Siders perutnya pusing 🌚
••• 🌸 ••• 🌸 ••• 🌸 •••
"Hyung, Appa semalam meneleponku, katanya ia ingin bertemu denganmu."
"Ck, membicarakan apa?"
"Aku tidak tahu. Tapi sepertinya berkaitan dengan penyerahan perusahaan."
Refleks, Kim Taehyung--lelaki yang dipanggil Hyung tadi-- mengerem mendadak. Membuat mobilnya hampir saja menabrak seorang wanita dengan sepedanya.
"HYUNG, KAU HAMPIR MENABRAK WANITA ITU!" teriak lelaki yang berumur dua tahun lebih muda darinya.
Jungkook--nama pemuda itu-- menatap Taehyung tajam sebelum akhirnya keluar dari mobil dan menghampiri wanita yang tersungkur jatuh dari sepedanya--tepat di depan mobil itu.
Sementara Taehyung menggeram kesal, Jungkook malah tersenyum manis sambil mengulurkan tangannya pada perempuan itu.
"Gwenchana?" tanyanya membuat perempuan itu menoleh kaget.
Dengan gugup ia mengangguk, "Hm, g-gwenchanayo." Perempuan itu dengan sopan menolak uluran tangan Jungkook dan berusaha berdiri sendiri.
"Ah.. lututmu terluka, Nona." Jungkook terperangah melihat luka yang masih baru di lutut gadis itu.
Gadis tersebut tampak menggigit bibirnya, meringis kesakitan. "T-tidak apa, ini hanya luka biasa," sahutnya.
"Ya, memang itu hanya luka biasa. Kookie, jangan suka melebih-lebihkan."
Jungkook serta perempuan itu menoleh ke arah seorang pemuda yang baru saja keluar dari mobilnya. Geram akan ucapan Kakaknya, Jungkook berteriak, "Hyung! Ini juga karena perbuatanmu!"
Taehyung mencibir lalu dengan enteng berucap, "Lalu apa masalahnya? Lagipula dia masih bisa jalan." Lelaki itu berjalan menghampiri gadis yang baru saja membuat dirinya dan adiknya berdebat.
Taehyung tersenyum miring saat sampai di hadapan gadis berambut cokelat diikat itu. "Hey, kau baik-baik saja, kan?" tanyanya datar.
Gadis itu mengangguk.
"Bisa jalan? Apakah butuh ke rumah sakit?" tanyanya lagi dengan tatapan sinis melihat luka kecil di lutut gadis itu.
"T-tidak perlu, ini hanya luka kecil."
"Kau dengar itu, Kookie?" Taehyung menatap adiknya itu dengan senyum miring.
"Tapi, Hyung, setidaknya kita bertanggungjawab. Lihat sepedanya jatuh, bisa jadi ada yang rusak."
Taehyung mengangguk masih dengan senyum miringnya. Tangannya merogoh saku celana, lalu mengeluarkan dompetnya dari sana. Setelah mengambil beberapa lembar uang, ia kembali menatap gadis di hadapannya itu. "Ambil dan pergilah."
Gadis itu membuka mulutnya lebar, tidak menyangka bahwa lelaki itu dapat melakukan hal murahan seperti ini.
"Apa? Masih kurang? Maaf uangku yang lain ada di mobil, mau kuambilkan? Tunggu sebentar." Taehyung berbalik, hendak masuk lagi ke mobil, namun teriakan gadis itu berhasil membuat langkahnya terhenti.
"KAU PIKIR AKU INI APA?! DASAR SOMBONG!" Dengan wajah merah menahan marah, gadis itu mendirikan sepedanya yang berada di dekat Jungkook.
"Hahaha!" Taehyung tertawa. "Bukankah ini hanya rencana licikmu saja, Nona? Bukankah kau juga salah satu penggemar kami? Caramu kampungan sekali."
Gadis itu kembali menganga, lalu geleng-geleng kepala mendengar ucapan lelaki sombong itu. "Kau pikir kau siapa hingga aku harus jadi penggemarmu?" kekehnya remeh.
"Sudah cukup berbohongnya, Nona. Aku tahu maksudmu."
"Kau ini berbicara apa? Aku sama sekali tidak mengerti."
Taehyung mendengus, "Kook-ah! Cepat masuk! Tinggalkan saja gadis menyebalkan ini!" ucapnya sebelum masuk ke dalam mobil.
Sekali lagi, gadis itu menganga lalu terkekeh. "Siapa dia?"
Jungkook tersenyum tak enak. "Maafkan perlakuan buruk Kakakku, Nona. Dia memang begitu.. agak.."
"Sombong." Gadis itu memotong kalimat Jungkook.
"Y-ya begitulah. Ah.." Leaki itu merogoh saku celananya, mencari sesuatu. Setelah dapat, ia memberikan benda itu pada gadis di depannya. "Ini kartu namaku. Jika kau merasa lukamu tambah parah atau sepedamu butuh perbaikan.. emm.."
"Ya, baiklah. Aku akan menghubungimu." Gadis itu tersenyum, lalu tangannya memberikan sesuatu juga pada Jungkook. "Ini uang Kakakmu. Kembalikan saja, aku tidak apa-apa. Dan bilang padanya untuk menjaga ucapannya."
Jungkook menyergitkan keningnya sebelum akhirnya menerima uang itu-- karena gadis itu memaksa. "Emm.. apakah kau benar-benar tidak mengenal kami?"
"Tidak. Ada apa?"
"Ah.. tidak apa-apa."
"HEY BEDEBAH! CEPAT NAIK!" teriak Taehyung dari dalam mobil.
Jungkook berdecak lalu berlari masuk ke dalam mobil setelah memberikan senyuman pada gadis itu.
Setelah mobil itu jalan, perempuan itu memutuskan untuk membaca kartu namanya sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
"Kim Jungkook? Zhicxy entertainment?" Gadis itu membulatkan matanya tidak percaya. "Tidak.. HAH!"
••• 🌸 ••• 🌸 ••• 🌸 •••
Semangat yak vommentnya, biar Ran semangat juga nulisnyaaa ❤
See you in next chapter, jgn kgn sama Ran, cukup Tae aja yg kgn aku :v
YOU ARE READING
Dear Name; kth | jjk
FanfictionBeautiful cover by bubblebaek27_art Everything is a miracle. • • • Apa jadinya jika gadis pengantar susu seperti Lisa bertemu dengan dua cowok terkenal?!
