Slurllp
"Ahhh seger bangettt". Seru kay
"Astaga lu ngedesah. Gilak ini sekul nyet bukan lab" heran kepan
"Anju!!" Seru kay sembari menoyor pelan kening kepan.
"Yaa gila berarti lo gitu ya? Uuu omes. Khe khe heee" kekeh kepan
"Bosen idup ken?"
"Ooo jelas kagak. Idup gue mah berwarna warni betebaran bak iklan gudey. Gak kayak samping gue noh".
"Ngledek?"
"Bukan. Gluduk"
"B"
"C"
"Apa lu?"
"Ihh nanya mulu kek monyet dora" rajuk kepan sambil ngeloyor pergi.
"Etdah tu bocah. Gue undang kagak, ujug nongol. Pergi gak pamit.
"Ehh. Kayak judul lagu yak?. Taulah" lanjut kay.
"Wohhh udah ngetem aja lo. Tumben cepet" seru dira
"Iya dong. Kan gc, meh kabagian" jawab kay.
"Dari mana ajalo?" Ketus anja
"Dimana2 hatiku senang!!" Seru kay
"Bk lagi?" Tanya nega. Sembari mengacung acungkan amplop putih berisi surat panggilan org tua. Dari bu sisil tadi.
"Yoi"
"Santai amat" cerca anja
"Busett ja lo ihh jatt bangett. Gue ini apes banget. Tadi di jalan gue nabrak mobil orang sampe pen-" belum sempat diterusin. Nega motong.
"Whatt!!! Trus truss. Kok lo disini? Bukan di kantor polisi. Lo udh jadi buronan?" Ceplos nega
"Gue penyokin mobil orang. Bukan bunuh orang!! Paham negan cantik?"
"O iyah. Hehe trus orang nya gimana?"
"Temen lo gue apa si juna sih?!!" Kesal kay
"HAH?!! JUNA?" Kaget dira. Secara replek dia treak dikantin yang masa nya lagi penuhh
"WHATT. BABY BLUE GUEE!!" Alay nega
"Juna? Arjuna dewangga?" Kaget anja. Tapi gak treak kaya dira dan nega tadi.
"Ho'oh" jawab kay seadanya"
"Gilakk suerr!! Modol apaan lu semalem sampe nabrak mobilnya si juna? Kenalan lagi!!" Seru kepan. Yang dengan watadosnya duduk di samping kay.
"Ee emas"
"Wiihh bau gak emas nya?" Tanya kepan antusias.
"Ya kagak stupid"
"Yaudah bagi gue sini. Seneng itu bagi bagi" kesal kepan bari namprak
"Nihh tandean nih bo'ol gue" kesal kay
"Lahh kan modol emasnya semalem bukan sekarang. Lu bo'ong ya?"
"Hem"
"Jadi lu bo'ongin gue" kesal kepan tak terima
"Elu yang kelebihan begonya" seru dira,anja,nega,ega dan kay barengan. Sembari menoyor kepala kepan yang jadi sasaran empuk mereka berlima
"Aduduh sakitt. Gue laporin komnasham loh" adu kepan tak terima
"Itu mah suap" kesal mereka berlima barengan lagi.
"Kompak banget. Bikin paduan suara gih".
"Ehh udah dehh cerita lo belum kelar tadi" ceplos ega.
"Jadi mobilnya depannya penyok. Trus dia keluar dan mencakmencak, gue kan minta maap eh dia gak terima malah suruh tanggung jawab. Trus barengan itu dia balik badan ngadep gue. Trus ngajak gue kenalan. Udah itu aja"
"Hah?" Plongo kepan
"Apasih?!" Bentak kay. Dia masih kesal sama kepan yang masalahin modol emas tadi.
"Serioulss?" Tanya nega
"Ya"
"Kok bisa?" Tanya anja
"Iyaa kok bisa sihh kagak percaya gue. Trus lo kenalan juga sama dia?" Tanya ega
"Bwakakaaakk hahahahha"
"Apasih kepan?! Kalian juga emg kenapa?" Kesal kay
"Yaa gimana ya bener kata kepan gue juga gak percaya" aku ega
"Serah. Lu nanya gue jawab"
"Tapi beneran?" Tanya dira
"Iyaa dir. Logak percaya juga sama gue?"
"Yaa gue percaya gak percaya. Soalnya seorang arjuna dewangga. Gak mungkin ngomong sama cewek, kecuali mamanya sama sodaranya. Diagak punya temen cewek, secara juna itu orang nya dingin datar bin lempeng. Itu yang gue tau"
"Gak sekalian pidato dir?"
"Yelahh kay udah dikasih tau juga" kesal dira
"Yadah makasih. Kayaknya bakat lo sering diasah"
"Lukata peso?"
"Nama uang kan?" Tanya kepan
"Iya pinter"
"Wihh!! Ga, ludengerkan gue dibilang pinter ama kay"
"Iyadah"
Teettt ttt
"Udah bel. Masuk yu" ajak dira
"Yo"
YOU ARE READING
'~¤÷·♥
Teen FictionCinta itu rumit. Terlalu banyaknya rasa rasa aneh, kadang kayak sirkuit. Banyak belokan tajam, tanjakan curam' intinya berbelit belit kayak soal emteka. Puter haluan belok kanan belok kiri kali x y z tambah i j k,, bagi atas bagi bawah,, kurang depa...
