JB : A Cup of Strawberry Milk

975 45 6
                                        

JB

Baru beberapa langkah memasuki ruang tamu rumahku yang penuh dengan foto-foto yang terpajang rapi di dinding, seorang anak perempuan sudah berlari menyambutku dengan teriakan gembiranya.

"Appa...."

Tanpa sadar senyumku mengembang melihat gadis kecil itu semakin mendekat ke arahku lalu memelukku erat. Tentu saja ia hanya mampu memeluk bagian kaki ku saja karena tinggi tubuhnya yang hanya mencapai paha ku saja.

"Miss you Appa," rengeknya lucu.

Aku segera mengangkat tubuhnya, terkekeh melihat pipi gembilnya yang belepotan cokelat. "Hyera habis makan kue cokelat ya tadi?" tanyaku lembut.

Mata Hyera-ku nampak membulat. "Dali mana Appa tau? Kan Hyela belum bilang?" tanyanya polos dengan aksen huruf 'R' nya yang belum sempurna, membuatku terkekeh gemas.

"Tau dong," ucapku, mengusap noda cokelat di pipinya dengan jempolku lalu menunjukkannya pada Hyera. "Lihat, Hyera makan kuenya berantakan sih, nih sampai kena pipi cokelatnya."

Sontak Hyera langsung mengusap pipinya sendiri, kemudian menatapku malu setelah melihat kedua tangan miliknya berlumuran coklat yang berasal dari pipinya.

"Hehe, habis kue cokelatnya enak sih. Hyela jadi bulu-bulu (read : buru-buru) makannya." cengir Hyera malu membuatku kembali terkekeh pelan.

"Kalau makan jangan buru-buru, nanti kalau keselek gimana coba?" kataku menasehati seraya berjalan memasuki rumah lebih dalam lagi.

Gadis kecil dalam gendonganku itu kembali tercengir memamerkan deretan gigi susunya yang rapi.

Aku menurunkan Hyera setelah sampai di ruang tamu. Ku tanggalkan topi yang bertengger di atas kepalaku kemudian ku jatuhkan tubuhku di atas sofa yang empuk.

Aku lelah sekali.

Tiba-tiba aku teringat istriku. Sejak tadi aku belum melihatnya atau mendengar suaranya. Kemana dia?

Mataku mengedar, tapi yang ku dapati hanyalah sosok Hyera yang kini asyik bermain dengan boneka barbie-nya, dengan pipi masih belepotan cokelat pastinya. Aku menepuk jidatku sendiri, bisa-bisanya aku lupa membersihkan pipi putri kecilku itu.

"Hyera-ya, ayo ikut Appa,"

Segera aku menuntun Hyera menuju kamar mandi yang berada di dalam kamarku. Dengan lembut dan hati-hati aku membersihkan pipi Hyera menggunakan air, setelah itu aku mengeringkannya dengan handuk.

Selesai, kini wajah imut putri ku sudah kembali tanpa noda cokelat yang mengotorinya. Memandang wajahnya membuatku teringat akan sosok perempuan yang telah menemani hari-hari ku selama bertahun-tahun, siapa lagi kalau bukan istriku, orang yang telah berjasa melahirkan Hyera ke dunia.

Ah iya. Kemana wanita itu? Apa dia tidak tahu kalau suaminya pulang ke rumah hari ini?

"Hyera, Eomma mana?" aku menatap Hyera, mungkin dia tahu dimana ibunya berada.

Jujur saja, aku sudah sangat merindukannya. Pekerjaanku sebagai produser sekaligus idol membuatku harus sering menginap di kantor, bahkan aku baru saja pulang setelah tiga hari menginap di sana karena harus mengurus lagu comeback untuk artis yang bernaung di agensi tempatku bekerja, JYP Entertainment. Lalu setelah itu aku harus berlatih bersama grup ku sendiri karena kami akan melakukan tur dunia beberapa bulan lagi.

Benar-benar melelahkan, untuk itu sekarang aku sangat membutuhkan istriku itu untuk sekedar memberikan pelukan hangatnya untukku, misalnya.

"Molla, Hyera nggak tau Eomma ada dimana," jawab Hyera.

Married With GOT7Stories to obsess over. Discover now