FIRST : Dia

9 1 0
                                        

Dylan jordan As Fero

——

Gresel menatap lekat seorang cowok yang duduk di atas meja kantin sambil tertawa bebas dengan temannya, matanya menyipit saat tertawa meyakinkan gresel kalau joke yang dibuat salah satu temannya pasti sangatlah lucu.

gresel ikut menyunggingkan senyum melihat cowok itu tertawa sudah cukup baginya, hingga seseorang menepuk bahu kirinya dan membuatnya tersentak kaget.

"ngeliatin fero lagi yah lo?" benar yang dikatakan nessa sahabatnya, cowok itu bernama fero salah seorang murid di SMA garuda, yang tidak cukup lama ditaksir gresel.

salah satu alasan dia menyukainya, karena senyum yang tidak pernah luntur di wajah fero seakan-akan semua beban hidupnya sudah dibuang jauh-jauh, dan saat itu juga gresel merasa beban di pundaknya merosot ikut jatuh kebawah.

"lo gak ada niat gitu bicara ke dia?" Nessa berkata dengan sangat santai seakan-akan itu bukan masalah besar, gresel melotot ke arahnya seakan berkata "lo gila yah?!", dan nessa hanya kembali melanjutkan makannya.

"yah kan gak selamanya dia jomblo, keburu di ambil orang tuh" gresel terdiam tidak dapat berkata-kata ucapan nessa ada juga benarnya, lalu dia berbalik kembali ke arah meja dimana fero dan teman-temannya berada.

mata mereka bertubrukan, tapi sebelum gresel mengalihkan pandangannya fero sudah lebih dulu melemparkan senyum ke arahnya, dan sudah pasti saat ini jantungnya berdetak tidak karuan.

gresel melihatnya kembali dari sudut matanya ingin memastikan kalau fero sudah tidak melihat ke arahnya, dan benar saja fero sudah kembali bercanda ria dengan temannya.

"Ceritain gue lagi deh, kenapa lo suka sama fero?" Gresel tersenyum, sangat siap bercerita.

"Lo ingat kan?, pertandingan futsal antar sekolah waktu smp?" Nessa mengangguk.

"Jadi..." perkataan gresel terhenti saat teriakan cempreng memenuhi gendang telinganya "sayang-sayang kuh!!" Itu mira sahabatnya yang entah bagaimana bisa taken.

"Diem lo anying, gresel lagi mendongeng" mira ikut mengambil posisi disamping nessa memasang wajah serius, gresel hanya memutar bola matanya kembali melanjutkan cerita.

"Kan pertandingan futsal itu antar sesama smp kan?, jadi pas babak final sekolah kita kan ngelawan sekolahnya dia" ada jeda sedetik "kita kalah."

"Terus gue syukur banget."

"Lah lo ngapain syukur goblok, kita kan kalah" mira ikut setuju.

Gresel meletakkan jari telunjuknya di depan bibir "hushh, gue belum selesai terus kan dia menang gue bahagia banget, soalnya pas dia senyum, senyumnya tuh manis banget!."

"Gres" gresel berbalik "goblok kok dipelihara" ledek nessa sambil tertawa menarik mira yang protes dengan bakso dalam mulutnya meninggalkan gresel melongo di tempat.

"Gue kok goblok mulu anying."

—————

"Ih lama banget sih mas gojeknya" gresel sejak tadi mondar-mandir menunggu tugas prakteknya dibawa oleh mas gojek yang masih belum punya kabar, seperti doi.

Gresel yang melihat seseorang dengan motor mendekatinya seketika merasa bahagia "neng gresel yah" gresel mengangguk "ini neng barangnya, tadi biayanya udah dibayar."

sweet crushWhere stories live. Discover now