Indah Kanaya
Kaki itu berjalan mengetuk setiap kotak jalan setapak, siulan burung menemani dengan beriringan.
Senyum itu tersungging indah meriasi mimik wajahnya seperti, menunjukan begitu indah hidupnya.
Indah, itulah namanya, kisahnya tak seindah namanya.
Hingga suatu saat dia bertemu dengan Hada.
Hada Jaelani
Senja itu mulai menyingsing pergi, digantikan dengan malam yang kelam.
Tak ada satupun orang tahu apa yang diperbuatnya disini.
Tak ada yang peduli dengan hidupnya.
Hingga julukan preman dan pembuat onar terpatri padanya.
Namun, suatu saat dunianya berubah ketika bertemu dengan Indah.
________________
Hanya kisah klasik pada zamannya, yang menuai kenangan indah sebagai cerita
YOU ARE READING
Radar Intuisi
Teen FictionClassic story of his day Karena keseriusan tak perlu banyak kata Cukup singgah dengan sungguh ___________________ aku tak ingin berharap lebih untuk segala ekspektasi karena disinilah tempatku untuk berekspresi so, i need you enjoy for this story :)
