"Din,lo udah cukup bahagia kan sama gue?"tanya seorang laki-laki yang berada disamping dinda,yang menjadi tumpuannya untuk bersandar.Dinda menegakkan badannya,menatap bingung kearah laki-laki disampingnya.
"K-kok ngomongnya gitu sih,ak-ku ba-hagia kok sama kamu"ucap dinda sambil tergagap sambil menatap kearah kekasihnya. Memang watak Dinda sedikit pemalu,dan bisa dibilang sedikit cupu.Dengan rambut yang dikuncir kuda,poni yang sedikit menutupi matanya dan seragam yang serba kebesaran.
"Tapi din--"ucapnya menggantung.
"Gue mau kita putus.Gue rasa ini udah cukup,gue udah bosen sama lo.Gue udah punya yang baru,lo gini terus,pacaran sama lo itu monoton.lagian lo udah bahagia kan sama gue.Kita selesai,thx buat 5 tahun pacarannya,thx buat semuanya dan thx buat pacaran ala backstreet nya" Sambung laki-laki yang duduk disamping dinda.
Kemudian dia berdiri dan meninggalkan dinda sendiri yang masih berkecamuk dengan pikirannya.Dinda menundukkan kepalanya dengan dalam menatap ujung sepatunya, bak tak percaya dengan kejadian ini.Bagaimana bisa seseorang yang selalu mendampingi dan menemani dinda sekarang sudah menjadi mantannya,bagaimana bisa orang yang dengan bodohnya mau bermuka dua di depan sahabatnya demi Dinda,bagaimana bisa dia memutuskan hubungan sebelah pihak seperti ini.
Hubungan yang katanya akan dipublikan malah hangus seperti ini. Bagaimana bisa dia memutuskan hubungan semudah ini tanpa alasan yang jelas.Karena sudah punya yang baru?segampang itukah dia melepaskan hati seorang wanita tanpa memikirkan perasaanya? Apalagi Dinda dengan kekasihnya sudah menjalin hubungan 5 tahun.Dinda menepuk pipinya beberapa kali, barangkali ini hanyalah mimpi buruk saja.Ringisan kecil terdengar dari bibir mungilnya,berarti ini nyata!sungguh nyata.Dinda kecewa!setelah apa yang mereka lewati,dengan mudahnya dia mematahkan hati.
Dinda berdiri dari duduknya,dia berjalan kearah tangga menuju lantai bawah sekolah karena sekarang dia sedang berada di rooptof, tempat persembunyian untuk bertemu paling tepat.
^^^
Di dalam kelas.
"Din lo kenapa?kok lemes banget?abis ngapain di rooptof?oh ketemu pangeran kuda putih lo ya!tumben abis ketemu pangeran lo cemberut?kenapa sih?kok diem aja"Tanya teman Dinda yang memang satu-satunya orang yang tahu tentang hubungannya.
Dinda menghela nafas panjang,sebelum menjawab pertanyaan temannya.
"Din"sapa seseorang yang berada di depan meja dinda.Dinda belum juga menjawab,dia masih sibuk dengan tangisnya yang mulai pecah.
"Lo gak usah sedih dong,gue jadi gak tega putusin lo"ucapnya lagi.Dinda tertegun!itu suara ARGA!mantannya,yang baru saja memutuskan hubungan dengannya.Dinda tidak berniat mendongakkan kepalanya,karena dia tidak ada keberanian untuk memandang arga yang notabene nya pangeran sekolah SMA PUSAKA.Tiba-tiba seorang wanita menggebrak meja,membuat semua pandangan yang ada di kelas tertuju padanya.
BRAKKKK!!
"Eh arga!lo apain temen gue!berani lo sakitin dia!lo berurusan sama gue"ucapnya lantang sambil menampilkan otot-otot kecilnya.Arga tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"Gue gak nyakitin dia!gue cuma putusin"tunjuknya pada dinda membuat semua yang ada di kelas melongo tak percaya.Semua mulai berbisik-bisik tetangga.
"Arga sama dinda putus?"
"Emang kapan pacarannya?kok maen putus aja"
"Emang Dinda sama Arga pacaran?
"OMG masa iya bang Arga mau sama Dinda sih mending sama gue"
Dan masih banyak lagi bisikkan yang tak arga hiraukan,dia memilih keluar kelas dengan gaya berjalan khasnya dengan tangan yang dimasukkan kedalam saku celana,dan jalan segagah mungkin.Dinda mulai mendongakkan kepalanya,dan memandang sahabat tomboynya.
"Din?beneran lo putus sama Arga?lo udah 5 tahun pacaran loh,udah lama.Masa putus gitu aja"ucapnya sambil duduk dihadapan dinda dengan mata yang tak lepas memandang sahabatnya yang bermuka kusut,akibat menangis.Dinda mengangguk,pertanda mengiyakan.
"Kenapa?kok bisa?kalian bertengkar?kalian baik-baik aja kan?"dinda kembali mengangguk,tapi tidak lama karena setelah itu dinda berhambur kepada pelukan hangat sahabatnya.
°°°
