Prolog

281 43 14
                                        

"Hyung!" panggil seorang pemuda bergigi kelinci. Ia duduk dengan tak nyaman di samping orang yang dipanggilnya.

"Ya?" jawab Taehyung tanpa mengalihkan pandangan dari laporan penjualan restoran bulan ini.

"Ada yang ingin kubicarakan," suara Jungkook terdengar tegang, dengan ekspresi yang sangat serius. Sepertinya, apa yang ingin disampaikannya memang sangat penting.

Lelaki yang lebih tua menatap Jungkook sekilas, "Katakan saja!"

"Bisakah kau menutup laporan sialan itu dulu?" geram si pemuda Jeon yang tiba-tiba marah. Tentu saja ia kesal karena lawan bicaranya tidak mengalihkan atensi pada dirinya.

Namun geraman itu malah dibalas tawa oleh Taehyung. "Apa kau cemburu pada laporan ini, Kookie?" tanyanya, masih tanpa menatap Jungkook. Sepertinya ia merasa bahwa laporannya lebih penting daripada apa pun yang akan Jungkook bicarakan.

"Hyung, ini penting!" Jungkook kembali menggeram. Selain merasa kesal, kini ia juga merasa gemas pada Taehyung. Ingin sekali ia membakar laporan sialan itu.

"Kau bisa mengatakannya langsung, Jungkook. Aku mendengarkan," ucap Taehyung yang masih sibuk dengan tumpukan laporannya.

"Hyung!" kali ini Jungkook memanggil dengan tegas. Akhirnya ia menggunakan nada suara yang terdengar otoriter, yang tidak bisa dilanggar oleh siapa pun.

Pria bersurai abu-abu itu akhirnya menoleh. Namun saat netranya bertemu dengan mata doe Jungkook, otak Taehyung terasa kosong. Ia tiba-tiba lupa, apa yang sedang dikerjakannya barusan. Mulutnya terbuka, berniat bertanya pada Jungkook, tapi entah kenapa dia tidak bisa bicara sama sekali. Lidahnya seolah membeku dan tenggorokannya seperti tercekat.

"Tutup laporan sialan itu!" desis Jungkook dengan tatapan yang terkunci pada manik mata Taehyung.

Seperti tak memiliki kendali diri, Taehyung dengan segera menuruti perintah dongsaengnya. Setelah selesai, ia kembali menatapi Jungkook seperti menunggu perintah selanjutnya. Persis bak seonggok boneka yang dikendalikan oleh orang lain.

"Kau akan mendengarkan apa yang akan aku katakan, Hyung. Jadi kau harus menyimaknya dengan sungguh-sungguh!" pria yang lebih muda kembali mendesis.

Ekspresi Taehyung terlihat sangat bingung. Entah bagaimana ia tidak bisa menggerakkan satu pun bagian tubuhnya. Namun saat mulut Jungkook meluncurkan perintah, ia dengan senang hati malah langsung melakukannya. Sebenarnya apa yang terjadi padanya?

"Dengarkan!" Jungkook menghela napas sejenak, seolah mempersiapkan diri. "Kau memiliki darah vampir, Hyung," kalimatnya sukses membuat Taehyung terbelalak kaget. "Sama seperti aku dan Jimin Hyung," sambungnya dengan serius.

Kalimat selanjutnya dari lelaki yang lebih muda malah semakin membuat Taehyung terkejut. Refleks matanya mengamati Jungkook dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Jika diperhatikan lagi, Jungkook memang memiliki kulit yang lebih pucat, begitu juga dengan Jimin. Bahkan kedua temannya itu memiliki kadar ketampanan di luar nalar.

Kemudian ingatan-ingatan janggal yang tak pernah ia perhatikan sebelumnya, kini menjadi masuk akal. Jimin sering kali mengatakan hal-hal yang berhubungan dengan vampir. Tentang aroma darah, tentang menghisap darah, juga tentang taring.

Jungkook memang tidak pernah mengatakan hal-hal aneh semacam itu. Tetapi Taehyung pernah melihat mata si pemuda Jeon yang berkilat merah sekejap. Saat itu, ia pikir hanya karena cahaya lampu tapi ternyata mata Jungkook memang bisa berubah merah.

Dan yang membuat Taehyung semakin percaya adalah, kedua partnernya ini tidak pernah sekali pun menampakkan diri di siang hari. Meski tak begitu memercayai mitos, tapi ia tahu bahwa vampir menghindari matahari. Apakah mereka akan benar-benar mati jika berada di bawah sinar matahari?

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 26, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Glass Sword (Kim Taehyung)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang