Mendung hitam gelapkan seluruh langit
Perlihatkan sunyi diriku yang sendiri
Terlintas dalam memori kenangan abadi
Ketika kamu temaniku habiskan waktu seharian tanpa bosan
Perlahan rintik air turun basahi jejak langkah yang kuciptakan
Sendirian tanpa kehadiranmu di sampingku
Hampa terasa ketika kususuri jalanan yang tergenang
Tersayat hati memandang basah bersentuhan dengan tubuhku
Keberadaanmu akan kucari selamanya
Hingga dapat kutemukan arti hidup bila bersamamu
Aku tak ingin menyerah meski badai sebagai penghalang
Dengan senyuman yang mengubah hari ini penuh tantangan
Kala hujan turun kian deras
Kenangan di masa silam terukir jelas
Setiap detik waktu yang kita habiskan untuk bercerita
Tentang kasih sayang dan juga cinta
Singaraja, 14 Juli 2018
YOU ARE READING
Remah Rasa sang Penyair Galau
Poetry[SUDAH TERBIT] ⛔WARNING!!!⛔ Tulisan ini dapat menyebabkan tingkat ke-GALAU-an yang maksimal dan ingin membeli bukunya. Saran: Siapkan uang tabungan kalian untuk dapat miliki segera bukunya! Kumpulan remah-remah rasa yang tertulis jadi sajak-sajak se...
