🍁🍁🍁
Pagi itu langit bersinar sangat kelabu sebenarnya tidak tepat untuk dikatakan bersinar,hampir seluruh awan hitam menutupi langit di pagi hari itu.Tidak ada suara klakson kendaraan melintas yang biasanya menyambut dipagi hari.Hari itu terlihat seperti hari yang asing bagiku.Mimpi yang terlalu indah membuatku terbangun tepat pukul enam pagi,termenung cukup lama bersandar di dinding pagi yang dingin diatas kasur tanpa tempat tidur,seolah mengumpulkan seluruh tenaga untuk hari yang akan ku lewati.Membuka seluruh jendela disetiap sudut apertemen ku yang sangat sempit,tercium semerbak aroma khas hujan yang sudah sangat menyengat sebelum hujan itu turun.Lalu aku membuat semangkuk sereal untuk mengisi perutku yang memang belum terisi sejak kemarin malam dan membuat segelas susu hangat lalu duduk kembali diatas tempat tidurku yang menghadap jendela itu dan mulai memakan makananku,menghidupkan laptop untuk mengecek semua data tugas sudah menjadi rutinitas peneman sereal dan segelas susu dipagi hari.Banyak sekali E-mail yang masuk,kubaca satu persatu hingga e-mail terakhir dikirim seseorang pukul 02:30 malam yang berisi.
18-8-2018.
Dear Zain.
Zain,ku serahkan jiwa lelaki ini kembali padamu,sadar bahwa bukan aku jalannya untuk pulang.Ku serahkan raga lelaki ini yang tak akan pernah bisa menjadi lelakiku.Sadar bahwa aku tak mahir menjaga hati yang rusak,seakan hatinya tak ingin dijaga oleh sang perusak.Bukan aku tokoh utama dalam hidupnya,dan bukan dia tokoh utama dalam hidupku.Bantu aku sembuhkan luka yang sempat ku buat,sembuhkan hati yang sempat ku rusaki.Iya,hanya kamu yang selalu dia ucap dalam setiap mimpinya,dalam setiap harapan ulang tahunnya,bahkan dalam setiap hari harinya bersamaku.Sadar bahwa kebahagiaan yang sempat ku renggut dari mu tak akan perah jadi milikku.Terima kasih telah membiarkanku pergi membawa semua harga diriku yang masih utuh.Tersadar aku tidak pernah bisa dibandingan dengan mu.Kembalilah,dia sangat mencintaimu.
Sincerely.
Aku ada kelas kuliah pagi untuk hari ini.Segera ku habiskan sereal ku,menuju kamar mandi menganti pakaian membenarkan sedikit tatanan rambut mengambil kacamata lalu kunci mobil yang tergantung didepan pintu dan mengunci pintu untuk berjalan selanjutnya menuju basement.
Angin kencang dan awan yang sangat gelap mungkin itu alasan untuk semua orang menunda bertemu jalanan kota dipagi itu sehingga jalanan terasa sangat kosong seakan berencana bersama tuhan untuk diriku sampai dengan cepat.
Kuberhentikan mobilku ditepi jalan itu mengambil handphone "Audry,gue kayaknya ga bisa ikut kelas deh pagi ini" "Kenapa?Lo dimana Zain?gue nungguin lo dari zaman neolitikum di loby" "Sorry dry,ntar gue hubungin lagi dry".Ku matikan sambungan telephone itu karena sosok seseorang yang selama ini kurindukan tepat berada didepan mataku tertangkap jelas,membelakangi ku,berjalan menjauh penuh kehampaan dalam setiap langkahnya. "ALARIK!!!!!!" satu teriakku yang berhasil membuatnya berlari kembali.
🍁🍁🍁
HELLA WHATS UP GUYS!!!
Sedikit mau cerita,ini karya pertama gue di wattpad.
Sebenernya gue seneng banget baca buku,dan gue pengen aja berbagi imajinasi ke kalian.
Maafkan bila ada kesalahan kata atau sering disebut "Typo" hue;v
Tinggalkan jejak kalian ya guys cukup di vote,like dan coment.
-Thanks you ^.^
-SalamMancay~
Next part??
YOU ARE READING
PEPIN.
Romance🍁🍁🍁 Keheningan yang dingin dan gelap. Lupa akan dunia yang gemerlap. Seorang diri tak ingin ditemani. Menunggu pemilik jiwa ini. Mencoba untuk tak merindu. Malam yang selalu berujung sendu. Permohonan yang tak terkabulkan. Hari esok yang terlupak...
