Baginya tidak ada yang lebih indah selain senja .
Sore hari adalah hal yang paling ia tunggu , karena baginya memandang Senja yang hanya sekilas dapat menitipkan rindunya pada bias cahaya .
Hanya senja yang bisa menjadi teman cerita dan tempat menyimpan kenangan baginya .
hingga kenangan itu terlepas dari genggamannya hilang ditelan gelap malam .
Senja , wanita itu tersenyum kecut saat melihat matahari terbenam dengan sempurna dan hanya menyisahkan langit hitam ,yang membuat wanita itu berdiri dan berlari menuju sebuah rumah berpagar yang sederhana .
" Mama " panggilnya sembari mengetuk pintu rumah tersebut .
" Iya sayang , sebentar ". sahut wanita yang tengah membukakan pintu tersebut .
Selang beberapa menit pintu terbuka dan menampilkan seorang wanita dengan tubuh yang dipenuhi dengan tepung .
" Mama ". panggilnya lembut lalu memeluk wanita itu yang tidak lain adalah Naya ibunya .
" Hei... kamu kenapa? tanya Naya yang menyadari putrinya menangis memeluknya .
" Mama nggak perlu kerja ! biar Senja aja yang kerja ma " ucapnya dengan raut wajah memohon .
Naya menyentuh wajah putri satu - satunya itu dan menatapnya dalam
" Mama nggak mau kamu nanggung beban sendiri , lagian kamu harus fokus kuliah sesuai keinginan Ayah "
Melihat Naya sedih setelah mengucapkan itu , Senja sebisa mungkin menahan tangis yang akan pecah agar Naya tidak mengingat kejadian yang merebut nyawa Ayahnya . namun percuma karena keduanya tidak mampu menyimpan kejadian itu sehingga tangisan keduanya pecah .
" Iya ma , Senja akan fokus kuliah buat Mama dan Papa , tapi Senja juga akan bantu Mama .
Naya tidak mencegah Senja untuk membantunya karena itu percuma Senja tetaplah putrinya yang keras kepala.
Aku minta commentnya ya ...
karena masih pemula jadi perlu masukan 😊 terimakasih
julichairanisiagian
YOU ARE READING
Senja
Teen FictionSenja itu selalu indah . suatu keindahan yang nyata walau hanya sekejap kagumi datangnya namun jangan ratapi kepergiannya percayalah kelak ia akan kembali meski akhirnya ia kan berlalu lagi .
