chapter 1 : unbelievable

25 1 1
                                        

Aku belum pernah menyukai seorang laki-laki sebelumnya ( dalam artian yang sesungguhnya) tapi... memang tidak akan pernah begitu. Aku tidak akan pernah dilirik oleh pria manapun tentu saja. Tidak ada yang menarik dariku, perempuan yang hanya mencintai buku, musik, dan film dalam hidupnya.

Mungkin dia lesbi. Siapa yang tau..

Enyahlah dari pikiran siapapun yang berpikir aku penyuka sesama jenis, yang benar saja. Aku normal, tentu saja. Aku masih tertarik dengan pria, apalagi jika itu seorang Justin Bieber. Aku sangat menyukai dia, SANGAT.

Aku belum memikirkan untuk berkencan dengan pria manapun saat ini. Aku belum siap, sungguh.

"Aku punya kenalan yang pas buat kamu akhir pekan ini" Laura berbisik pelan disampingku, nyaris membuatku tak mendengar apapun.

Aku mengerutkan dahi "apa maksudnya?" Aku tidak berpikir dia sedang menjodohkan aku saat ini. Tapi, well dia melakukannya.

" Ayolah, jam 7 tepat di First time" dia mengatakannya dengan cengiran khas dibibir nya.

"Kau tidak bisa melakukan ini padaku, ini bukan jamannya Laura.." ucapku kesal. Aku kesal saat Laura bertindak seperti dia adalah seorang ibu yang mengkhawatirkan anaknya.

"Aku temanmu dan aku bisa melakukan ini" katanya tak terbantahkan. Dia mengakhiri obrolan bodoh yang dia buat begitu saja, dan merapikan alat tulisnya ketika bell tanda pulang berbunyi.

"Percayalah, kamu akan menyukainya, Jo. Dia sangat sempurna."

Aku memutar bola mataku jengah "aku tidak akan datang."

Aku keluar kelas dan berjalan menjauhi Laura yang terus saja memaksa ku untuk pergi kencan buta dengan Seorang pria yang sama sekali tidak aku kenal.

"Jika kau tidak datang, kau berhasil mempermalukan aku Josephine." Teriaknya ketika aku tepat berada fi dalam angkutan umum berwarna kuning sialan ini.

Aku tidak pernah berpikir aku akan berakhir disini saat ini, sungguh. Aku tidak tau bagaimana bisa aku menuruti Laura Louboutin yang gila itu. Yah, aku berada di First time saat ini, duduk di meja dekat jendela besar sesuai apa yang dikatakan Laura kepadaku.

Pukul 7, first time. Meja pojok dekat jendela besar sebelah Utara.

Aku datang 10 menit lebih awal, aku tidak suka membuat orang lain menunggu. Amat sangat tidak suka. Aku akan merasa bersalah jika aku membuat orang lain menungguku.

Aku memegang cangkir yang berisi teh macha kesukaanku dengan erat saat aku tau siapa pria yang menjadi partner kencan buta ku malam ini. Aku bahkan tidak peduli tanganku yang mulai terasa panas karena mengeratkan tanganku pada cangkir putih yang tak tersentuh itu.

Dia Edgar Dale, pria yang menjadi alasan sesungguhnya aku tidak ingin berkencan dengan orang lain selama ini. Tapi, bagaimana bisa dia disini. Maksudku, ya ampun aku tidak tau harus berkata apa. Dia Edgar Dale, atlit renang, siswa populer. Ya Tuhan, Pastikan aku tidak berhalusinasi malam ini

"Hai, apa aku terlambat?" Sapanya memecah keheningan.

Aku otomatis melepaskan tanganku yang kini memerah dan meletakkannya di atas pahaku yang tertutup kain berwarna biru Navy bermotif yang aku gunakan malam ini dan berdeham pelan untuk menghilangkan rasa gugup yang secara tiba-tiba saja menyerang seperti orang bodoh.

"Tidak, kau tepat waktu. Aku hanya tidak suka membuat orang lain menungguku, jadi aku datang lebih awal"

apa yang baru saja aku katakan, kenapa aku berkata seolah aku menantikan kencan buta ini? Bodoh

Dia tersenyum kearah ku, hingga menimbulkan garis-garis halus pada sekitar matanya. Tampan.
" Lumayan lucu" komentarnya dengan membuka buku menu yang baru saja diberikan waiters membuat pipiku menghangat seketika.

Sial.

Setelah memesan dia kembali menatap ku, tatapan matanya yang tajam namun terlihat teduh itu membuat ku ingin menyelaminya. Aku ingin tau apa yang dia pikirkan tentang diriku saat ini, aku tidak menyangka matanya berwarna hitam legam saat dilihat sedekat ini.

"Kita belum saling mengenal, aku Edgar Dale"

Aku tau kamu, sangat.

"Aku Josephine Casey, panggil aku Jo jika kamu bingung mau panggil aku dengan sebutan apa" ucapku ngawur, aku langsung menutup mulutku dengan tanganku dan menunduk "maaf, aku terlalu banyak mengoceh" ucapku tanpa berani menatapnya.

Dia tertawa pelan dan mengangkat wajah ku supaya melihat kearahnya.

"Tidak masalah, kamu menarik" katanya setelah memastikan wajahku yang kini memerah seperti pantat monyet sialan. Aku tidak sanggup lama-lama satu ruangan dengannya.

Aku masih tidak percaya orang yang aku kagumi beberapa Minggu yang lalu kini tepat berada di depanku. Bisa tampar aku sekarang ?

Lihat saja rambutnya, punggungnya, dadanya, matanya, senyumnya semuanya yang dia miliki sangat sempurna. Dia membuat Jantungku berdetak tak wajar.

Kami mengobrol banyak hal malam ini, dia menceritakan bagaimana dia bisa mengenal Laura dan berakhir disini malam ini.

Tebak aja apa yang Laura katakan ke Edgar. Iya, Laura berkata aku mengagumi Edgar sampai nyaris gila. Astaga memalukan.

Aku buru-buru mengambil tasku dan membayarnya tanpa mengambil kembalian. Aku terlalu gugup, malu jadi satu. Bagaimana bisa Laura bicara sefrontal itu ke Edgar. Bagaimana bisa perempuan tengil itu mempermalukan aku :'(

"Kenapa keluar? Apa aku salah bicara?" Katanya dengan menahan tanganku yang bebas.

Aku melihat tangannya yang besar menyentuh pergelangan tanganku sedikit keras, namun mampu membuat jantungku berpacu lebih cepat dari biasanya.

"Aa.akuu terlalu malu menemui mu" kataku dengan gugup. Aku tidak bisa menyembunyikan kegugupan ku darinya saat ini.

Dahinya berkerut, membentuk gelombang. Dia sangat lucu dengan ekspresi seperti itu, sungguh.

"Untuk apa malu? Aku tidak keberatan kok jika kamu menggilai ku" ucapnya membuat ku melebarkan mata karena terkejut dengan kata-katanya.

"Aku tidak pernah bilang gitu kok"

Sial kenapa suaraku seperti bayi yang merengek.

Dia tersenyum lebar dan melepaskan tangannya dari pergelangan ku yang kini memerah dan berpindah pada tengkuk lehernya "aku tau Laura melebih-lebihkan tentang dirimu yang "menggilai ku" itu. Jadi, Apa aku masih teman kencanmu ?"
.
.
.
.
.

Boleh ga sih teriakk houhohoho.....
Akhirnya chapter pertama udah kelar, terharu banget 😭😭😭😘😂
Sorry ya kalau typo  masih berkeliaran huhu
Jangan bosen, mohon bantuannya 😘😘😘

Who You Are?Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora