MCP 1

2.5K 79 2
                                    

Triinit triiniit triinit

Bunyi jam weaker di angka 08.00 .
Tubuhnya masih tertutup selimut tebal, tapi tangannya meraba-raba kediaman jam weaker.

Traaanghh

Jam weaker pecah berserakan di lantai, setelah tergibas tangan berkulit putih di dalam selimut.

"NAINA . . " Teriak seorang perempuan sekitar umur 32 tahun, sebut saja Sandra.
Ia berkacak pinggang, memandangi pecahan jam weaker.

"Astaga, anak ini benar-benar..." Keluh Sandra, membuang nafas kasar.

"Naina, bangun ! Mau sampai kapan Kamu tidur terus. Hah ?" Sandra menyingkap selimut tebal, yang menutupi tubuh Naina, memaksa anak itu bangun.

Naina Salsabila Permana, gadis manis berusia 21 tahun, anak tunggal keluarga Hendro Permana.

"Ya, ampun. Ma-tir. " Keluh Naina, merasa terganggu.
Masih dengan posisi tengkurap, dan mata terpejam.

Sandra Citrania, adalah Mama tiri dari Naina. Dan Naina biasa memanggilnya Ma-tir alias Mama tiri.

"Ayo, cepat bangun." Tukas Sandra cepat,

"KU-LI-AH ." Lanjutnya,

Mata Naina langsung mengerjap.

"Astaga, Miss Lexa !
Aaaaaaaaa . . " teriak Naina terperanjat, mengingat hari ini, ada mata kuliah dari Dosen tergalak, seantero kampus.

Sandra hanya menggeleng kepala, sesekali memijit pelipisnya yang terasa pening setiap pagi, hanya karna ulah anak tirinya.

"Ma-tir .Nai, berangkat ! " Teriak Naina dari garasi.

Setelah bersiap, Naina berangkat menggunakan mobil CRV-silver miliknya.

Naina memarkir mulus mobilnya, di tempat parkir kampus.

"Ah, sial ! Pake acara telat, lagi." Gerutunya, setelah melihat jam tangan di angka 09.15 .

"Kalo masuk, percuma. Bodo, ah ! Gua ngantin aja." Dengan santai ia melenggang ke kantin.

***

Naina tengah asik bermain game di ponselnya, sesekali menyeruput milkshake red velvet favoritnya.

"Anjir ! Nai, Lo gila apa ?" Pekik Talita, sahabat Naina.

"Apa, sih ? Berisik ."

"Eh, combro ! Gua setengah mati nyari alesan ke Miss Lexa, karna Lo gak masuk. " Mata Talita mengarah tajam pada Naina, kesal untuk kesekian kalinya.

Naina tidak menjawab, malah tetap asik dengan Game Mobile Legend miliknya.

Talita mengernyitkan dahi, sembari menyeruput milkshake Naina.
'Ngabisin tenaga doang emang, kalo ngasih tau anak onta .' dengusnya dalam hati.

"YES ! Yuhuuu.
MVP, Yeaaay ." Oceh Naina girang, karna game nya menang.

Talita hanya menggeleng kepala, melihat tingkah sahabatnya itu.

Talita dan Naina adalah sahabat karib sejak sekolah TK, SMP, SMA dan sampai sekarang.
Kemana-mana selalu berdua, bahkan mandi pun sering berdua.

"Cuma Lo doang, teman yang bikin Gua Malu." Omel Talita, menutupi wajahnya dengan tangan, karena teriakan Naina beberapa pasang mata melirik ke mejanya.

Yang di omeli hanya cengengesan, seolah tanpa dosa.

"Ngomel, mulu . Pantesan muka Lo kusut. Percis kayak nama Lo, TA-LI RA-PI-A." Naina terbahak, membuat Talita makin kesal.

My Crazy Partner (Love)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang