Samar-samar ku melihat seberkas cahaya putih. Silau. Keadaan sekitar mendadak ramai. Banyak orang berjubah putih disekitarku.
Sejenak aku berpikir apakah hari ini? Atau apa mereka yang akan mengantarku ke langit? Mungkin.
Tapi anehnya, aku masih bisa merasakan sesuatu mengganjal di mulut. Mataku sangat berat. Rasa kantuk datang tiba-tiba. Sedetik kemudian.
Gelap.
Entahlah. Aku tidak tahu. Hanya saja, aku sedikit takut. Ibu. Aku memanggil namanya.
Dalam hati.
Entah mengapa mulutku enggan mengatakannya. Berat. Bahkan hanya untuk membuka mata saja.
Siapapun. Tolong aku.
--------------------
Yogyakarta, 3 juli 2016
Hujan mengguyur kala pagi itu. Hawa dingin menyeruak masuk ke dalam rusuk. Mentari seakan bersembunyi dibalik gumpalan awan hitam.
Suram. Wajahnya juga muram. Tak seperti dulu.
Dia
Lelaki yang pernah kutemui 11 tahun yang lalu.
Aku sangat mengenalnya. Bahkan cukup lama kami berteman dan bisa dibilang akrab. Tapi itu dulu. Dulu sekali, sebelum aku pergi, dan kembali lagi.
Sekarang? Hm.. Sepertinya tidak. Sudah terlampau lama. Bahkan hanya untuk saling menyapa saja, sangatlah canggung.
Aku merasa asing. Mungkin dia juga. Aah tidak. Kurasa mereka sama.
Ya. Mereka. Kawan masa kecilku, yang tak pernah ku temui setelah 11 tahun lamanya.
-----
Dia. Orang yang ingin ku ceritakan padamu.
David Rahardian.
Pria jangkung yang kali ini hampir tak pernah kulihat senyumannya lagi.
Tatapannya sendu, meski garis wajahnya memperlihatkan betapa angkuhnya dia.
-------------
Hari ini. Seperti biasa. Jendela kamarnya tak pernah sepi dengan wajahnya. Pagi. Sore. Malam. Aku bahkan sampai hafal tiap waktunya.
Persis sekali seperti orang sedang kasmaran.
Menatap. Menatap. Entah apa yang ditatap.
Tersenyum pahit.
Menangis.
Mena-
Tunggu.
Menangis? Yang benar saja.
Aku bersumpah melihat air matanya menetes. Sungguh ini pertama kalinya aku melihatnya menangis.
Dia.
Begitu banyak rahasia.
Terucap begitu saja di kedua matanya.
Membuatku penasaran tiap harinya.
Alohaa 🤗 happy reading guys
Jangan lupa vote yaw
YOU ARE READING
inside
Teen FictionIni adalah catatan harianku. Aku hanya ingin menuangkannya dan berbagi cerita denganmu Ini kisahku Aku dan hidupku Semoga belum terlambat. -Alya Nabila-
