•1•

133 10 3
                                        

Bagi sebagian orang,keramaian itu adalah tempat mengasyikan tapi tidak untukku.

Namaku Rinjani atau lebih akrab panggil saja aku riri,ibuku bilang namaku tercipta ketika ayah sangat obsessed dengan Gunung Rinjani jadi ketika aku lahir ayah dengan spontan memberiku nama itu tanpa embel embel lainnya atau nama panjang lebih tepatnya.

Dimasa SMA ini aku bertemu sosok paling menyebalkan dalam hidupku,nanti kalian akan tahu sendiri. Dia telah merusak zona nyaman ku dan mengikutiku sepanjang waktu.

•••

"Rinjani" ucap seorang guru yang sedang mengabsen murid-muridnya.

"Hadir bu" aku mengangkat tangan dengan malas. Jujur aku sangat malas dengan hari senin entahlah tanpa sebab.

"Renjana" lalu tak ada satu pun yang mengangkat tangannya.

"Renjana" guruku memanggil lagi untuk memastikan ada atau tidaknya sosok yang bernama Renjana itu. Asal kalian tahu,mendengar namanya saja aku sudah malas.

"Tidur bu" tyo teman sebangkunya angkat bicara.

"Astaga,cape sekali ya ibu mengajar di kelas ini" guru ku pun meninggalkan kelas begitu saja. Ini semua karena Renjana itulah sebabnya dia adalah benalu untuk hidupku.

Aku pun memilih untuk mengeluarkan earphone ku dan mendengarkan lagu,terlalu lama ngomongin Renjana bisa-bisa aku berubah jadi singa.

"Ri mau dengar lagu juga dong" seseorang di sebelahku menarik-narik lenganku,tapi tak ku hiraukan.

Namun,aku marah ketika dia menarik earphone ku dan berteriak "ririii makannya rajin-rajin bersihin telinga biar ga budeg!!" Dia berteriak tepat di telingaku.

"Re apasih,balikin gak!!" aku berusaha mengambilnya.

Sial. Earphoneku dia taruh diatas lemari buku,jelas-jelas aku tidak bisa mengambilnya itu terlalu tinggi.

"Ambil dong Riri kuntet" dia meledekku. Demi tuhan,aku ingin mengutukmu saat ini juga Re.


jangan lupa vote nya teman-teman xo💖

INEKSVERTWhere stories live. Discover now