1- Awal

5 3 0
                                        

"SMA adalah masa paling indah". Begitu kata orang. Banyak yang mengakuinya. Begitupun dengan gadis cantik ini. Punya pacar ganteng, care, baik. Siapa yang gak mau? Hidup hampir sempurna. Dipuja-puja oleh kaum adam.

Irina Permata Widyati. Biasa di panggil Irina. Sejak kecil banyak yang menyukainya. Tetangga rumah sampai teman sekolah dan bisnis orang tua nya pun selalu memujinya. Dikaruniai wajah cantik dan imut. Badan tinggi semapai. Dan mata bulat, membuat dia terlihat menggemaskan.

Bukan hanya cantik fisik saja, Irina juga baik dan pintar. Dia tak pernah memilih jika berteman. Selama temannya itu menbawa pengaruh baik, maka pantas saja dijadikan teman. Bahkan sekarang dia sudah punya 3 orang sahabat. Cantik dan baik, begitulah kesan pertama Irina sejak pertama kenal dengan sahabatnya itu.

Selena Putri Nugraha, Indri Siskana Fikram, Shiren Fitriani. Itulah nama ketiga sahabatnya. Mereka sudah bersahabat sejak duduk di bangku putih-biru.

Tapi sekarang, dunia sempurna Irina harus runtuh seketika. Karena sang pacar nan jauh di sana tak memberi kabar sedikitpun. Dan ini sudah minggu ke-2 Irina menunggu kabar layaknya orang bodoh. Melihat layar ponsel 1 menit sekali, berharap ada pesan dari pacarnya. Dia perempuan, butuh kepastian. Cuma kabar aja kok gak minta lebih, susah banget ya?

Kata orang "kalo dia cinta sama lo, berarti dia bakal prioritasin lo lebih dari apapun. Karena sesibuk apapun dia pasti bakal hubungin lo karena dia sayang dan serius sama lo. Dan kalo nggak, berarti dia gak sayang sama lo. Simple kan?"

Simple apaan? Buktinya Irina sekarang masih saja menatap layar ponselnya. Membaca kembali room chat nya dengan sang pacar. Banyak pesan yang dia kirim tak berbalas, jangankan dibalas dibaca saja tidak. Sering kali Irina mencoba menelpon tapi selalu operator yang menjawab, katanya : nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Anda dapat mencoba beberapa saat lagi.

Irina saja sudah bosan dan sangat hafal apa yang akan di ucapkan operator bila ia menghubungi nomor tersebut. Jenuh dengan status hubungannya saat ini. Serius gak sih?. Itu selalu jadi pertanyaan Irina tiap kali lost contact dengan sang pacar.

Ini bukan yang pertama hilang kabar tapi ini yang pertama paling lama hilang kabar. Khawatir? Tentu saja. Siapa yang gak khawatir bila pacar kamu ada di tempat lain terus hilang kabar, dihubungi gak bisa. Disusul gak mungkin.

Hah..... helaan napas lirih terdengar dari mulut Irina.

"Belum ada kabar?" tanya Indri–sahabatnya.

"Belum" jawab Irina lesu.

"Sabar ya Rin. Aku yakin kok kalo dia lagi usaha buat hubungi kamu. Positif thinking aja ya. Berdoa biar dia di sana baik baik aja" saran Selena

"Bener tuh Sel. Kamu berdoa aja sama Allah biar dia baik di sana. Gak ada musibah apalagi sampai kecantol cewek lain. Secara kan Bali gitu loh, kulit putih sampe yang item aja ada. Apalagi cuma sekedar cantik doang?. Beuh banyak" celetuk Shiren.

Asem. Awalnya bagus kok terusannya jadi jelek sih. Dasar teman lucknut.

"Kok jadi nakutin sih Ren? Bukan nya hibur!" hardik Indri.

"Lah kan tadi juga ngehibur kok" bela Shiren.

"Udah ah, malah berantem. Gimana kalo kita jalan aja. Sekalian anter aku ke gramedia mau beli buku" lerai Selena.

Mereka bertiga pun setuju dengan saran Selena. Daripada bergalau-galau ria, lebih baik berhappy ria. Gak ada pacar? Gak papa toh masih ada sahabat. Kan kan?

Irina pun tersenyum, bersyukur. Di saat kayak gini dia diberi ketiga sahabat pengertian dan mengerti situasi banget.

