Perkenalkan aku Adara Aurora Danish seorang wanita yang dilahirkan oleh perempuan hebat bernama Lestari biasa disapa Tari, juga dibesarkan oleh seorang Ayah yang yang hebat bernama Andi dan hidup berdampingan bersama cowok menyebalkan bernama Rama.
Rama adalah Kakak yang menyebalkan tapi untungnya dia selalu mendukung dan membantu setiap langkahku dan dia juga yang membantuku untuk bisa dekat dengan Athar cowok yang aku cintai sedari kelas 3 SMP.
"Kak nanti kalo istirahat aku ke kelas Kak Rama ya bawain makanan" Bujuk Adara
"Buat Athar lagi? Athar aja dibawain makanan terus, gue aja nggak pernah gue ini Kakak lo tau" Kesal Rama
"Berisik deh, pokoknya aku nanti ke kelas Kak Rama mau ketemu sama Mas Athar ayang bebeb akuhh"
"Najis lebay banget" Ucap Rama lalu pergi meninggalkan Adara karna bel masuk sudah berbunyi
Adara tidak fokus ketika mendengarkan penjelasan guru matematika yang tengah mengajar di kelasnya X IPA 1, ya Adara memang cukup pintar untuk bisa masuk di kelas itu tapi ketika dia sedang tak bahagia otaknya akan menjadi super duper lemot.
Adara hanya melamun sepanjang kelas dimulai sampai akhrinya bel istirahat berbunyi yang membuatnya langsung bersemangat karna bisa pergi ke kelas Rama untuk bertemu Athar pujaan hatinya
Sesampainya di kelas Rama, Adara langsung mengambil kursi dan ditariknya kursi itu ke dekat tempat Athar duduk para cewek lain yang berada di kelas itu merasa iri pada Adara yang bisa dekat dengan Athar karna bantuan Rama yang sudah 2 tahun ini bersahabat dengan Athar
"Hai Mas apa kabar hari ini? Udah senyum belum?" Tanya Adara memamerkan gigi rapinya pada Athar
"Kamu kelihatan bahagia banget ada apa memang?" Tanya Athar
"Aku mah bahagia terus kalo deket sama Mas Athar" Gombal Adara
Atharya Malik Sanjaya adalah sosok yang berhasil menjatuhkan hati Adara aurora Danish sejatuh jatuhnya namanya punya arti Atharya yang berarti Bijaksana, Malik yang berarti Raja juga Sanjaya yang berarti sang pemenang jadi dapat disimpulkan arti dari namanya adalah Raja yang Bijaksana dan selalu menjadi Sang Pemenang
Athar biasa dia disapa, sifatnya yang kalem, cuek dan dingin pada kebanyakan orang membuat Adara yang ceria penasaran dengannya. Sayangnya sampai saat ini Adara belum mampu meluluhkan hati Athar yang mungkin sudah tertutup untuk wanita manapun kecuali adik dan Mamanya
"Oh iya Mas ini aku bawain, aku yang masak loh" Kataku menyerahkan kotak makanan yang berisi sandwich kepada Athar
"Makasih, saya sudah makan tapi nanti pasti saya makan buatan kamu ini" Kata Athar mengambil bekal makanan yang tadi diserahkan Adara
Athar memang selalu dibawakan bekal oleh Mamanya karna sedari kecil dia tidak boleh makan atau jajan sembarangan.
Athar bukan cowok yang manja atau setengah matang dia adalah cowok yang tampan, gagah juga maskulin hanya saja dia tidak suka pada keramaian dia juga tak pandai bergaul tapi semua tentang Athar apapun itu tetap membuat Adara mencintainya
"Kamu sudah makan belum?" Tanya Athar pada Adara yang sedari tadi tak melepas tatapannya ke wajah Athar
"Punya adik satu malu-maluin aja bisanya tau ah mending gue cabut aja makan laper" Cetus Rama lalu pergi untuk ke kantin
"Adara..." Panggil Athar
"Eh iya Mas maaf tadi ngomong apa ya?" Ucap Adara membuyarkan lamunannya
"Saya tanya kamu sudah makan belum?" Tanyanya sekali lagi
"Oh belum Mas tapi aku nggak laper kok" Kata Adara tersenyum
"Eh iya Kak Rama kemana kok nggak ada?" Sambungnya, matanya mencari keberadaan Rama ke seluruh penjuru kelas XI IPA 1
"Rama pamit pergi ke kantin lapar katanya" Ucap Athar
Suaranya yang penuh kelembutan membuat wanita manapun nyaman berlama-lama berbincang dengannya, selain tampan dia juga pintar dan Athar juga menjadi Ketua Osis di SMAN PELITA JAYA di JAKARTA Utara
"Mas boleh minta nomer hpnya nggak? Solanya Kak Rama pelit kalo aku minta sama dia" Kata Adara
"Buat apa nomer hp saya, setiap hari kamu juga kesini nemuin saya kan?" Ucap Athar yang membuat Adara malu, benar juga dia setiap hari kan selalu ke kelas Rama jika istirahat untuk bertemu dengan Athar kecuali hari libur paling dia akan membujuk Rama untuk mengajaknya bermain dirumah Athar.
