Malam ini, sekitar pukul 8, langit yang menaungi Kota Surabaya masih mendung, kilatan-kilatan petir bersahutan beserta gemuruhnya. Rintikan air masih terasa meski hujan sudah mereda sejak tadi sore. Aroma khas tanah basah pun semakin terasa.
Udara dingin yang terasa menusuk hingga ke tulang membuat beberapa orang yang berlalu lalang semakin mengeratkan jaketnya dan memilih untuk berjalan lebih cepat. Tidak seperti biasanya jalanan di kota yang terkenal tidak pernah sepi ini, kini malah terlihat lumayan lengang. Mungkin lantaran takut terjebak banjir di beberapa penjuru kota dan khawatir hujan akan turun lagi.
Sementara itu, di halte ujung jalan dekat perempatan. Seorang gadis dengan gaun pesta selutut berwarna hitam terlihat sedang duduk sambil menutupi wajahnya. Ia sendirian di sana. Tidak ada yang berlalu di sekitarnya sejak tadi. Lampu di sekitarnya juga padam, hanya satu lampu yang menyala, lampu yang menggantung tepat di atas kepalanya.
Tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat di depan halte. Menampilkan sosok laki-laki dengan jaket kulitnya yang sedikit basah bagian dadanya. Namun gadis tersebut tidak menghiraukan apapun itu. Bahkan derap langkah kaki laki-laki itu yang semakin mendekat dengannya. Ia hanya menangis sesenggukan dengan suara yang hampir tidak terdengar. Ia benar-benar tidak peduli, sekalipun itu adalah orang jahat.
"Lo nggak seharusnya kayak gini." suara familiar itu berhasil membuat kepala gadis yang sejak tadi menunduk itu pelahan menengadah.
Satu kata yang bisa mendeskripsikan penampilan gadis itu saat ini. Kacau. Matanya sembab dan rambutnya berantakan tertiup angin yang basah. Kepangan yang semula rapi kini tidak beraturan. Tangannya terlihat gemetar seperti kedinginan.
Gadis itu tidak menjawab perkataan orang yang ada di depannya, namun ia malah tiba-tiba memeluk laki-laki itu dengan erat dan menangis lebih keras lagi. Walaupun laki-laki itu tidak membalas pelukannya diam-diam hal itu membuat hatinya merasakan sakit.
-00-
Assalamualaikum, yorobun?
Gimana prolognya? B aja kan? Emang.
Heuheu.
Semoga nanti kalian bakal suka sama cerita ini. Walaupun sebenarnya ini hasil dari ngehalu gak jelas pagi siang sore malam.
Untuk next ceritanya gak bakalan pake bahasa baku banget seperti prolog, tapi pakai bahasa sehari-harinya author. Jadi ada KASAR-KASARNYA DIKIT gitu.
Oh iya satu lagi,
INI BUKAN FANFICTION YA.
Terima kasih yang sudah mau baca ini walaupun terpaksa atau pun nggak sengaja kebaca.
Jangan lupa tap bintang di pojok kiri bawah.
—ZC
YOU ARE READING
Hurtful [Republish]
Teen FictionTakdir emang gak bisa ditebak. Teori bumi berputar sudah terbukti. Dan orang yang lo sayangi juga bisa berubah jadi salah satu orang yang nggak pernah lo inginkan lagi berada di sisi lo atau bahkan hanya sekedar berbagi oksigen, karena dinding sesak...
![Hurtful [Republish]](https://img.wattpad.com/cover/153901024-64-k378834.jpg)