AZZEL ANGGERDA

921 196 279
                                        

Malam itu dipenuhi oleh suara bising. Tentu saja datangnya dari para penonton. Terlebih lagi, suara melengking para cewek. Bikin sakit telinga!

LIAT DEH GITARISNYA! GANTENG BANGET GAK SIH?!

ADUHH ABANG GITARISS

AAAA ABANG BASSIS PALING GANTENG SIH!!

VOKALIS NYA PLISS, SUARANYA YAAMPUNN...

Teriakan-teriakan itu terdengar jelas saat pensi sedang berlangsung di SMA Akasa. Luna benar-benar tidak tahan, ia berusaha keluar dari banyaknya kerumunan orang. Ketika Luna berhasil keluar, ia tak sengaja menabrak seseorang.

Brukk!

"Maaf--" ucap Luna ketika tak sengaja menabrak tubuh besar dan tinggi cowok itu.

Cowok itu langsung pergi meninggalkannya sendiri tanpa sepatah kata apapun dan berjalan menyusul teman-temannya. Luna yang baru bangun dari jatuhnya melihat ke arah bawah. Ha? Ini stick drum punya siapa? Luna mengambilnya, kemudian ia duduk di kursi panjang kosong itu sambil menunggu pemiliknya datang.

Sudah hampir tiga puluh menit ia menunggu. Luna sudah muak dengan keadaan yang semakin sepi. "Duh..ini yang punya siapa sih? Apa gue buang aja kali ya? Lagian lelet banget, padahal udah tau barangnya ilang."

"Punya gue." Suara itu mendadak muncul di hadapan Luna.

Luna mendongak. "Oh yaudah. Nih, ambil," ujar Luna sambil mengulurkan tangannya ke cowok itu. Ia langsung beranjak dari kursi dan berjalan meninggalkan cowok itu sendiri.

Namun, langkahnya mendadak terhenti. Tangan Luna ditahan. "Makasih udah nungguin."

"Sama-sama. Ga masalah," singkat Luna.

"Bohong."

Luna mengernyitkan dahinya. Tak tahu maksud dari cowok itu.

"Iya. Lo bohong kan? Gue denger tadi lo ngeluh kok," lanjut cowok itu.

"Terus? Masalah ya?" ketus Luna.

"Iya masalah. Gue gak suka orang yang bohongin perasaannya."

"Yaudah sih, kan gak ada ruginya buat lo?" Lagi-lagi Luna menjawabnya dengan ketus.

Ia berusaha melepaskan tangan cowok itu, namun, genggamannya semakin kuat. "Bentar."

"Apa lagi sih?"

"Gue Azzel Anggerda, dua belas IPS 2. Drummer band di sekolah ini. Salam kenal."

Luna melotot, berkeringat dingin, malu, gemetar–intinya rasanya campur aduk! Ia ingin segera pergi dari tempat itu. Luna merasa bersalah dan tidak sopan jika berbicara dengan kakak kelas dengan nada ketus seperti tadi. Ya bagaimana lagi, memang Luna begitu orangnya. Kalau ketemu orang baru pasti cuek, pantes aja jomlo– Lalu, apa yang harus ia lakukan untuk mencairkan suasana mencekam itu?

Luna menarik napas, lalu menghembuskannya perlahan. Pokoknya gue gak mau punya urusan sama kakak kelas!

"Oh. Salam kenal juga, Kak. Maaf saya ga sopan banget tadi," ucapnya sambil melihat ke arah bawah.

Azzel tertawa kecil. "Ahahaha! Gak masalah."

"Ya-yaudah, Kak. Saya mau pergi dulu." Luna  langsung lari meninggalkan Azzel.

Dia—menarik buat dikejar.

.

.

.

01.09.2021

Hai!! Apa kabar??

Readers lama inget cerita Darreluna? Ya! ini versi revisinya dan juga diubah judulnya jadi Zelluna. Cerita ini benar-benar dirombak total!

Gimana? Suka?

MOGA KALIAN SUKAKKK<3

NEXT GAK NIH?

Salam, Maca Anggerda. Love u sm💗💗
Sampai bertemu di part selanjutnyaaa, babayyy

ZELLUNAWhere stories live. Discover now