tidak menyangka ternyata ada tunangannya Andrea disana. Rambut pendek, badan berisi, tidak terlalu putih. Apa yang mereka cari?
Dan, kenapa tunangannya selalu memakai masker?. Double shit right.
Thasya masih menahan amarahnya, tunangan Andrea ini seperti jalang yang kerjaan nya menggoda. Tapi sialnya ia tidak bisa melihat wajah tunangannya itu.
Tenggorokan Thasya sudah mulai kering akibat mendengar rencana pernikahan mereka, terutama berpura-pura tersenyum.
Thasya pun mengambil minum di samping nya, ketika ia ingin meminumnya, Thasya selalu mengenali bau khas ini. "Obat" batin Tasya.
Oh siapa yang sedang bermain dengan Thasya?.
Thasya sudah tidak bisa menahan amarahnya, ia pun langsung pergi dan meninggalkan perhatian terhadap keluarga Andrea. Keluarga Andrea masih terlihat bingung dengan perginya Thasya.
Thasya menaiki mobil nya dan pergi dari rumah neraka itu. Ia melirik jam nya dan pergi menuju cafe mourtalla, mencari tau apa misi selanjutnya.
YOU ARE READING
MY ENEMY MY. EX-BOYFRIENDS
ActionMisi Pembunuhan yang harus diselesaikan dengan seorang mantan yang bodoh? Yang benar saja!. "Oh dengan secepat itu kau pergi? Jangan mengelak Thasya, Kau mencintaiku bukan?" "Ini hanya sebuah misi, dan kau tau itu!" Thasya sudah merasa kesal dan per...
