Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Playboy Ulung Sejuta Pesona

37 5 0
                                        

" Buat lo sarapan. " Gadis itu menyodorkan sebungkus roti keju dan sekotak susu pisang kepada laki-laki didepannya. Laki-laki itu menatap datar, seolah hal ini sudah terjadi setiap hari.

" Buat gue lagi, nih? Lo kan udah tau, Ra, " Cowok jangkung itu menatap gadis didepannya dengan malas.

" Terserah. " Satu kata itu mengakhiri percakapan keduanya di pagi hari yang dingin ini. Gadis itu meninggalkan laki-laki itu untuk pergi kekelasnya. Hawa dingin yang menyeruak masuk ke dalam tubuhnya itu memiliki suhu yang sama dengan temperatur kata-katanya setiap hari. Dingin dan menusuk.

Eira Farhanna Dinata dan Alaska Arsenio Sanjaya. Siapa yang tak mengenal keduanya? Kedua artis sosial media yang memiliki ciri khasnya tersendiri.

Eira. Itulah panggilan yang biasa teman-temannya tujukan pada dirinya. Gadis berlesung pipi itu terkenal dingin. Sangat dingin. Tapi, ada satu rahasia yang kini bukan rahasia lagi. Yaitu, tentang perasaannya kepada Alaska. Playboy dari SMAN 3 Jakarta yang terkenal dengan kharisma dan kerupawanan wajahnya.

Alaska, biasa dipanggil Aska.  Cowok tampan dengan senyum menawan yang mampu membuat wanita manapun menjerit histeris. Bukan rahasia lagi, jika Alaska itu banyak yang naksir. Bahkan, setiap hari saat ia masuk ke kelas, ia mendapati banyak sekali bungkusan roti, cokelat batangan, surat berpita, atau apalah itu dikolong mejanya. Maklum, Most Wanted. Jadi, mau gimanapun tetep banyak yang suka.

" Roti dari Eira lagi ya, Ka?  " Tanya Ditto yang notabene-nya adalah sahabat terdekat Alaska.

" Hooh, gak ada kapok-kapoknya apa ngejar gue. Ya, walaupun dia cuma satu diantara seribu sih. Tapi,  kok gue merada risih ya dengan keberadaan dia. " Tukas Alaska kesal.

Menjadi cowok Most Wanted bukanlah hal yang mudah. Setiap hari harus meladeni fans-fans fanatik yang bejibun. Mana setiap hari dapet godaan-godaan genit lagi.

Wajahnya yang mulus itu diusapnya dengan kasar. Keberadaan Eira selama ini sedikit mengusik hidupnya. Alaska tau jika gadis itu menyukainya tapi entah mengapa sifat gadis itu yang dingin membuat Alaska sedikit illfeel, karena biasanya gadis-gadis yang menyukainya menampilkan sifat agresif dan pemaksa yang bertolak belakang dengan Eira. Padahal, Alaska lebih menyukai gadis dengan sifat agresif daripada yang bisanya hanya diem-diem tai ayam, katanya biar mudah macarinnya. Aneh kan? Itulah Alaska. Laki-laki tampan yang merasa kehidupannya terusik oleh seorang gadis yang tidak bisa tersenyum, Eira.

" Buat gue aja, ya? " Tanya Ditto dengan sorot mata kelaparan.

" Ambil aja, males gue. Lagian ada banyak nih. " Alaska menunjuk kolong mejanya yang penuh oleh beberapa kotak susu dan juga roti. Ia menyodorkan roti keju beserta susu pelengkapnya itu didepan meja Ditto.

" Makasih, Bro. " Ditto menepuk punggung Alaska. Alaska mengangguk, ia tersenyum.

•••

" Kak Eira, Kak Eira! " Teriakan melengking itu memekakkan telinga Eira yang tengah berjalan menuju kelasnya. Dengan setengah malas, kepalanya menoleh ke asal suara. Ia mendapati seorang gadis manis yang kini tengah tersenyum lebar. Eira yang tidak tau apa maksudnya hanya mengangkat satu alisnya heran.

" Kak, postingan kakak kemarin bagus banget, yang nge-like udah banyak loh, " Seru gadis itu ceria.  Tangannya melambaikan benda pipih didepan mata Eira, " Boleh minta foto gak, Kak? " Ungkapan dengan nada permintaan itu membuat Eira mengangguk sekilas. Sesaat setelah melihat anggukan dari Eira, gadis itu tertawa senang. Ia mengangkat tangannya lebih tinggi dan mulai berpose.

" Cheese! "  Gadis itu memberi aba-aba. Eira yang ada disampingnya hanya memasang wajah datar di foto pertama, kedua, dan ketiga. Namun, difoto keempat dan terakhir, bibirnya membentuk lengkungan tipis yang tidak terlalu kentara jika hanya dilihat sekilas.

" Makasih, Kak Eira. Semangat untuk postingan selanjutnya! " Gadis itu berteriak berseru lalu meninggalkan Eira yang tengah menggeleng-gelengkan kepalanya tanda heran. 
 
Masih dengan aura
ketidakpeduliannya, Eira berjalan melewati beberapa murid yang menatapnya takjub dalam diam. 

Langkah kaki Eira terhenti didepan kelasnya sendiri. Aneh, kelas yang biasanya begitu sepi kini malah terlihat sangat ramai. Semua celah dikelas yang sebenarnya luas itu terlihat penuh. Banyak teriakan-teriakan kompor yang bermunculan dari sana-sini. Eira memutar bola matanya malas. Ia amat membenci keramaian. Eira berjinjit, tubuh mungilnya tak mampu mengintip apa yang tengah ditonton oleh mereka. Namun, sekilas Eira mendengar suara gebrakan meja yang sanggup membuat telinga menuli.

" Hai cewek, boleh kenalan gak?  " Goda Alaska sambil menatap gadis berbody goals didepannya. Tangannya yang bebas, mengangkat lembut dagu gadis itu.

" Bo-boleh. " Ucap gadis itu malu-malu. Pipinya bersemu merah, tak sanggup menatap mata halus didepannya. Ah, siapa juga yang sanggup menatap mata pekat itu. Karena, dengan sekali mata kita bertemu maka langsung memercikkan benih-benih cinta.

" Nama kamu siapa? " Tanya Alaska dengan nada lembut yang begitu merdu ditelinga.

" Sheren. " Gadis itu menjawab sambil seraya melirik bola mata Alaska yang bening.

" Okay, aku jatuh cinta sama kamu. Kita pacaran sekarang dan aku gak nerima penolakkan. ID Line kamu apa? " Alaska menyodorkan ponselnya sambil memasang senyum yang memabukkan.

" Si bangsul, nembak pake modal lah sekali-kali orang tajir juga. Lah, ini apa? Cuma modal senyum sama kata-kata manis doang, gue juga bisa kali. Dasar, playboy ulung sejuta pesona. Untung sahabat gue, coba bukan, udah gue buletin gigi lo. " Batin Zidan menggeram, bahunya bergidik jijik menatap sahabatnya yang  kini tengah memberikan gombalan-gombalan receh kepada cewek yang saat ini resmi menjadi pacar seorang Alaska Arsenio Sanjaya yang keduabelas.

Jangan lupa vote and comment!💕

  

EiraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang