Seoul, 2019
"hey, sudah dengar berita tidak? Dokter gila itu kembali."
"dokter gila? Astaga, benarkah?"
"lantai 3 sudah tidak aman lagi."
"katanya dia sudah kembali dari Amerika dari bulan lalu. Sekarang dia dan asistennya itu akan kembali praktik di lantai 3."
"maksud kalian, Dokter Yoon?"
Percakapan ketiga perawat itu berhenti ketika Jung Eunji meletakkan setumpuk berkas pasien di atas meja jaga perawat, "ini semua data pasien selama 1 minggu," ujarnya sambil tersenyum ceria. Seorang perawat ikut tersenyum, "ah, tentu saja, Eunji ssi. Ngomong-ngomong kau tahu darimana kalau kami sedang membicarakan dokter itu?"
"ey, tidak ada yang tidak tahu tentang Dr. Yoon di rumah sakit ini. Dia kan paling ajaib," tukas Eunji. Perawat-perawat di situ tertawa, "selama dia pergi, berkas-berkas yang harus kuurus jadi semakin banyak. Semua pasien dilimpahkan kepada kami. Untung saja cuti melahirkan Dokter Min sudah selesai," ujar Eunji, "aku pergi dulu. Jika ada masalah dengan data-datanya, hubungi saja."
"Eunji betul-betul hebat ya," bisik salah satu perawat, "kudengar setelah Dr. Min hamil, Eunji ikut andil dalam menangani pasien. Dia akan menjadi psikolog yang hebat nantinya," semua perawat mengangguk, "kenapa juga Dr. Yoon harus mengambil kembali gelar dokternya? Toh, dia tetap menjadi psikiater di sini."
Mereka semua tertegun ketika menyadari seseorang yang tampak tidak asing berdiri di hadapan mereka. Orang itu tersenyum dengan angkuh, lalu mengetuk-ngetukan jarinya ke meja jaga, "kalian akan menjadi daging asap kalau aku melaporkan kalian. Bisa-bisanya malah mengobrol di sini? Apa kalian titisan Dispetch?" tanyanya sedikit menggelegar. Semua perawat langsung bubar, kembali melakukan tugas mereka. Orang itu menghela nafas, lalu menyibak poninya, "sumpah, semua orang di rumah sakit ini sungguh menyebalkan."
"kenapa jadi sombong, Profesor Cha?"
Cha Hakyeon menoleh ketika merasa di panggil. Matanya seketika berbinar, "yak! Yoon Doojoon! Aigoo!" serunya sambil memeluk Doojoon yang berada tepat di belakangnya, "aduh, jangan memelukku! Aku jijik," tukas Doojoon mendorong Hakyeon dan menepis setiap skinship yang hendak diberikan oleh sang Profesor. "kau jadi sangat sombong! Kau bahkan tidak meneleponku sama sekali!" tukas Prof. Cha sambil cemberut. Doojoon tertawa, lalu menepuk pundak sahabatnya itu, "aku sibuk. Lagipula biaya telepon ke luar negeri kan mahal!"
"jadi kau sudah mendapat gelarmu kembali?" tanya Prof. Cha sambil menatap mata Doojoon lekat-lekat, "gelar apanya. Aku hanya kembali belajar ilmu bedah, mempersiapkan gelar itu beda lagi! Mentang-mentang kau jadi profesor termuda di sini, ya?! Kau harus siapkan wajib militermu!" tukas Doojoon menjitak Hakyeon, "aduh! Beraninya memukul profesor!"
"profesor your ass," umpat Doojoon. Hakyeon hanya terkekeh, lalu menengok mencari seseorang, "mana asistenmu Lee Sungjong?" tanyanya. "dia sedang mengambil barang-barangnya untuk kembali ke kantor. Kenapa? Kau mau merebutnya dariku?" tukas Doojoon sambil memasang ancang-ancang, "jangan harap kau bisa. Dia mutlak milikku."
"terserah saja. Aku juga tidak tertarik," ujar Hakyeon sambil menempeleng kepala Doojoon, "bagaimana kabar si Nam? Apa dia masih alay?" tanya Doojoon sambil mencari Dr. Nam, "lantai 3 benar-benar berubah ya!"
"Nam dipindah ke lantai 2. Sekarang tinggal Min, aku, kau, dan 2 orang dokter baru. Mereka semua psikolog," ujar Hakyeon. Doojoon mengangkat alisnya, "benarkah? Kupikir aku harus berkenalan dengan mereka."
STAI LEGGENDO
Psychiatrist Mental Master Yoon 2 : Re-Mastered
FanfictionBekerja dengan psikiater yang aneh bin ajaib? Lee Sungjong sudah terbiasa! Kembalinya Doojoon dan Sungjong ke Korea membuka jalan mereka untuk menangani lebih banyak kasus yang aneh dan misterius. Ditemani lebih banyak dokter dengan masalahnya masin...