"Yahh supaya aku bisa ngehubungin Mas Athar lah, bolehh ya Mass pliss" Bujuk Adara dengan tatapan memohon
"Iya boleh, sudah jangan menatap saya seperti itu saya risih" Kata Athar
"Mas kenapa Formal banget sih ngomongnya biasa aja santai gitu pake gue elo juga gapapa" Kata Adara
"Maaf saya nggak biasa pake gue elo, kata Mama itu kurang sopan" Kata Athar
"Mas kalo orang yang nggak kenal deket sama Mas Athar pasti ngira Mas Athar lembek, cowok manja, nggak normal juga mungkin apalagi Mas Athar jarang bergaul padahal banyak loh Mas cewek sini yang suka sama Mas Athar" Kata Adara
"Saya nggak perduli dengan pandangan mereka terhadap saya, manusia boleh berpendapat kan? Jadi itu hak mereka yang penting saya tidak seperti yang mereka bicarakan karna orang terdekat saya juga pasti tahu saya orangnya seperti apa" Kata Athar
"Mas maaf ya bukannya mau bikin Mas Athar marah" Kata Adara
"Gapapa saya nggak marah kok" Kata Athar
"Kamu balik ke kelasmu sana bentar lagi bel masuk udah bunyi nanti kamu telat" Sambungnya
"Yaampun masih disini daritadi nggak bosen apa yah ini orang sana balik woy" Omel Rama pada Adiknya yang sedang jatuh cinta itu
"Nggak bosen tuh" Kata Adara tak memperdulikan Rama
"Gue yang bosen dan gue yakin Athar juga bosen lo samperin tiap hari" Kata Rama melihat ke arah Athar meminta persetuan atas ucapannya barusan
"Udah jangan ribut, Dar mending kamu balik ke kelas kamu sekarang nanti Rama malah marahin saya gegara kamu nggak dengerin dia" Kata Athar
"Ohh jadi Kak Rama sering marahin Mas Athar ya? Wahhhh awas kalo di rumah aku bilangin ke Bunda kalo kemarin Kak Rama boncengin cewek waktu pulang sekolah dan ninggalin aku sendirian" Ancam Adara yang membuat Rama takut
"Ehh jangan dong yaudah deh maaf tapi sekarang balik ke kelas lo sana udah mau bel tau" Kata Rama
Adara setuju dan pamit pergi dari kelas Rama dan Athar, dan benar saja bel telah berbunyi sedangkan dia masih melewati koridor parahnya saat dia masuk kelas sudah ada Bu Vina yang mengajar IPA
"Duh pas banget udah ada Bu Vina kena hukum lagi deh gue, apes banget dah" Dumel Adara menepuk jidatnya
Bu Vina adalah guru mata pelajaran IPA yang mengajar di kelas Adara beliau sekaligus menjadi wali kelas di kelas X IPA 1
"Adara dari mana saja kamu?!" Omel Bu Vina yang terkenal galak dan pelit nilai pada murid
"Dari matamu matamu ku mulai jatuh cinta" Jawab Adara menyanyikan lagu Jazz dari matamu yang membuat Bu Vina semakin marah
Para murid lain yang ingin tertawa terpaksa harus menahan tawanya karena kalo mereka tertawa ketika Bu Vina sedang marah pasti mereka ikut kena hukuman juga
"Kamu ditanya malah nyanyi mau saya hukum kamu?!" Omel Bu Vina tetapi Adara menjawab dengan santainya
"Kalo ditanya ya saya nggak mau dihukum lah Bu" Jawabnya
"Yasudah saya maafkan jangan diulangin lagi sekarang kamu duduk dibangku kamu" Kata Bu Vina
"Makasih Bu Vina yang cantik lagi Syantikk tapi bukan sok syantikk" Kata Adara yang membuat murid lain tak sanggup lagi menahan tawanya
"Diammm!!!! Adara duduk kamu" Bentak Bu Vina yang membuat seisi kelas hening.
Happy reading guys jangan lupa vomment ya....😊 makasihhhh
CZYTASZ
ATHARYA
Dla nastolatkówCerita tentang kamu yang aku perjuangkan tetapi malah meninggalkan. "Semula hidupku berwarna, kehadiranmu semakin membawa warna setiap harinya tapi kepergianmu merenggut semua kebahagian yang aku punya" Kata Adara "Kamu jangan cinta sama saya, nanti...
