1. Perempuan di bawah Pohon

24 4 2
                                        

"Hey, kamu manusia kan?" bocah laki-laki itu mendekat sembari ketakutan. "Kamu kenapa nangis disini? Kata kakak ku, yang biasa nya nangis dibawah pohon itu hantu. Tapi kamu bukan hantu, kan?" ujarnya polos.

Gadis kecil yang menelungkupkan kepala diantara kedua lututnya itu pun akhirnya mendongak. Matanya yang basah menatap sosok anak lelaki seumurannya yang tengah berdiri dihadapannya.

"Aku manusia, tau," ujar gadis itu jutek.

"Ihh, kamu ingusann." bocah lelaki itu mengernyit jijik. Sedangkan bocah perempuan tersebut mendengus malas. "Kan aku abis nangis, jadi ingusnya keluar." Namun bocah lelaki itu tetap bergidik jijik.

Akhirnya bocah lelaki itu duduk disamping si gadis kecil. "Yaudah, kamu kenapa nangis? Kata Papa, anak kecil itu ga boleh nangis, nanti gak gemes lagi."

"Aku gak punya temen. Kakak ku gak mau main sama aku. Mama aku juga kerja terus." Anak perempuan itu menatap langit, menerawang, sembari menahan air matanya yang siap meluncur. Ia tidak mau menangis lagi. Hari ini cukup memeras air matanya, ia lelah.

"Kalau kata Papa ku, Papa kerja itu buat ngasih makan kita juga. Mungkin mama kamu juga sama gitu." Bocah lelaki itu menatap gadis disampingnya yang masih muram. "Yaudah, main ke rumah aku, yuk! Rumahku gak jauh dari sini kok. Di rumah aku punya banyak mainan," tawarnya dengan senyum lebar.

Gadis disampingnya ini kini tengah menyipitkan matanya sambil berpikir. "Kamu bukan orang jahat, kan?"

Si anak laki-laki mendelik, "kata Mama, aku ini anak yang baik."

Setelah menimang-nimang, anak perempuan itu menerima tawaran tersebut. Keduanya pun bangkit dan berjalan menuju rumah si bocah lelaki.

***


Published: 19 Mei 2019
Revisi: 24 September 2021

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 25, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ObfuscateCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang