Miracle-01 (Tertarik)

128 8 0
                                        

Pagi hari ini Allya sangat bersemangat, karena hari ini merupakan hari pertama dirinya masuk sekolah. Namun Allya harus siap mental menghadapi senior yang sangat mengerikan di saat hari pertama kegiatan MPLS berlangsung.
"Sudah semua kan perlengkapan buat MPLS hari ini?  Ada yang ketinggalan nggak? " Allya hanya menggeleng dengan pertanyaan dari sang ibunda yang bernama Mila.
"Ya sudah bun Allya berangkat dulu takut telat. " Kemudian Allya mengambil tasnya dan segera menghampiri bundanya untuk mencium tangan lalu pergi keluar sambil mengucapkan salam.

( oh iya bagi kalian yang gatau apa itu MPLS author bakalan kasih tau. MPLS itu sebuah kegiatan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah kalo ga salah sii hampir mirip kaya MOS gitu.. Eh iya gasi author lupa lupa inget nih wkwkwk)

Setelah sampai di halaman sekolah SMA Nusa Jaya 1 , Allya dapat melihat Rasya dari kejauhan yang sedang menunggu dirinya. Mereka berdua memang sepakat masuk di sekolah yang sama.
"Gue kira lo bakalan datang telat. " Ujar Rasya ketika melihat Allya berjalan mengarah kepadanya.

"Dih lo kira gue itu kaya lo. Hampir setiap hari yang kena omel sama pak Aziz" Rasya yang mendengar hal itu menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Hey kalian!" mendengar ada yang memanggil Allya dan Rasya menengok.
"Kalian ngapain masih disitu?  Buruan taroh tasnya terus langsung pergi ke lapangan! " senior tersebut meninggikan suaranya dan kemudian pergi meinggalkan Allya dan Rasya yang masih menatap heran kepada senior yang tadi.

Kemudian seluruh siswa maupun siswi telah berkumpul di lapangan sekolah. Mereka semua di kumpulkan untuk melakukan upacara pembukaan kegiatan MPLS. Awalnya semua siswa maupun siswi berpikiran bahwa upacara MPLS tidak akan lama, akan tetapi mereka sepertinya salah berpikiran hal itu.

"Allya.. Berapa lama lagi sih upacaranya? Perasaan cuman upacara pembukaan kegiatan MPLS doang tapi ko lamanya melebihi upacara setiap senin sih. " Rasya memanyunkan bibirnya kedepan karena kesal dengan upacara yang tak kunjung selesai apalagi saat ini bapak kepala sekolah yang masih berceramah panjang di X lebar kemudian di X tinggi yang sama dengan rumus Matematika yang tak kunjung selesai.

"Ck, lo bisa diem ga sih. Berisik tau ga.. Ga bisa apa buat sabar? Paling sebentar lagi selesai. " Allya dibuat sebal oleh Rasya yang terus mengomel karena upacara yang tak kunjung selesai.

Tak lama kepala sekolah turun dari mimbar upacara karena ceramah yang di sampaikan sudah selesai, kemudian giliran para anggota osis yang menyampaikan ceramahnya.

"Ya Allah berapa lama lagi si ini upacara" ujar Rasya sambil mengusap keringat nya.

"Ish kenapa bacot banget sih. Sabaran dikit napa. Capek gue dengerin lo ngoceh kek gini" Allya semakin sebal karena Rasya terus mengomel.

"Itu kalian yang rambutnya sama sama diikat satu ngomongin apa kalian? Orang lagi memberi arahan malah ngomong. Maju kalian berdua! "
Ujar salah satu senior menggunakan microphone .

Allya dan Rasya maju. Jika dilihat mereka seperti biasa saja saat di minta maju kedepan padahal dari lubuk hati yang paling dalam mereka takut. Apalagi jika sudah berhubungan dengan anggota senior bisa-bisa kelar hidup mereka.

"Kalian berdua ikut gue sekarang!" ujar senior wanita yang wajahnya terlihat sangat amat menakutkan bagi Rasya. Tetapi tidak bagi seorang Allya.

"Angga ini gue bawa dua adik kelas yang tadi ngobrol pada saat anggota osis memberi arahan."

"Oh. Yaudah lo boleh keluar" ucap lelaki itu tanpa membalikkan badan. Kemudian senior wanita tersebut pergi meninggalkan Rasya dan juga Allya di sebuah ruangan yang mereka yakini tidak lain adalah ruangan para anggota osis atau kemungkinan BK

Kemudian senior laki-laki itu berbalik badan "kalian.. Eh" entah mengapa Angga tidak dapat bicara dirinya sedang mengamati Allya tetapi Allya mengabaikan tatapan itu.
"kakak? Tadi mau ngomong apa? Ko di gantung gitu? Kakak gatau ya kalo di gantung itu ga enak apalagi kalo yang di gantung itu perasaan. " ujar Rasya asal.
Satu sentilan pun berhasil mendarat di kening Rasya dan dirinya langsung mengusap keningnya yang terasa sakit akibat sentilan dari Allya.

"Maaf.. Kalian kenapa ngomong? Seharusnya kalian perhatikan apa yang di katakan sama anggota osis..kalian taukan kalau kalian berbuat kesalahan maka pita yang kalian miliki akan di ambil. Dan seandainya pita tersebut sudah habis sebelum kegiatan MPLS selesai maka kalian di anggap gagal."

Allya dan Rasya mengangguk mereka mengetahui hal itu. "Tapi ka jujur upacaranya lama pakai banget. Upacara setiap senin aja lamanya gak kaya gini. " lagi-lagi Rasya membuat masalah baru. Jujur andai tidak ada senior maka kemungkinan Allya sudah membunuh Rasya agar tidak mendapatkan masalah lagi. Sudah cukup baginya masalah ini. 

Senior itu hanya diam dan tidak bersuara lagi. Allya dapat membaca sedikit sikap senior laki-laki yang ada di depannya ini.  Dingin .
"Kalian boleh keluar" ujar sang senior yang hanya di jawab anggukan kepala oleh Allya dan Rasya. Kemudian mereka pergi keluar dari ruangan tersebut.

Hai semuanya:)
Maaf jika di cerita ini banyak typo yang bertebaran:v karena keyboard nya suka ngajak gelud jadi kalo ada typo mohon di maafkan.
Sebenarnya author dah bikin cerita Miracle ini bahkan udah cerita bagian ke 8 kalo ga salah. Tapi author hapus karena menurut author ceritanya gada nyambungnya sama sekali. Dan bikin yang baru dan ngarang cerita baru lagi deh.
Untuk nama nya masih sama ko Allya zakirah dan Angga saputra. Paling cuman nama temen-temennya doang yang beda.

Kayanya gada yang perlu di kasih tau lagi deh.
Jangan lupa di vote dan comment ya manteman:)
Bertemu lagi di next part semuanya
Eeet cerita ini mungkin bakalan slow respon jadi maafkan author ini manteman:))

Miracle✨ [HIATUS]Stories to obsess over. Discover now