⇨NaruHina fanfiction⇦
Disclaimer : Naruto, Masashi Kishimoto
█████████████████████████
Hari Sabtu, hari yang cerah dan menyenangkan bagi sebagian pelajar, karena jam sekolah yang pendek. Namun, tidak bagi Naruto. Saat ini dirinya tengah duduk tegang di bangku pojok kelas, menunduk sambil berpura-pura mengerjakan sesuatu. Keringat dingin mengalir dari dahinya, jantungnya berdegup kencang. Jam pelajaran yang harusnya berakhir lima belas menit lagi, terasa menjadi lima belas jam lagi.
Ia melirik ke arah papan tulis, disana masih ada Kiba yang mengerjakan soal matematika dari Bu Kurenai. Bu Kurenai kemudian mendekati Kiba dan melihat hasil pekerjaannya.
"Bagus sudah benar, kamu boleh duduk," ucap Bu Kurenai.
Kiba kembali ke tempat duduknya dengan wajah sumringah.
"Kemudian nomor delapan a, siapa yang mau mengerjakan di depan?" ucap Bu Kurenai.
KRIK... KRIK....
"Tidak ada? Baiklah ibu tunjuk."
"Naruto, kamu maju, kerjakan di papan tulis. Tidak perlu membawa buku, cukup soalnya saja."
JDEEER
Tanpa membawa buku? Disuruh maju aja nggak nyangka, malah gak boleh bawa buku. Naruto menatap Sasuke yang ada disampingnya dengan tatapan 'gimana dong?'. Sedangkan Sasuke balik menatapnya dengan tatapan 'ya derita lu.'
Naruto beranjak dari tempat duduknya kemudian melangkah maju dengan langkah berat dan kaki yang diseret. Niatnya sih mau ngulur waktu, eh dibentak sama Bu Kurenai.
"Naruto!! Kamu membuang-buang waktu saya! Dari sisa waktu lima belas menit, kamu membuang waktu tujuh menit untuk berjalan. Sehingga waktu yang tersisa untuk kamu mengerjakan hanya tinggal delapan menit. Semakin lama kamu mengerjakan, maka peluang saya untuk menerangkan akan semakin berkurang!"
"I... Iya Bu," jawab Naruto.
Repot dah punya guru matematika yang ibaratnya setiap tarikan nafas dihitung volumenya.
Naruto segera mempercepat langkahnya, sedangkan Bu Kurenai kembali sibuk meneliti tugas dari kelas lain.
Naruto meraih dan memegang spidol dengan tangan bergetar. Tangannya perlahan membuka lembaran soal yang ia pegang. Ia berusaha mencermati maksud dari soal tersebut, tapi tidak kunjung ketemu. Kurang lebih sudah tiga menit Naruto berdiri di depan papan tulis, tanpa mengerjakan apapun.
CLIING
Mendadak Naruto seperti dihujani beribu-ribu inspirasi. Ia segera menulis jawaban tersebut. Tangannya yang semula bergetar, kini bergerak lincah menggoreskan spidol. Dengan keyakinan penuh, ia menulis sampai papan tulis penuh dengan tulisan.
"Sudah Bu," ucapnya sambil memberikan spidol kepada Bu Kurenai.
Bu Kurenai mengangguk, kemudian Naruto kembali ke tempat duduknya. Bu Kurenai mengamati hasil pekerjaan Naruto di papan tulis. Perempatan siku-siku secara tiba-tiba tercetak di dahi Bu Kurenai.
Naruto yang udah santai-santai di bangkunya mendadak melompat kaget ketika mendengar teriakan Bu Kurenai dari depan kelas.
"Naruto!!! Yang kamu tulis di depan ini soal! Mana jawaban kamu!?" teriak Bu Kurenai.
"Ehe a... Anu Bu...."
***
Siang itu para siswa sedang menikmati waktu istirahat mereka, ada yang sekadar duduk-duduk santai di taman, makan di kantin, ngobrol dengan sesama teman, ataupun pergi ke perpustakaan. Sedangkan Naruto, Sasuke, dan Sakura, kini sedang bercakap-cakap di bawah pohon mahoni, belakang sekolah.
YOU ARE READING
Matematika
Fanfiction"Cerpen ini ditulis untuk event TDF Generation" "Gue benci matematika." "Kalau gue yang jadi presidennya, gue bakal hapus matematika dari daftar mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah." "...Matematika I HATE YOU!!!" ⇨NaruHina Fanfiction⇦
