a n g k a s a

1.1K 74 32
                                        

•swipe left to turn on music•

mati itu sakit gak sih?aku mau mati aja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

mati itu sakit gak sih?
aku mau mati aja.
...
"Assalamualaikum, Kasa pul-"
Remaja laki-laki itu tidak melanjutkan kata terakhir yang rencananya akan ia keluarkan detik tersebut setelah ia masuk ke rumah yang pintunya tak tertutup, ia seketika langsung bersembunyi menyandarkan badannya yang masih mengenakan seragam putih abu sambil menggenggam bola basket di tangan kirinya, dengan tasnya yang hanya ia bawa dengan satu tangan, ia mengendap-endap ke kamarnya yang berada di lantai kedua rumah minimalis itu.

"..PIKIR AJA SENDIRI DASAR GATAU DIRI!"

plakk!

"PEREMPUAN KURANG AJAR KAMU BERANI TAMPAR SAYA!!"

"KAMU YANG KURANG AJAR!! INI MAKSUDNYA APA HAH??!!"Laras menunjukkan sebuah foto yang berisikan suaminya, Anton yang sedang bersenang-senang disebuah kelab malam bersama beberapa wanita yang berpakaian minim.

Suara-suara mengerikan ini adalah keseharian seorang remaja laki-laki 17 tahun yang sudah biasa ia dengar dari kamarnya.

Remaja 17 tahun itu terlihat sedang merogoh-rogoh saku celananya, ia membuka handphonenya dan langsung menelepon seseorang melalui fitur free call yang umumnya digunakan anak seumurannya.

"Halo Sat, dimana?" Ia menggebrakkan badannya sambil memegang handphonenya yang berbalut casing merah itu ke kasur king size yang dilapisi sprei lembut berwarna biru tua lalu menatap langit-langit kamarnya yang luas.

"Di Barsat Kas, kadieu weh.. ieu keur jeung barudak da, maneh dimana?"

"Ohh.. Aing dirumah Sat, bentar lagi ke Barsat ya, ..ohhiya sekalian mau nginep dirumah maneh Sat, boleh ya..?"

"Iya boleh Kas, sok tiati nyak!"

"Siap mantap!" Ia mematikan free call itu dan berdiri menyiapkan tasnya, mengganti seragam yang sudah berkeringat dan melemparnya asal, lalu memasukkan seragam sekolah untuk esok harinya kedalam tas sekolahnya.

Jendela besar itu dibuka dengan perlahan lalu ia melompat ke garasi dari kamarnya melalui balkon, tidak usah bingung, kebiasaan ini hampir setiap hari ia lakukan.

Ia menaiki Ninja 250R merah itu, tanpa mengeluarkan suara, pandai keluar dari garasi dengan amat hati-hati .

Menghindar dari masalah memang bukan hal yang baik, seperti yang dilakukannya setiap orang tuanya sedang bertengkar hebat, tidak aneh lagi jika anak semata wayang itu pergi dari rumah tanpa ada yang menyadari.

"Ehh!! Kas!! kemana aja sini atuh duduk!" sambutan demi sambutan ia terima dengan tawa bahagia, lisong demi lisong sudah ia hisap lalu dikeluarkannya lagi lewat mulutnya.

Hanya ini yang bisa ia lakukan hari ini.

...
angkasa.

birulangitTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang