Prolog

128 16 4
                                        

Ya,

Mencoba untuk baik baik saja itu bukan gaya ku.
Kamu? Apa kabar?
Bagaimana hidup mu? Baik-baik saja bukan?  Meskipun tanpa adanya seseorang yang menyebutkan nama ku dan kini tidak pernah terdengar oleh telinga mu.

Aku pernah sangat menyayangi mu,
Bahkan mencintai mu adalah hal yang sangat aku sukai. Menunggu balasan kabar darimu, meminum kopi kesukaan mu, melakukan hal-hal yang kamu sukai, tidur diatas jam 1 malam, melihat senja ketika langit menyuruhnya untuk pulang. Keren bukan?

Namun, begitu lucu nya ketika aku bisa begitu saja membenci kata kata itu dikala kamu memutuskan untuk pergi tanpa adanya alasan yang pasti. Mencintai dan membenci dalam waktu yang bersamaan. Hebat, perasaan manusia bisa sekeren itu.

Aku menuliskan tulisan ini yang mungkin tidak akan pernah kamu baca. Karena yang ku tau, sedari dulu kamu paling tidak suka membaca. Mungkin kamu meminta orang lain untuk membacanya dan kamu hanya tinggal mendengarkan.

Aku hanya ingin memberikan mu kabar bahwa aku akan baik-baik saja meskipun saat ini sudah tidak utuh lagi. Kamu bagaimana? Aku harap kamu selalu bahagia. Tidak peduli senaar apapun aku, bahagia mu itu sudah cukup.

Percayalah, kata kata "membenci" mu itu adalah hanya sebuah kata yang tidak pernah akan menjadi kalimat yang akan kuberikan kepada orang yang telah membuat hidup ku kini berubah. Karena pada dasarnya, sebenci apapun aku mencoba, kenyataannya aku tetap memikirkan mu, merindukan mu, dan mencintaimu dalam waktu bersamaan .

Aku ingin sekali bertemu dengan mu, meskipun hanya menatap mu itu sudah lebih dari cukup untuk membuat hati ku yang hilang kembali menjadi utuh.

Senyuman, iya. Senyuman mu yang mampu membuat bahagia ku menjadi semakin sempurna. Oh Tuhan, membayangkan nya saja aku sudah mulai cekikikan, yang mungkin saat ini jika ada orang yang melihat ku mungkin mereka akan mengira aku mulai gila. Hahahaha biarkan saja.

Namun, apakah kamu tau saat ini aku tengah menunggu mu. Menunggu kamu pulang, menunggu kamu kembali ada, menunggu kamu kembali menikmati kopi bersama ku, lebih tepatnya kamu yang meminum dan aku yang menikmati melihat mu meminum nya. Oh sungguh sempurna.

Tapi itu dulu, kata kita sekarang bukan lagi ada. Aku tidak bisa menganalisa bagaimana pikiran mu ketika kamu benar-benar berniat untuk mengakhiri nya. Sudah lah, itu semua sudah berlalu. Dan kini tinggal aku yang tidak harus menyesali semua yang mungkin terlanjur menjadi sesuatu yang sudah abu-abu.

Salam dari aku,
Semoga kamu selalu bahagia.

Nada Amaro Lexandra


"Dorrrrrrr, udah bangun jangan tidur mulu "

Key&NadTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang