EMBRACE LOVE

113 9 4
                                        

Aku dan Radit sudah berteman kesekian lamanya. Kami berdua terbiasa untuk pergi dan bermain bersama. Orang tua kami juga mengetahuinya. Yha! Om Tino dan Tante Tiez,itulah sebutan ku pada kedua orang tua Radit.

06.00 a.m

"Thea! Ya! Thea!.."-begitu jika Radit ingin berangkat sekolah.
"Bentar!.."- Aku singkat.
"Maaaa..Paaaa.. ada Radit! Thea berangkat dulu ya?.. Assalamualaikum.." pamitku kepada orang tuaku.

Saat aku mulai naik jok sepeda motor Radit,Papa dan Mama ku keluar.

"Radit! Nyepeda jangan ngebut yha.."-pesan Papaku.
"Iyha,Dit! Yang kamu bawa itu Putri kami lho.."-goda Mamaku.
"Tentu,Om..Tante!.."-jawab Radit.
"Maaa..Paaa..keburu terlambat! Radit dan Thea jalan dulu yha"-ucapku.

Motor di starter dan mulai menuju sekolah.

Dipertigaan lampu merah

"They!.."-Radit singkat.
"Ya? Kenapa,Dit?.."-balasku.
"Nanti malam kita dinner yuk! Lama ngga main juga soalnya.."-jelas Radit.
"Ah! Paling cuma karena kamu bosan aja dirumah terus.."-jawabku.
"Memang kamu paling faham apa yang ku rasakan.."-balas Radit.

Lampu mulai hijau dan kami berdua melanjutkan perjalanan ke sekolah.

Sampai disekolah
"Dit! Aku dulu ya?.."-ucapku.
"Tunggu! Barengan aja.."-jawab Radit.
"Dasar! Yha udah lah.."-desahku.
"Hehehehehehe! Kan temen.."-Radit sambil mengedipkan mata padaku.

Kami lagi lagi berdua. Berjalan menuju ke kelas. Dan anehnya,dari kecil kami selalu satu kelas. Dan jurusan kami juga sama,sama sama IPA.Hmmm..nasibku sudah.

Kami menuju meja. Kebetulan lagi meja ku dengan meja Radit depan belakang. Yha! Sambil menunggu bel masuk kami sering bercerita. Radit memutar tubuhnya menghadap kebelakang. Dan memulai cerita cerita aneh,konyol,namun menarik.

"Mulai SMA..kamu makin cantik saja.."-goda Radit.
"Apaan? Perasaan biasa aja dech.."- Aku ketus.
"Kan kamu ngga pernah liat dirimu sendiri.. Kalo aku kan liat terus.."-Radit beralasan.
"Yha..makasih,Dit.. Kamu sekarang juga mulai berubah.. Makin keren dan dewasa.."-balasku.
"Aaaaaa! Massa?.."-goda Radit.
"Ngga,Dit! Kamu jelek! Ngga peka! Benci pokoknya aku sama kamu.."-gerutuku.
"Aaaaaa...jangan dong! Entar aku ngga punya temen lucu,galak, dan bijak dong.."-balas Radit.

Hmmmmm..saat Aku dan Radit berbicara.,teman teman mengira kami berpacaran. Yha wajar saja. Mereka kan tidak tau jika Aku dan Radit sejak kecil sudah berteman. Dari TK yang sama,SD yang sama,SMP yang sama,dan sekarang Kelas yang sama. Takdirku bersama dengan si aneh Radit itu sampai sekarang masih berjalan.

Teeet! Teeet! Teeet!

25 minutes a go

"Kenapa Mr.Jhoni belum datang juga yha?.."-gumamku.
Tidak tau kenapa,seakan akan Radit mengerti apa yang aku pikirkan.
"Thea! Tenanglah.. Mr.Jhoni tidak akan datang seperti biasanya.."-Radit santai.
"Bagaimana kamu tahu??.."-tanya ku dengan nada heran tak percaya.
"Tentu saja! Mr.Jhoni mengira Dictionary hilang.."-Radit dengan nada keyakinannya.

Mengingat..

"Tentu saja! Dictionary nya kan kamu pinjam,Dit!.. Dit!! Apa kamu tidak kasihan dengan Mr.Jhoni?.."-tanyaku.
"Tidak juga.. Mr.Jhoni selalu menghalangi ku untuk berbicara denganmu.."-Radit polos.
"Kan ada waktu istirahat,Dit!.."-balasku
"Hmmm..tidak apa.. Sekali-kali membuat Mr.Jhoni bingung.."-Radit.
"Terserah,Dit.."-balasku.

15 minutes a go

"Assalamualaikum.."-ucap Mr.Jhoni.
"Waalaikumsalam.."-jawab se kelas.
"It's ok..because time just a few left. Please,do to package.. page 21 to 25.."- Mr.Jhoni.
"Yes sure.."- se kelas.
"Assalamualaikum.."- Mr.Jhoni.
"Waalaikumsalam.."- se kelas.

EMBRACE LOVEWhere stories live. Discover now