Sesekali aku teringat akan pertemuan kita yang singkat, mengapa baru kini tuhan mempertemukan kita?
Padahal aku sudah dua tahun terpenjara oleh sebuah rasa sendiri yang mengekang.
Yang membuatku terpuruk seakan aku tak bernyawa, hidup seperti mati dan dipenuhi dengan kehampaan.
Lalu,
Tuhan menjawab do'aku, ia bawaku dalam sebuah ruang yang dipenuhi oleh beban yang sangat berat, ia menempatkanku jauh dari bahagia, hanya ada air mata dan sebuah penyesalan.
Dalam ruang yang dipenuhi oleh kesedihan, Tuhan memberiku satu penyejuk hati, ialah dirimu.
Seringkali aku mencuri-curi pandang untuk melihatmu, mengamati semua kegiatanmu, Allah itu maha adil. Salah jika aku berfikir tiada kebahagiaan di dalam ruang ini, nyatanya aku bahagia saat melihatmu tertawa.
Hari demi hari ku terus menggagumimu dari dekat yang terasa jauh, ada kala disaat aku menunggumu pulang, sengaja kusempatkan untuk melihatmu, disela-sela waktuku yang padat. Rasa penasaranku memaksaku untuk terus memperhatikan setiap gerakkanmu, setiap kegiatanmu, bagiku itu semua cukup membahagiakanku.
Entahlah, semakin aku mengenalmu semakin aku takut kamu akan menjauhiku, tapi satu yang kupercaya, mencintai dalam do'a, selalu ku berdoa setiap sujudku. Karna aku sudah jatuh cinta lagi, semoga kali ini aku jatuh kepada hati yang tidak salah.
Dekatkanlah aku dengannya ya Allah jika memang ia adalah yang terbaik untukku. Jika ia bukan untukku buatlah hatiku berhenti merasakannya ya Allah, hanya kepadamu aku meminta dan memohon,
Amin... amin... yarabbal alamin.
Percayalah...
Kamu, seperti obat dari segala patah hatiku, aku tidak lagi terpuruk oleh kesedihan yang pernah terasa, kesendirianku tidak lagi mengekang, hatiku yang patah sudah mulai membaik, kamu adalah alasannya.
Alasan mengapa aku bisa menuai sedikit bahagia setelah kehilangannya. Benar-benar menyembuhkan lukaku.
Dan kini...
Waktu sudah tidak lagi menjadi sebuah keraguan bagiku. Pendekatan kita yang tak mengenal waktu, Dalam hitungan detik aku sudah bisa mencintaimu, entahlah cinta seperti apa ini, pandangan pertamakah? Ataukah hanya cinta sesaat saja.
Aku selalu bertanya-tanya, mengapa bisa semudah ini aku menjatuhkan hati kepada seseorang yang sama sekali tak kukenal,
Padahal...
Selama ini aku memenjarakan hatiku,
Dan
Aku sulit untuk jatuh cinta.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perihal Menunggu dan Terlupakan
PuisiAku siap mendengar semua kisahmu dimasa yang sudah hilang, dimana kamu pernah melekatkan hatimu pada seseorang, dimana kamu pernah memberi sandaran kepada selain aku, saat itu. Meskipun Jarak dan waktu seringkali menguji kesabaranku, Terkadang aku...
