Ini adalah salah satu pengalaman yang tidak akan pernah mereka lupakan.
Karena, ini adalah kali pertama mereka merasakan kejadian itu, dan sejak saat itu pula mereka sangat percaya akan 'hal' yang hampir membuat mereka terbunuh itu benar-benar ada. Nyata. Hidup. "MAKHLUK ITU ADA". ada. Tapi, itu bukan seperti makhluk yang mereka bayangkan.
Desember 2003 pukul 07.00
Semua barang2 yang perlu dibawa telah siap dan mobil pun juga sudah di service takut kalau2 terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Mereka ingin pergi berlibur ke sebuah desa yang terpencil tetapi kaya dengan objek wisata yang sangat luarbiasa indah dan tak kalah dengan objek wisata lainnya yang asas di dunia. Desa ini begitu indah tetapi tidak banyak orang yang tahu karena, kepala desa tersebut tidak mengizinkan terlalu banyak wisatawan yang datang. Dan, terlebih lagi dari mancanegara.
Jalan menuju desa itu memang tidak lah mudah tetapi dengan mobil model yang digunakan seperti untuk offroad akan mudah saja. Mereka memerlukan waktu 3-6 jam untuk menuju desa itu.
"Enak banget siih mereka bertiga tidurnya, kayaknya walau ada badai hujan pun nggak akan berpengaruh deeh..."
Dengan raut wajah yang agak kesal, dion pun mengembalikan pandangannya fokus ke jalan.
"Ya Udah biarin ajaa... kamu tuh kalau capek bilang gak usah marah2, pake nyalah2in mereka, nanti cepet tua tau!!!"
Sambil melirik ke arah dion yang sedari tadi sudah terlihat kelelahan.
"Diem aja deeh!!! Kamu tuh nggak tau rasanya gimana!!! Udah tau jalanan rusak begini malah masih maksain mau pergi juga, kan masih ada tempat wisata lain yang lebih keren!!!."
Dion pun kembali mendengus dengan nada yang lebih tinggi. Jullian hanya bisa tertawa melihat dion yang bersikap seperti itu.
"Ya Udah sini aku aja yang nyetir gantian mau nggak???"
"Naah, gitu dong jul dari tadi kek ini udah pegel, ngantuk, mo tidur... udah 3 jam aku nyetir mana jalannya rusak banget lagi. Tapi, semoga aja nanti hotelnya enak, aduuuh udah pengen langsung tidur hehehe... Tapi, sambil nunggu sampe aku tidur aja dulu yaa.. nanti kalau udah sampai bangunin aku yaa jul"
"Iyaa deeh terserah kamu"
Setelah itu, dion langsung menghentikan mobil dan bertukar tempat dengan jullian. Jullian lagi2 hanya bisa tersenyum dan kadang2 tertawa melihat kelakuan sahabatnya itu dan yang akhirnya langsung tertidur. Lalu, jullian langsung melanjutkan perjalanan mereka yang masih jauh dan kurang lebih 3 jam lagi.
Selama perjalanan jullian hanya memikirkan apakah keputusan yang diambilnya ini merupakan hal yang benar dan apabila terjadi sesuatu kepada mereka itu terjadi karena rasa ingin tahunya terhadap wisata alam yang berbeda.
"Kak lama lagi sampai nya aku udah pegel banget niih..."
"Eeh adek kakak udah bangun... Iyaa sebentar lagi sabar."
"Udah sabar banget aku ini"
"Ya Udah tidur aja lagi pasti langsung nyampe percaya sama kakak"
"Iyaa deeh..."
Tak lama kemudian fecilia adik perempuan jullian pun kembali tertidur dengan bersender di pundak Jaine.
Matahari sudah tampak berada di tepat diatas kepala. Dan, setelah berjam2 mengemudi akhirnya mereka sampai di desa tersebut. Keadaannya sangat lah tentram dan damai walaupun tidak seramai di kota, udaranya pun masih terasa segar.
Jullian pun membangunkan mereka dan bersiap2 untuk memulai perjalanan.
"Udah siaap???" Tanya jullian dengan sangat yakin
"Siaaap!!!"
"Let's go..."
YOU ARE READING
The Joy Of Creation "Story Mode" [END]
HorrorJullian ingin mencari sebuah kebenaran yang telah tersimpan selama bertahun-tahun disebuah rumah yang biasa disebut dengan 'rumah para animatronics'. Tak banyak yang tau apa yang sebenarnya terjadi dirumah itu dan mengapa hal tersebut bisa terjadi. ...
![The Joy Of Creation "Story Mode" [END]](https://img.wattpad.com/cover/170364505-64-k587434.jpg)