Wajah yeoja manis itu pias dengan pemandangan di depannya.
"Mianhae~" perlahan satu persatu air mata jatuh dari mata sipit yeoja itu
"Aku tidak bisa mengontrol diriku oppa" yeoja itu melangkah gontai meninggalkan seonggok tubuh yang dibalut cairan kental mengerikan
Prangg
Vas bunga putih yang sudah hancur dijatuhkan dari tangan mungil yeoja itu
"Aku,orang yang kejam"
BLAM
Suara pintu yang dibanting mendominasi kamar sunyi nan gelap yang hanya dihuni seseorang yang bahkan tidak bernafas lagi
.
"JINHWAN!"
Suara berat membuatku menoleh,siapa lagi orang yang dipanggil di koridor kampus yang sepi ini jika bukan aku
"Ne? Wae Juneya?"
Junhoe menatapku dari atas hingga bawah,aku hanya menunjukkan wajah datarku padanya
"Ada yang salah?"aku menaikkan satu alisku membuat raut bingung
"Tanganmu berdarah"Junhoe mengambil tangan kananku yang berdarah"pasti sakit,apa yang terjadi padamu?"
Aku segera menarik tangan kananku yang berdarah
"Hanya luka kecil,aku teriris pisau tadi"
"Pisau? Untuk apa kau menggunakan pisau?"
Aku memutar bola mataku malas "praktek"aku menjawab singkat
"Oo,tapi.."
"Pergilah kau June ya,aku harus pergi sekarang" aku melangkah meninggalkan Junhoe yang termangu
"Tapi tanganmu mengeluarkan terlalu banyak darah"teriaknya dari jauh,aku hanya mempercepat langkahku menjauhi namja bongsor itu.
"Always disturb me,cih"
.
"Eomma,aku pulang"Jinhwan masuk ke rumah sederhana dengan tersenyum
"Waahh anak eomma yang tampan sudah kembali "eommanya memeluk sayang Jinhwan
Jinhwan tersenyum miris mendengar penuturan eommanya
"Ne eomma,Jinhwan mu telah pulang"
"Kau ingin makan apa Jinhwan ?"
"Sesuatu yang bisa membuat kenyang eomma"Jinhwan tertawa kecil
"Terserah eomma saja,aku akan makan apapun dari eomma"
"Ne"eommanya hanya tersenyum kecil mendengar penuturan anak kesayangannya itu.
.
"JINHWAN OPPA"
Jinhwan memutar badannya menatap yeoja di depannya,"hm?"
"Oppa apakah kau ada jam kosong hari ini?"Yeoja itu segera menggelayut manja di lengan Jinhwan
"Emm entahlah"
Jinhwan membuat mimik seolah berpikir,ia menaikkan alisnya dengan wajah menyebalkan
"Aahh oppa"yeoja itu mempoutkan bibirnya
"Yak aku hanya bercanda,bagaimana dengan nanti sore Jennie ya?"Jinhwan menoel pipi chubby yeoja itu membuat Jennie tersenyum riang
"Arasseo,janji oppa?"Jennie menunjukkan jari kelingking nya
"Ne"Jinhwan menautkan jarinya dan tersenyum manis
"Ahh,oppa,aku iri padamu"Perkataan Jennie membuat Jinhwan menyerngit bingung,baru kali ini ada orang yang iri padanya,ia menatap Jennie yang menggandeng lengannya manja,berusaha mencari penjelasan di mata indah itu
"Wae yo?"tanya Jinhwan sambil menepuk kepala yeoja disampingnya dengan lembut,dongsaeng sekaligus sepupunya itu menatap Jinhwan dengan tatapan polos
"Kau cantik"
Mata Jinhwan terbelalak mendengar penuturan yeoja itu
"Yak aku ini namja"
"Tapi kenapa kau bisa sangat cantik oppa?"
"Aku tidak cantik Jennie,ini definisi dari tampan"
"Aku tidak peduli,kau kelihatan cantik bagiku dan kau akan selalu begitu di mataku"
"Terserah"Jinhwan memutar bola matanya
"Ahh,aku lupa!"Jennie melepaskan Jinhwan
"Aku ada kelas sebentar lagi oppa,aku pergi dulu"Jennie berlari meninggalkan Jinhwan yang hanya bisa menggeleng melihat dongsaengnya
Drrrtt
From:Jennie
Oppa,kita bertemu di rumahmu saja,aku akan menjemputmu,okay? :)
Jinhwan tersenyum kecil lalu membalas pesan singkat itu
To:Jennie
Ne,Jennie ya:)
Send
Jinhwan memasukkan benda pipih itu ke kantong celana jeansnya,ia melangkah menuju kelasnya sebelum..
"Jinhwan hyung"suara berat seseorang yang khas membuat Jinhwan berhenti berjalan
Jinhwan menghela nafasnya
"Wae?"
Jinhwan tetap pada posisinya tanpa melihat ke belakang
"Itu hyung.."
"Katakanlah,kau selalu saja mengganguku di hariku yang tenang"Jinhwan berkata dengan nada dingin
"Itu.. aku hanya ingin memberimu ini"Namja itu menyodorkan sesuatu membuat Jinhwan mau tak mau memandang namja itu
"Sebuah foto?" Alis Jinhwan bertaut
"Ne hyung,kemarin kau menjatuhkannya waktu kita bertemu di koridor kampus"Junhoe mendekati Jinhwan
Jinhwan berusaha mengingat kejadian itu,hingga akhirnya ia membelalakan matanya,foto itu kah?
"Ahh gomawo June ya"Jinhwan tersenyum canggung dan menerima foto itu"aku pergi dulu June ya"
Junhoe hanya mengangguk ringan,dilihatnya punggung Jinhwan yang telah berbalik di hadapannya
Bibir Junhoe terbuka sedikit,namun tidak ada suara yang keluar dari kedua belah bibir itu,ada sesuatu yang ingin ditanyakannya,namun bibirnya tak kuasa mengucapkannya
"Shit,kenapa aku penasaran dengan yeoja di foto itu?!" Ia mengusap wajahnya kasar