Prolog

29 5 1
                                        

Rose city, merupakan sebuah kota yang tidak pernah terjadi pembunuhan. Bahkan penduduknya sendiri tidak mengerti arti dari kata 'membunuh'. Kehidupan makmur, tanpa ada pertenkaran, perkelahian, pembunuhan dan lain-lain. Oleh sebab itu, kota ini di juluki 'The City Of Life' atau kota kehidupan.

Namun....

Suatu hari, seorang penulis bernama Jhonerdom ditemukan tewas secara mengenaskan di persimpangan jalan dikota dengan luka tusuk di bagian dadanya. Disamping jasadnya terdapat tulisan bernoda darahnya yang tertulis:

'Kota ini dikutuk. Semua orang dikota ini akan saling membunuh di malam hari. Tidak ada yang bisa keluar dari kota ini untuk selamanya.'

Itu adalah tulisan kutukan berdarah dan semua orang dikota tidak percaya akan tulisan kutukan itu.

Tapi, kutukan itu benar-benar terjadi.

Di malam festival perayaan ulang tahun kota Rose yang ke-429, seseorang misterius dengan kapak membunuh berbunuh ribuan orang yang mengikuti perayaan itu. Semua orang yang kehilangan anggota keluarga merasa dendam terhadap orang misterius itu dan menuduh orang-orang disekitar mereka adalah pembunuh. Sejak malam itu, semua orang dikota memjadi seorang pembunuh.

Mereka membunuh semua orang yang terlihat ketika malam. Namun, anehnya ketika pagi hari datang, semua orang bersikap normal kembali dan melakukan aktivitas seperti biasa. Bekas-bekas pembunuhan seketika lenyap seakan malam itu tidak terjadi apa-apa. Mereka yang ketika malam saling ingin membunuh, di pagi harinya mereka berteman baik.

Sampai kapan kutukan ini akan terus terjadi?

The NightWhere stories live. Discover now