orang asing

14 2 0
                                        

      Sahaza Bunga seorang gadis yang  baru saja menginjak usia 17 tahun, awalnya tak ada yang aneh dari kehidupannya, namun semua berubah saat mimpi tentang orang asing selalu muncul mengusik kehidupannya.

   "We will meet for any reason, just wait the moment za" kata pria yang wajahnya tidak dikenali oleh Sahaza dengan suara khasnya.

"Lu siapa sih? Gua orang indonesia bukan orang inggris."

"Just remember this, we will meet!see you soon my destiny"

"Ha hi hu he ho destiny apaan, siapa juga yang mau destiny nya om-om haaaaaaa!!!!" Teriak Sahaza

"Za!!za!!!bangun!!kenapa teriak-teriak kayak orang gila?"

"Haaa... aduh kaget!ck ayahh kok ngagetin sih?"

"Kamu yang teriak-teriak kayak orang gila!"

"Ayah Saza takut masa Saza mimpi berjodoh dengan om-om kan creepy yah"

"Creepy?? Keripik?kamu mimpi keripik?"

"Ah ayah mah lelet payah,udah ah mau mandi dulu!babay ayah muachh!!" Kata Sahaza seraya beranjak dari tempat tidurnya, meninggalkan ayahnya yang tercengang dengan kelakuannya.

"Aduhh punya anak perempuan kok susah ya dibangunin, aturannya dia yang bangunin ayahnya. Ini malah ayahnya yang bangunin dia, dasar anak zaman sekarang!"

"Gila mimpi apaan sih tadi, bomat nggak usah dipikirin paling cuma mimpi!" kata Sahaza dalam benaknya.
Setelah mandi dan memakai seragam Sahaza bersiap siap pergi kesekolah, sebenarnya gadis ini bukan tipe anak yang sangat menyukai sekolah, dia malah tipe yang malas pergi kesekolah, namun karena dia tau seberapa keras ayahnya berkerja untuk menyekolahkannya, semua pikiran malasnya ditepisnya.

"Woi za!pagi udah bengong aja! Kayak kebo lu" kata Meysa yang tak lain sahabat sahaza

"Lah kebo?bukan kebo lagi tapi badak air wkkwkwk" sahut Minari yang juga merupakan sahabat Sahaza

"Sirik aja jadi orang, bengong salah, ini salah, akutu nggak pernah baik dimata kalian, kalian semua jahadd"

"Alay lu!najis ih!jijik" sahut Minari

"Lu pengen mulut lu pindah ya ke atap sekolah?" Sahut Meysa

"Lah bercanda gua!serius amat, udah ah, tuh buk Nining udah masuk"

"Ahhh malass" sahut Meysa dan Minari serentak

    Setelah 3 les mempelajari matematika membuat otak ketiga orang itu pecah ingin melarikan diri dari kerangka kepala mereka
"Sumpah!matematika ini emang bukan jalan ninja gua dah" kata Sahaza

"Gua juga!cuma mau ngehitung lahan aja panjang amat kan bisa pakai meteran" sahut Meysa

"Iyak benarrr lu, tumben pintar" sahut Minari

"Gaes, gua sebenarnya ada bahan cerita" kata Sahaza. Yang sontak membuat kedua temannya yang merupakan ketua lambe turah, langsung menatapnya dan serentak mengatakan.

"APA????!!!"

"Selow dong!Jangan ngegas!gini nih, tadi gua mimpi si om-om itu lagi. masa dia bilang gua destiny nya? malah pakai bahasa inggris lagi, kan jadi jijik!" cetus Sahaza

"Lah wkwk, emang mungkin jodoh lu kali" sahut Minari

"Eh! lu yang bener ya, siapa yang mau punya jodoh om-om? gua kan mau yang sebaya biar boyfriendable gituhh" elak Sahaza

"Lah, yang dewasa kan lebih enak lebih pengertian" sahut Mesya

"Lu aja sono yang jodoh sama om-om gua mah ogah" ketus Sahaza

"Tapi gini ya, gua sering denger tu kalok tuh orang datang kemimpi lu 3 kali dan lu nggak tau siapa dia, kata mereka itu jodoh lu!" sahut Mesya

"Ini kali ketiga lu mimpi dia kan? Udah fix jodoh itu!" sahut Minari

"Enggak!!enggak dan enggakk!!!udah ah gua mau ketoilet dulu"

Sembari ketoilet Sahaza memikirkan perkataan Mesya yang membuatnya kesal level maksimal.

"Pokoknya nggak ada yang namanya dari mimpi jadi jodoh!" Ucap Sahaza dalam batin.

===============================
Jangan lupa terus pantengin kisah Sahaza yaaa!!bakal ada kisah menarik yang menunggu kalian.

About DStories to obsess over. Discover now