Anugrah indah yang kadang tak pernah terlihat, sekalipun ada di depan mata dan sering kita rasakan akan terlupakan bila menyangkut hati yang terluka apalagi karena Cinta.




~~~

Di tempat lain, seorang pemuda berumur 18 tahun sedang bingung bagaimana menghubungi kekasih nya di kota lain.
LDR-an? Iya. Dan sekarang dia sedang pusing. Ponsel nya hilang entah kemana. Dia tak ingat nomor ponsel kekasihnya.

Diusap wajahnya kasar. Bodoh banget, kenapa dia bisa tak ingat nomor ponsel pacarnya. Pacarnya loh ini. PACAR!!!  Pasti sekarang pacarnya khawatir karena tak kunjung dapat kabar darinya.

Dia rindu pacar cantiknya itu. Sangat rindu. Dan sekarang bagaimana dia menuntaskan rindu itu? Mungkin sekarang pacarnya itu sedang kesal.

Caraka Firza Sifron. Raka nama panggilannya. Sedang kuliah di pulau Bali. Dan terpaksa harus menjalani Long Distance relationship Atau LDR. Ngenes? Iyalah. Punya pacar tapi rasa jomblo itu kayak ada pahit-asem-asin. Intinya gak enak dan gak layak banget.

Irina Permata Widyati. Pacar sekaligus pemilik hati Raka saat ini. Panggilan nya Nana. Khusus. Sudah 15 bulan pacaran. Dan sudah 9 bulanan ini LDR-an. Dia tak bisa pulang sekarang. Karena sedang kuliah, jadi hanya bisa menunggu tanggal libur panjang. Berdoa agar hati pacarnya di sana tak berpaling ke yang lain. Meminta kepadanya agar di beri jalan untuk bertemu dengan sang pacar sudah menjadi rutinitas setiap kali abis beribadah.

Menurutnya, kebahagiaan nya adalah orang tua dan Irina. Gak lebih dari itu. Masa depannya? Pasti diperjuangkan karena bagaimanapun masa depan Irina ada di tangannya jadi dia tentu harus sukses.

Kalo bukan jodoh? Ya berdoa lah biar berjodoh. Usaha dan berdoa jalannya. Sabar dan ikhlas kuncinya. Beserah kepadanya adalah tujuan akhir hidupnya. Jadi dia ikhlas bila nanti dia dan Irina tak berjodoh. Setidaknya mereka pernah saling membahagiakan satu sama lain.

Tapi yakin ikhlas? Sebenarnya tidak. Tapi mau bagaimana lagi kan bukan jodoh. Tak bisa dipaksakan. Tuhan punya jalan yang lebih baik.

Balik lagi ke topik awal. Bagaimana caranya memberi Irina kabar? Ponsel punya sih. Tapi nomor Irina yang gak hapal. Media sosial? udah pernah dicoba. Dan berakhir gagal. Aneh kan? Kayak ada yang sengaja menjauhkan dirinya dan Irina.

"Ngelamun aja. Nanti gila tahu rasa lo" seru Haidar. Teman satu kos nya, satu kampus+fakultas. Arsitek.

"Apaan sih lo? Bikin kaget aja" balas Raka sewot.

"Lah? Kan lo dari tadi ngelamun mulu. Gak takut kesurupan lo?" tanya Haidar sambil terkekeh.

Haidar juga berasal dari Jakarta. Sama dengan nya. Kuliah di tempat lain, merantau dan cari pengalaman yang baru. Bosen di situ-situ mulu, katanya.

"Gak ngelamun kok. Sok tahu lo jadi orang"

"Apaan gak ngelamun? Gue daritadi udah manggil lo. Kenceng banget, sampe banyak tuh yang liatin. Eh lo nya malah tetep liat kedepan. Kayak punya masalah hidup berat aja sih lo"

"Terserah gue lah. Mau ngelamun kek apa kek"

"Lah songong bocah. Gue sleding lo! Emang lo punya masalah apaan sih?"

"Kepo jadi cowok"

"Care loh ini gue. Kapan lagi coba seorang Haidar Darmawan ini perhatian kayak pacar sama lo?"

Mendengar kata pacar membuat mood Raka makin turun. Dia sedang sensitif sekarang. Bawaannya pengen makan orang.

Rindu itu berat. Tapi lebih berat lagi nahan rindu yang sudah di puncak dan tak bisa bertemu. Tapi kadang harus ada jarak agar hati bisa lebih leluasa bergerak. Menentukan dan memantapkan pilihan kepada si Dia yang mungkin sudah rencanakan oleh Tuhan.






~~~~~~

New Story!!!!

Ini cerita Irina-Raka
Baru prolog sih
Tapi gak papa, yang penting aku cinta sama mereka.
Tungguin kelanjutannya ya?
Jangan lupa vote&comment
Aku menunggu jejak kalian.
Kasih semangat buat aku dong, biar lebih cepet updatenya.
Hehehehehe:v



Putri Cintia

LDRTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang