-1

58 6 0
                                        

Hari ini, tepatnya di hari Senin. Hari dimana anak-anak berseragam putih biru itu beradaptasi untuk pertama kalinya di sekolah mereka yang nantinya dari seragam putih biru itu akan tergantikan oleh seragam putih abu-abu. Banyak sekali suka duka mereka untuk hari ini.

Namun, yang dirasakan oleh Fernando hanyalah biasa saja. Tak ada raut suka ataupun duka di wajahnya itu. Fernando memiliki wajah yang bisa dibilang flat atau datar. Dia memang tidak pernah menunjukkan kata hatinya melewati wajahnya itu.

Meskipun masih kelas X dan masih sangat baru menjadi siswa di SMA Rajawali, ia sudah cukup terkenal karena ia masuk ke sekolah itu dengan bantuan piagam yang dia punya. Yaitu piagam olimpiade fisika juara 1 ditingkat nasional.

Fernando merasa hari pertamanya ini hanyalah hari biasa, tak lebih dari hari-hari sebelumnya. Beda dengan wanita manis dengan seragam putih biru dan rambut yang berkucirkan dua dengan pita berwarna pink dan hijau itu. Nadine namanya, ada lukis senang dan haru di wajahnya. Ia tak menyangka karena sekarang ia sudah kelas X.

Tak jauh berbeda dengan Fernando, Nadine pun juga di sekolah ini sudah cukup terkenal karena piagam penghargaan cerdas cermat masalah organisasi kepemimpinan yang ia punya. Bahkan ketika mos saja Nadine seperti diperlakukan khusus oleh anak-anak osis, dan ia juga sempat ditawari untuk ikut osis nantinya. Namun Nadine merasa ini terlalu berlebihan untuknya yang masih kelas X, ia takut jika yang lain merasa dibeda-bedakan oleh kakak kelasnya itu dan alhasil ia di hindari oleh teman-temannya.

Saat ada tugas untuk menulis argumen mengenai SMA Rajawali, mereka semua di acak oleh pembina masing-masing. Kakak kelas membagikan kompoknya. "kelompok satu ada Dubois Sudana, Fitria Ayusola, Detika Putri, Firman Taulana. kelompok dua ada Dhea Jayanti, Mala Santika, Okta Axeldara, Bara Bramasta. kelompok tiga ada Fernando Anggara Osipove, Rafael Buminugroho, Keyra Rescha Abraham, Nadine
Chatarina Imanuel......." Pokoknya kakak kelas itu membagikan lebih kurang 72 kelompok.

Hal inilah yang membuat mereka berempat, Fernando, Rafael, Keyra, dan Nadine saling kenal meski tak terlalu. Mereka berempat bersepakat untuk mengerjakan tugas ini di taman dekat alun-alun kota nanti sore jam 4.

Memang sudah dari awal Nadine dan Fernando seperti tak cocok walau itu hanya sebatas teman kelompok. Namun, berbeda dengan Keyra yang diam-diam suka memandangi Fernando, bahkan dari tatapannya sudah terlihat kalau dia sudah kagum pada Fernando.

***

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 3 sore lebih 45 menit, ya 15 menit lagi mereka berempat harus segera datang di taman.

Nadine yang sedang menunggu taxi untuk ditumpanginya yang sedari tadi tak datang, malah kaget akan kedatangan  Rafael yang tiba-tibat  depannya itu.

"lo belum berangkat ya dine ternyata?" tanya Rafael pada gadis itu.

"i-iya nih gue lagi nunggu taxi tapi nggak ada yang lewat juga hehehehe" jawab Nadine dengan sedikit gagap dan senyum kecilnya.

"ooh, udah dari tadi ya?"

"iya udah dari jam 3 lebih 20 menit tadi"

"yaudah kalau gitu bareng gue aja, tapi gue juga nggak maksa lo buat bareng itu kalo lo mau, kalo enggak juga nggak papa" usul Rafael pada Nadine.

Nadine sangat bingung,apakah dia harus memilih nebeng dengan laki-laki ini atau harus tetap menunggu taxi yang tak memberinya kepastian. Gadis ini melihat jam berwarna putih di tangannya yang terlihat serasi dengan pakaian yang ia kenakan sekarang. Jam sudah menunjukkan jam 4 sore kurang 5 menit. Ia akan merasa malu jika terlambat, karena ini adalah kali pertama ia kerja kelompok dengan teman SMAnya itu. Tak ada pilihan lain, Nadine memilih untuk menerima tawaran Rafael.

"gimana?" tanya laki-laki itu.

"eh emm ituuu, i-iya aja deh gue nebeng lo. nggak papa kan ya?" jawabnya sambil malu-malu.

"iya,buru udah naik" laki-laki itu menarik ujung bibirnya dengan sangat tipis hingga tak kentara ada sedikit rasa, seperti rasa suka pada gadis yang sedang naik ke motornya.

Sesampainya di taman, sudah terlihat Keyra dan Fernando yang sedang duduk di bangku bundar taman itu. Mereka seperti orang yang tak kenal satu sama lain. Tak ada topik yang akan dibahas oleh mereka berdua.

Rafael dan Nadine yang baru saja datang langsung duduk dan mengambil alat tulis masing-masing. Keempatnya masih terlalu canggung untuk saling bertanya. Nadine mencoba mencairkan suasana yang melingkupi kelompoknya agar tugas selesai sebelum maghrib tiba.

***

Tugas mereka sudah selesai dengan waktu lebih kurang 1 jam 20 menit. Fernando yang sudah merasa bosan sedari tadi langsung beranjak dari duduknya dan pergi tanpa kata apapun. Beda dengan Rafael, ia justru menawarkan tebengan bagi Nadine. Untuk kedua kalinya Nadine kaget dengan hal ini, karena tadi ia dibonceng Rafael ketika datang dan sekarang ia akan dibonceng lagi oleh orang ini? masa gue harus nebeng nih bocah lagi sih? nggak ah mending gue barengan sama Keyra naik taxi aja kalo nggak nunggu abang batin Nadine.

"eh itu udah ada taxi, gue naik taxi aja ya Raf bareng Keyra juga. ya kan Key?" jawab gadis cantik ini.

"emm apa Nad?tadi lo ngomong apa?" kata Keyra sambil bingung.

"yaudah kalo gitu gue pulang dulu,bye dine hati-hati lo di jalan" ujar Rafael sambil tersenyum.

Laki-laki itu langsung pergi dengan membawa senyumannya tadi. Melihat hal tadi, membuat Keyra bertanya-tanya. apa mereka udah saling kenal?apa malah pacaran? batinnnya. Tak bisa menahan rasa keponya itu,dengan cepat ia bertanya kepada Nadine yang sedang memberhentikan taxi.

"lo akrab juga sama si Rafael nad"

Nadine tampak menghiraukan perkataan Keyra. Mereka masuk ke dalam taxi.

"Nad lo gue tanya juga"

"iya apa ra?"

"lo akrab ya sama si Rafael"

"ooh itu"

"jangan-jangan kalian udah pacaran ya Nad, gila baru kenal dia tadi udah jalan cepet lo sama si Rafael"

"jangan ngaco, gue cuma kenal. Kalo cuma mau bahas dia mending diem"

"yaudah iya"

"eh nad,gue kira lo itu orangnya dingin kaya si fernando" Sambung Keyra.

"emang gue kaya gitu kan"

"nggak juga tuh, lo malah gampang akrab sama kita-kita. lo juga yang buat tugas cepet selesai dengan cara lo ngakrabin semua tadi"
Hanya senyuman yang ia beri ke Keyra.

Tak terasa taxi yabg ditumpangi oleh mereka berdua sudah sampai di depan rumah Nadine.

Nadine berpamitan dengan Keyra dan segera turun dari taxi karena ia sudah merasa gerah dan capek di tubuhnya.

Ketika ia masuk ke dalam rumahnya, yang ia rasakan hanya sepi. Tanpa banyak pikir lagi Nadine langsung menuju ke lantai atas dan masuk ke kamarnya untuk istirahat.

***

Suasana tampak damai,teduh,dan bersahabat aura di rumah Fernando. Namun untuk laki-laki ini, malah merasa pusing karena apa yang ia lakukan hari ini sungguh membuatnya menguras tenaga dan pikiran.

Karena ia bosan,Fernando langsung menghubungi kedua temannya, Okta Axeldara dan Bara Bramasta yang juga satu kelas namun beda kelompok.

Dipikirannya sekarang, ia hanya membutuhkan penenang entah itu pergi ke club untuk sekadar berjoget atau minum bersama. Tetapi, tak ada jawaban yang ia terima dari Okta dan Bara. Saking lamanya ia menunggu jawaban dari mereka, ia malah tertidur.

you make me CRAZYWhere stories live. Discover now