"Tersenyum! Ayolah itu hanya drama menebarkan senyum indahku membuat bibirku sangat pegal"
Claudia Laswick
_________________
Happy Reading!
Seorang perempuan dengan balutan gaun putih yang elegan tanpa potongan lengan di gaunnya, dengan panjangnya yang membuat gaun itu menyapukan lantai altar pernikahan, rambut pirang tergulung ke atas menampilkan leher putih yang mulus dan telinga yang putih, ia terus tersenyum mengedarkan mata indahnya menatap pada setiap tamu yang menghadiri pesta pernikahannya, dan tersenyum.
Tersenyum tulus? Tentu saja bukan itu adalah hanya gaya tarik menarik antara ujung bibir dengan ujung bibir agar menampilkan senyum sandiwaranya, berpura-pura menginginkan pernikahan yang bahkan tidak masuk ke dalam kamus hidup wanita itu sendiri, karena ia hanya mampu mengabdikan dirinya pada kesenangan hanya kesenangan sendiri.
Perjanjian-perjanjian suci telah terlontarkan oleh sepasang manusia di hadapan tuhannya.
Dan pada saat itu semua telah berubah kenyataan hidup bahwa dua manusia yang di takdirkan bersama mempunyai dua sisi karakter yang berbeda harus menjalani hidup dengan masing-masing karakter yang saling mereka benci.
Di sini mereka sekarang dalam atap yang sama, dengan menggunakan baju yang berbeda dari tadi pagi. Sekarang adalah waktunya pesta pernikahan.
"Apa kita bisa pergi sekarang tuan Maxmilliam Adams, aku sudah risih harus menampilkan senyuman manis ku." ejek Claudia.
Ya Claudia Laswick adalah perempuan yang sangat mencintai kebebasan dan sangat mencintai kesenangan.
Berbeda dengan-
Maxmilliam Adams adalah lelaki yang tampan kaya raya dan arogan, ia sangat mencintai pekerjaan tapi di samping itu ia selalu memilih sex untuk menghibur diri.
"Diamlah sebentar, atau pergilah terlebih dahulu jika bibirmu itu sangat pegal." jawab Petter.
Claudia berdecak sebal, Max memang lelaki arogan dan sangat egois. Namun sebuah suara membuat mereka bealih pada sumber suara itu
"Hai honey, apa kabar mu?" ujar seorang perempuan yang berpenampilan sangat minim ya seperti Bitch pikir Claudia. Perempuan itu tidak sekedar menyapa namun juga mencium pipi kiri dan kanan Max dengan bergantian.
"Aku baik-baik saja, seperti yang kau lihat Sonya." jawab Max.
Claudia pernah mendengar perempuan bernama Sonya itu jika tidak salah dia adalah mantan kekasih Max dia bernama lengkap Sonya Geraldy dia seorang model majalah dewasa.
"Dia istrimu? Hai aku Sonya Geraldy mantan kekasih Max." ujarnya sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Max, dan Max mulai tersenyum.
"Claudia Laswick, maksud ku Claudia Adams benarkan sayang." jawab Claudia dengan menekan kata Adams.
Ia ingin memberitahu kepada perempuan Bitch ini agar ia tahu posisinya, bukan karena Claudia cemburu, ia tidak cemburu sedikit pun, tak pernah ada kata cemburu di dalam hidupnya, namun ia adalah perempuan yang sangat mementingkan kemenangan.
Sonya malah tertawa, sehingga membuat beberapa orang tamu melihat ke arah mereka bertiga.
"Sepertinya istri mu sangat pecemburu honey." ujar Sonya
Cemburu? Apa? itu tidak sedikit pun ada dalam kamus hidupnya pikir Claudia.
Max dan Sonya pun berlanjut dengan pembicaraan yang menjijikan menurut Claudia, membicarakan kapan akhir mereka bertemu, dan yang menjijikannya lagi Sonya membahas malam terakhir Max menyentuhnya. Sangat menjijikan gumam Claudia. Claudia pun pergi dari hadapan mereka.
"Apa kau mau berdansa dengan ku nona?" ujar seorang lelaki kepada Claudia. Claudia merasa familliar dengan suaranya, ya tentu saja Kevin Alvedro, dia adalah sahabat terbaik Claudia.
"Kau, kapan kau pulang dari bisnis mu itu Mr.Alvedro?" ujar Claudia sedikit merajuk.
"Ayolah maafkan aku, bagaimana dengan tawaran ku nona Adams, apa kau mau berdansa dengan ku?" tanya Kevin.
"Tidak! Maksudku tidak bisa menolak mu." ujar Claudia sambil tersenyum.
Kevin pun menarik Claudia ke atas lantai dansa, mungkin mereka adalah pasangan pertama yang berdansa.
Kevin mulai menuntun Claudia menyimpan sebelah tangan Claudia di bahunya dan sebelahnya lagi ia menggenggamnya dan tangan kevin mulai merengkuh pinggang Claudia.
"Kau selalu tersenyum, kau pasti sangat bahagia." Ujar Kevin ketika mereka sudah melakukan dansa di lantai dansa.
Ckck! Tersenyum! Ayolah itu hanya drama, menebarkan senyum indahku membuat bibirku sangat pegal. Ingin sekali Claudia mengucapkan kata kata itu, untuk membela diri, namun apalah daya ia lagi lagi tersenyum menampilkan lesung pipinya yang manis, membuatnya sangat cantik.
*TO BE CONTINUE*
______________________________________________________________
*ini murni hasil pemikiran saya, maaf bila ada kesamaaan nama tokoh, cast, tempat dan lain lain mungkin itu murni ketidaksengajaan*
Terimakasih. Klik bintang di bawah.
YOU ARE READING
Marriage
RomanceSebagian cerita di private. Claudia Laswick adalah perempuan yang sangat mencintai kebebasan dan sangat mencintai kesenangan. Berbeda dengan- Maxmilliam Adams adalah lelaki yang tampan kaya raya dan arogan, ia sangat mencintai pekerjaan tapi di samp...
