Prolog

425K 18.1K 498
                                        

Jangan pernah menjadikan seseorang sebagai prioritas ketika bahkan, kamu hanya pilihan untuknya.

Andara

***

Tidak semua gadis seberuntung Salma dalam serial Dear Nathan. Tidak juga seperti Milea yang selalu mendapat gombalan dari Dilan. Ini kisah nyata, Dimana semua yang terjadi tidak dapat dihindari. Melawan takdir pun rasanya percuma, Tetap tak berubah meski Hati menginginkan begitu.Menjadi yang pertama tentu keinginan semua gadis untuk kisah cinta mereka. Hidup bahagia, saling percaya dan di prioritaskan adalah hal utama yang mereka inginkan. Namun sayangnya tidak semua gadis mampu memiliki kisah cinta seperti itu.

Bagi Andara, sikap Dewa yang selalu mementingkan prioritas Lisa sudah cukup menohok hatinya untuk tidak berharap lebih. Meski ribuan kali ia mendengar kata cinta dan sayang dari pria itu, tetap saja tak dapat menahan Hatinya untuk tidak menjerit sakit saat ia tersisihkan.

Layaknya pemeran pendukung, sepertinya posisi Dara memang sebatas itu. Ia hanya mampu melihat dua pemeran utama saling mendukung untuk memporak porandakan Kisah cintanya. Andara tak marah, Sungguh. Ia hanya lelah dengan kebohongan yang memaksanya tetap bertahan. Berulang kali Andara tegaskan pada hatinya bahwa bukan hanya ia pemilik Hati Dewa. Namun memang pada dasarnya Wanita penuh keegoisan, Selalu ingin menjadi yang pertama dalam cerita mereka.

Kini Setelah berjuang mati matian mengikhlaskan Rasa cintanya pada Dewa, Dara ingin memilih berhenti. Membiarkan Dewa bahagia dengan pilihannya sendiri.

" Kamu hanya perlu bersikap tegas, Jangan bersikap seperti lelaki bajingan yang menginginkan dua Hati"

Andara menatap nanar wajah Dewa. Pria dengan raut tegang yang berusaha mencerna ucapannya. Beberapa detik kemudian Ia menyesali sesuatu. Dari sekian banyak waktu yang Dara miliki, Kenapa harus hari ini ia mengatakan hal seperti ini?

" Aku ga bisa kalo harus terbagi, Apalagi dengan dia " Matanya menatap seorang gadis dengan surai hitam lurus yang berdiri tepat dibelakang Dewa. Mati matian Dara menahan gejolak  dalam hatinya untuk tidak melayangkan tamparan pada pipi mulus gadis itu. Gadis yang kini menatapnya tanpa rasa bersalah.

Dara menguatkan hatinya, menatap kedalaman mata Dewa dan menguncinya. "Dewa, Aku rasa Kita cukup sampai disini"

Hening sesaat, " Aku menyerah"

Setelah lirihan suaranya keluar, Andara berbalik bersamaan dengan jatuhnya liquid bening dari netranya. Kakinya melangkah menjauh, Sama sekali tak berhenti meski Dewa memanggilnya berulang kali.

Tbc

Baca sampai akhir dan temukan berbagai rasa dihatimu.

Antara Aku Kamu Dan Lisa (Terbit)Stories to obsess over. Discover now